Referensi
Pets4Homes. Diakses pada Oktober 2026. Why Do Cats Ignore You When You Call Them? Explained
PetMD. Diakses pada Oktober 2026. Why Does My Cat Ignore Me?
Science Insights. Diakses pada Oktober 2026. Do Cats Come When Called or Just Ignore You?
VetStreet. Diakses pada Oktober 2026. Why Don’t Cats Come When Called?
Vet Explain Pets. Diakses pada Oktober 2026. Why Donʼt Cats Come When You Call Them
Kenapa Kucing Seolah Tidak Mendengar saat Dipanggil?

Kucing dapat mengenali nama dan suara pemilik, tetapi responsnya sering halus seperti menggerakkan telinga atau menoleh singkat, bukan langsung menghampiri.
Sifat mandiri, aktivitas yang sedang dilakukan, lingkungan ramai, serta pengalaman panggilan yang dikaitkan dengan hal tidak menyenangkan dapat membuat kucing mengabaikan panggilan.
Perubahan mendadak dalam respons terhadap panggilan perlu diperhatikan dan dapat memerlukan pemeriksaan dokter hewan; kucing juga bisa dilatih responsif melalui penghargaan positif.
Take a Deeper Reads

Namanya sudah dipanggil sekali, dua kali, bahkan berkali-kali, tetapi si kucing tetap tidak bergeming. Sesekali telinganya bergerak ke arah suara, seolah memberi tanda bahwa ia sebenarnya mendengar panggilan tersebut. Namun, beberapa detik kemudian, ia kembali menjilati bulu, menatap ke luar jendela, atau melanjutkan tidur seakan tidak terjadi apa-apa.
Bagi pemilik kucing, sikap seperti ini mungkin terasa seperti bentuk pengabaian yang disengaja. Apalagi ketika kucing bisa datang begitu cepat saat mendengar suara bungkus makanan dibuka, tetapi mendadak seperti kehilangan pendengaran ketika namanya dipanggil. Tingkah tersebut akhirnya memunculkan pertanyaan sederhana, apakah kucing benar-benar tahu bahwa kita sedang memanggilnya?
Ternyata, diamnya kucing bukan berarti ia tidak mendengar atau tidak mengenali panggilan tersebut. Kucing bisa mengenali namanya dan membedakan suara pemiliknya, tetapi kemampuan mengenali suara tidak selalu diikuti keinginan untuk merespons atau menghampiri. Ada beberapa alasan yang membuat kucing memilih tetap berada di tempatnya meski tahu namanya sedang dipanggil.
1. Kucing sebenarnya mengenali namanya
Kucing ternyata tidak sekadar mendengar suara manusia sebagai bunyi biasa. Kucing dapat membedakan namanya dari kata-kata lain yang terdengar mirip. Mereka juga mampu mengenali suara pemiliknya.
Responsnya memang sering jauh lebih halus dibandingkan anjing. Alih-alih langsung berlari menghampiri, kucing mungkin hanya menggerakkan telinga, menoleh sebentar, mengibaskan ekor, atau melirik ke arah sumber suara.
Jadi, ketika kucing hanya menggerakkan telinga setelah namanya dipanggil, bukan berarti ia tidak mendengar. Bisa saja ia sudah memberikan respons, hanya saja pemiliknya mengharapkan reaksi yang lebih jelas.
2. Kucing memang lebih mandiri
Salah satu alasan kucing tidak selalu datang ketika dipanggil berkaitan dengan sifat alaminya. Nenek moyang kucing merupakan pemburu yang banyak menjalani kehidupan secara soliter. Mereka tidak bergantung pada kelompok atau pemimpin untuk menentukan apa yang harus dilakukan.
Hal ini berbeda dengan anjing yang selama proses domestikasi berkembang sangat dekat dengan manusia dan banyak dibentuk untuk bekerja sama dengan manusia. Kucing tetap mempertahankan tingkat kemandirian yang lebih tinggi.
Bukan berarti kucing tidak memiliki ikatan dengan manusia. Kucing bisa sangat dekat dengan pemiliknya, tetapi cara menunjukkannya berbeda. Ada yang memilih duduk di ruangan yang sama, menggesekkan tubuh ke kaki, atau menatap sambil berkedip perlahan daripada langsung datang ketika namanya dipanggil.
3. Kucing lebih tertarik pada hal yang menguntungkan

