Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenapa Ruang Liminal Terasa Menyeramkan? Ini Faktanya Menurut Sains

Kenapa Ruang Liminal Terasa Menyeramkan? Ini Faktanya Menurut Sains
ilustrasi ruang liminal (pixabay.com/u_1dkbjr49fa)
Intinya Sih
  • Konsep ruang liminal viral sejak 2019 lewat creepypasta The Backrooms, yang menampilkan foto kantor kosong berlampu neon dan berkembang menjadi film pendek hingga film thriller psikologis.
  • Penelitian Diel dan Lewis (2022) menjelaskan rasa tidak nyaman di ruang liminal muncul karena penyimpangan struktur fisik yang membingungkan persepsi otak tentang keamanan dan kepastian.
  • Ruang liminal juga berlaku secara psikologis, menggambarkan fase transisi hidup seperti kehilangan atau perubahan besar yang dapat memicu disonansi kognitif, kecemasan, hingga pencarian arah baru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Lorong. Ruang tunggu. Bandara. Bangunan terbengkalai. Ini adalah contoh dari ruang-ruang yang bersifat liminal. Yap, ruang liminal adalah sebuah istilah yang berasal dari kata Latin limen, yang berarti ambang batas. Pada dasarnya, ruang liminal adalah titik transisi antara ruang yang satu dengan ruang yang lain. Ruangan ini pun bisa terasa familiar.

Secara teori, ruangan-ruangan tersebut seharusnya tidak menakutkan. Namun kenapa ruang liminal tampak begitu menyeramkan dan tidak nyaman ketika kita berada di tempat tersebut, ya? Terutama ketika ruang itu kosong atau memiliki pencahayaan yang tak biasa? Sama seperti "efek plasebo" dan "efek nocebo", sains rupanya punya penjelasannya.

1. Konsep liminal viral berkat creepypasta The Backrooms

cuplikan dalam film Backrooms
cuplikan dalam film Backrooms (dok. North Road Films/Backrooms)

Meskipun konsep ruang liminal bukanlah hal baru, konsep ini mulai dibicarakan selama beberapa tahun terakhir. Yap, ruang liminal viral karena The Backrooms, sebuah cerita yang populer di internet dan viral pada tahun 2019. Kisah tersebut berasal dari foto area kantor kosong dengan lampu neon dan dinding kuning kotor, yang mewakili gambaran sempurna dari ruang liminal. Disebut creepypasta (konten horor yang dibuat dan dibagikan untuk menimbulkan rasa tidak nyaman), cerita itu punya momentum, yang mengarah pada serangkaian film pendek berjudul The Backrooms di YouTube dan akhirnya perilisan film thriller psikologis Backrooms pada tahun 2026.

2. Kenapa konsep liminal terasa mengganggu?

foto ruang di Disney Contemporary
foto ruang liminal di Disney Contemporary (commons.wikimedia.org/KyleSirTalksAlot)

Menurut sebuah studi yang ditulis Alexander Diel dan Michael Lewis, berjudul "Structural Deviations Drive an Uncanny Valley of Physical Places" (2022), di Journal of Environmental Psychology, keanehan atau keganjalan ruang liminal terjadi karena adanya penyimpangan dari tempat fisik yang biasanya tipikal dan realistis. Perubahan dalam penampilan tempat-tempat ini biasanya membingungkan persepsi otak tentang kepastian dan keamanan. Inilah yang akhirnya menciptakan rasa tidak nyaman dan disorientasi. Hal ini mirip seperti teori lembah aneh (uncanny valley), hal ini terjadi ketika seseorang merasa tidak nyaman melihat boneka atau robot yang menyerupai manusia.

3. Konsep ruang liminal melampaui ranah fisik hingga ke ranah psikologis

ilustrasi seseorang yang kehilangan arah
ilustrasi seseorang yang kehilangan arah (pixabay.com/FlyingRaven)

Ruang liminal paling sering merujuk pada tempat fisik. Namun, konsep ini juga meluas ke ambang batas dalam hidup. Kematian orang yang dicintai, pindah ke tempat tinggal baru, perubahan karier, dan memiliki anak adalah contoh transisi dalam hidup. Yap, waktu antara kisah lama dan kisah baru. Dan hal ini bisa saja tak sesuai keinginan. Ketika keadaan tersebut menimbulkan rasa disonansi kognitif atau perasaan kehilangan arah, hal itu dianggap sebagai fase liminal psikologis.

Dikutip Cruse Scotland, bahkan, fase liminal psikologis bisa membuat seseorang kehilangan kendali, tidak yakin (kehilangan arah), dan seperti kehilangan diri mereka sendiri. Hal itu dapat memicu kesedihan atau kecemasan bagi banyak orang. Nah, biasanya, orang yang sedang berada di fase ini meresponsnya dengan membuat keputusan dan melakukan hal-hal di luar kebiasaan untuk mengakhiri ketidaknyamanan tersebut. Dan hal ini bisa saja keliru.

Berkaitan dengan ruang liminal, menghilangkan perasaan tidak nyaman itu bisa semudah mengalihkan pandangan atau meninggalkan tempat tersebut. Menghadapi fase transisi, terutama yang jangka panjang, memang lebih sulit. Kuncinya adalah tetap bersikap optimis dan sabar, serta mencari jalan keluar yang positif ketimbang memaksakan ekspektasi. Sembari menunggu rutinitas dan struktur baru terbentuk, fase transisi rupanya ada hikmahnya, seperti pelajaran hidup yang berharga.

Ruang liminal memang viral belakangan ini. Sebelum terkenal lewat creepypasta atau filmnya, ruang liminal rupanya pernah dirasakan hampir sebagain orang ketika berada di ruang tunggu, perkantoran, gedung, atau sebagainya. Kira-kira apa pengalaman kamu dengan ruang liminal, nih?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira

Related Articles

See More