Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Neptunus Butuh 165 Tahun untuk Mengelilingi Matahari?
gambar Planet Neptunus (unsplash.com/NASA)
  • Neptunus membutuhkan 164,79 tahun Bumi untuk mengelilingi Matahari karena berjarak rata-rata 4,5 miliar kilometer, membentuk orbit jauh lebih besar.
  • Menurut hukum ketiga Kepler, Neptunus menempuh jalur lebih panjang dan bergerak lebih lambat akibat pengaruh gravitasi Matahari yang melemah pada jarak jauh.
  • Meski satu hari di Neptunus hanya 16 jam, kemiringan sumbunya memunculkan empat musim yang masing-masing berlangsung sekitar 40 tahun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Manusia sudah terbiasa dengan waktu di permukaan Bumi. Di mana 1 hari hanya berlangsung selama 24 jam, dan 1 tahun berlangsung selama 365 hari. Namun hanya karena kita sudah terbiasa, bukan berarti kita bisa menganggap semua planet memiliki hitungan waktu yang sama. 

Pada dasarnya, setiap planet memiliki perhitungan waktu yang berbeda. Di Neptunus misalnya, 1 tahun berlangsung sangat lama. Di planet ini, 1 tahunnya setara dengan 164,79 tahun di Bumi. Namun bagaimana itu bisa terjadi? Berikut penjelasannya!

1. Neptunus berada dalam jarak yang sangat jauh dari Bumi

gambar orbit planet Neptunus (nasa.gov/NASA)

Seperti yang disebutkan sebelumnya, setiap planet memiliki perhitungan waktu yang berbeda. Perbedaan ini bukan terjadi tanpa alasan, melainkan dipengaruhi oleh jarak planet tersebut dengan Matahari kita. Dilansir Space, semakin jauh jarak sebuah planet dengan bintang induknya, maka akan semakin lama juga waktu berjalan di sana. Neptunus sendiri merupakan planet terjauh di Tata Surya. Jarak rata-rata planet ini ke Matahari adalah 4,5 miliar kilometer.

Jarak sejauh ini membuat Neptunus memiliki orbit yang lebih besar, sehingga planet ini juga membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan satu putaran orbitnya. Planet Neptunus sendiri baru diidentifikasikan sebagai planet pada 23 September 1846. Jika dihitung dari sejak pertama kali ditemukan, itu berarti Neptunus baru menyelesaikan satu kali putaran orbitnya pada tahun 2011 lalu. Sedangkan putaran kedua baru akan selesai tahun 2.176 mendatang.

2. Neptunus bergerak lebih lambat dari Bumi

gambar orbit planet-planet di Tata Surya (nasa.gov/NASA/JPL)

Neptunus memang baru resmi diidentifikasi sebagai planet pada tahun 1846. Namun planet ini sebenarnya sudah ditemukan jauh lebih lama. Astronom Galileo Galilei dikenal sebagai salah satu orang pertama yang mengindentifikasi Neptunus sebagai objek luar angkasa. Namun alih-alih menganggapnya sebagai planet, Galileo mengira Neptunus adalah sebuah bintang karena pergerakannya yang lambat.

Dilansir Astronomy, lagi-lagi pergerakan lambat Neptunus di langit terjadi karena dipengaruhi oleh jaraknya yang jauh dari Matahari. Hukum gerak ketiga Kepler menjelaskan bahwa planet yang lebih jauh dari Matahari bukan hanya harus menempuh jalur yang lebih panjang karena orbitnya, tetapi juga bergerak lebih lambat karena pengaruh gravitasi Matahari yang semakin berkurang seiring dengan bertambahnya jarak di antara keduanya. Sebaliknya, planet yang lebih dekat ke Matahari dapat bergerak lebih cepat karena mereka mendapatkan pengaruh yang lebih besar dari sang bintang induk. 

3. Panjangnya tahun juga mempengaruhi musim di Neptunus

gambar Planet Neptunus di Tata Surya (unsplash.com/NASA)

Sama seperti Bumi, 1 hari di Neptunus berlangsung lebih cepat dari 1 tahunnya. Jika di Bumi, 1 hari terdiri dari 24 jam, maka di Neptunus 1 harinya hanya berlangsung selama 16 jam karena Neptunus bergerak lebih cepat saat berputar pada porosnya. Namun karena perjalanan mengelilingi Matahari yang memakan waktu lama, membuat tahunnya jadi sangat panjang.

Selain itu dilansir Sky Night Magazine, sumbu Neptunus miring pada sudut 28,3 derajat yang membuat planet ini juga mengalami empat musim yang berbeda seperti Bumi. Satu hal yang berbeda adalah, satu musim di Neptunus berlangsung selama 40 tahun lamanya. Sayangnya karena jaraknya yang sangat jauh dari Bumi, ditambah ketiadaan permukaan padat membuat planet ini sulit dipelajari. Sejauh ini, Voyager 2 menjadi satu-satunya pesawat luar angkasa yang pernah mencapai Neptunus. Itu pun hanya mengorbit, bukan mendarat sehingga kita mungkin akan kesulitan memiliki gambaran bagaimana musim di sana berlangsung.

Meski berada di Tata Surya yang sama, setiap planet yang ada di dalamnya sangat berbeda. Perbedaan ini dipengaruhi oleh banyak hal, termasuk materi pembentukan hingga jarak dengan Matahari. Bahkan meski Bumi dan Neptunus sama-sama dikenal sebagai planet biru, keduanya memiliki kondisi yang sangat berlawanan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article