ilustrasi kucing sedang makan (pexels.com/Pitipat Usanakornkul) Bagi kucing, panggilan manusia juga bisa dikaitkan dengan pengalaman tertentu. Jika setiap kali namanya dipanggil ia mendapatkan makanan, camilan, mainan, atau perhatian yang disukainya, kemungkinan ia akan lebih tertarik untuk mendekat.
Sebaliknya, jika namanya sering dipanggil sebelum sesuatu yang tidak disukai, kucing bisa belajar menghindarinya. Misalnya, dipanggil sebelum dimasukkan ke kandang, dipotong kukunya, dimandikan, atau diberi obat.
Inilah yang membuat kucing terlihat seperti memiliki "pendengaran selektif". Ia bisa saja mengabaikan panggilan dari pemilik, tetapi langsung muncul ketika mendengar suara bungkus makanan dibuka atau tempat makan diisi.
4. Situasi di sekitar juga memengaruhi
Respons kucing tidak selalu bergantung pada apakah ia mengenali namanya. Kondisinya saat dipanggil juga berpengaruh. Ketika sedang tidur nyenyak, mengamati burung dari jendela, bermain, atau fokus pada sesuatu, kucing mungkin tidak menganggap panggilan manusia cukup penting untuk menghentikan aktivitasnya.
Lingkungan yang terlalu ramai juga dapat membuat kucing enggan mendekat. Suara petir, tamu yang datang, suara renovasi, atau keberadaan hewan lain dapat membuatnya merasa terancam atau terlalu banyak menerima rangsangan.
Dalam kondisi seperti itu, kucing mungkin justru memilih bersembunyi. Jadi, tidak datang ketika dipanggil tidak selalu berarti ia sedang keras kepala.
5. Kalau tiba-tiba tidak merespons, jangan diabaikan
Kucing yang sesekali tidak datang ketika dipanggil umumnya bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Namun, perubahan perilaku yang muncul secara tiba-tiba perlu diperhatikan.
Misalnya, kucing yang biasanya menoleh ketika namanya dipanggil tiba-tiba tidak memberikan respons sama sekali. Apalagi jika perubahan tersebut disertai lebih sering bersembunyi, terlihat bingung, perubahan nafsu makan, lebih banyak mengeong, atau menjadi lebih pendiam.
Gangguan pendengaran, rasa sakit, penyakit tertentu, stres, hingga perubahan fungsi kognitif pada kucing yang sudah tua dapat memengaruhi respons terhadap suara. Jika perubahan berlangsung terus-menerus, pemeriksaan ke dokter hewan diperlukan untuk mencari penyebabnya.
6. Kucing bisa dilatih agar lebih responsif

ilustrasi bermain dengan kucing (freepik.com/freepik) Kabar baiknya, kucing tetap bisa dilatih agar datang ketika dipanggil. Namun, latihan sebaiknya dilakukan dengan cara yang positif, bukan dengan memaksa atau menghukum.
Mulailah di ruangan yang tenang dan panggil namanya dengan suara yang santai. Ketika kucing menoleh atau menunjukkan perhatian, berikan camilan, mainan favorit, atau bentuk penghargaan lain yang disukainya.
Latihan juga sebaiknya singkat. Setelah kucing mulai memahami bahwa namanya berkaitan dengan sesuatu yang menyenangkan, latihan dapat dilakukan di tempat dengan lebih banyak gangguan.
Hindari memanggil kucing hanya ketika akan melakukan sesuatu yang tidak disukainya, seperti mandi, potong kuku, atau masuk kandang. Jika setiap panggilan selalu berakhir dengan pengalaman menyebalkan, kucing justru bisa belajar bahwa datang ketika dipanggil bukan sesuatu yang menguntungkan.
Jadi, kucing yang tidak datang ketika dipanggil kemungkinan besar bukan sedang pura-pura tuli. Mereka bisa mengenali nama dan suara pemilik, tetapi tidak selalu memiliki dorongan yang sama untuk merespons seperti anjing. Kalau ingin kucing lebih sering datang saat dipanggil, buatlah pengalaman tersebut menjadi sesuatu yang menyenangkan. Dengan latihan yang konsisten dan apresiasi yang tepat, kucing bisa belajar bahwa menghampiri manusia ternyata cukup menguntungkan.























