Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tianwen-2 China Tiba di Kamo'oalewa untuk Misi Pendaratan

Tianwen-2 China Tiba di Kamo'oalewa untuk Misi Pendaratan
Ilustrasi luar angkasa (pexels.com/Pixabay)
Intinya Sih
  • Wahana antariksa Tianwen-2 milik Tiongkok tiba di kuasi-bulan Kamo'oalewa untuk misi pendaratan dan pengambilan sampel yang akan dibawa kembali ke Bumi pada 2027.
  • Misi ini bertujuan mengungkap asal-usul misterius Kamo'oalewa, yang diduga merupakan pecahan Bulan berdasarkan kesamaan pantulan cahaya dan komposisinya.
  • Setelah menyelesaikan misi utama, Tianwen-2 dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju objek 311P/PanSTARRS pada 2035 guna memperluas penelitian tentang komet dan asteroid.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Sebuah wahana antariksa rahasia Tiongkok baru saja tiba di salah satu benda mirip bulan milik Bumi dan akan segera melakukan pendaratan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Misi Tianwen-2 Tiongkok telah tiba di Kamo'oalewa, benda mirip bulan yang mengorbit Matahari bersama Bumi. Para ahli mengatakan, wahana antariksa rahasia tersebut akan mengambil sampel dari satelit sementara Bumi ini untuk membantu mengungkap asal-usulnya yang misterius.

Meluncur pada 28 Mei 2025

Sebuah pesawat ruang angkasa China telah tiba di salah satu 'quasi-bulan' sementara Bumi dan akan segera mencoba mendarat di benda langit tersebut untuk mengambil sampel yang akan dibawa kembali ke Bumi tahun depan. Misi ambisius ini dapat membantu para peneliti mengungkap rahasia tentang bulan utama Bumi serta memberikan petunjuk yang mungkin bermanfaat bagi eksplorasi ruang angkasa dan pertahanan planet, menurut para ahli.

Wahana antariksa Badan Antariksa Nasional Tiongkok (CNSA) yang bernama Tianwen-2 diluncurkan dari Pusat Peluncuran Satelit Xichang di selatan China pada 28 Mei 2025. Wahana antariksa seukuran mobil tersebut mengirimkan gambar pertamanya beberapa minggu kemudian, sehingga kita dapat melihat sekilas desainnya yang dirahasiakan, disusul dengan foto selfie bersama Bumi beberapa bulan setelahnya.

Target utama dari misi ini

ilustrasi luar angkasa (pexels.com/Philippe Donn)
ilustrasi luar angkasa (pexels.com/Philippe Donn)

Target utama misi ini adalah 469219 Kamo'oalewa—juga dikenal sebagai 2016 HO3 atau sekadar Kamo'oalewa—sebuah asteroid dekat Bumi yang ditemukan pada tahun 2016 oleh para astronom di Observatorium Haleakala, Hawaii. Diameternya diperkirakan berkisar antara 130 hingga 330 kaki (40 hingga 100 meter) dan merupakan 'kuasi-satelit' planet, yang berarti ia mengorbit Matahari tepat di samping Bumi dalam kemitraan sementara.

Tianwen-2 diperkirakan telah tiba di Kamo'oalewa pada 7 Juni dan memasuki orbit di samping asteroid tersebut, menurut garis waktu yang belum terverifikasi. Sekitar sebulan kemudian, pada 4 Juli, probe tersebut diperkirakan akan mendarat di asteroid untuk mengumpulkan sampel dari permukaannya, kemungkinan dengan menggunakan teknik pengeboran yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Jika berhasil, sampel-sampel tersebut diperkirakan akan dikembalikan ke Bumi pada 29 November 2027. Pada tahap ini, Tianwen-2 akan memanfaatkan gravitasi Bumi untuk melaju lebih jauh ke luar angkasa menuju misi sekundernya: bertemu dan mempelajari 311P/PanSTARRS—sebuah objek unik di luar Mars, yang menunjukkan karakteristik komet dan asteroid—pada tahun 2035.

Sampel dari Kamo'oalewa dapat membantu menjawab banyak pertanyaan menarik, termasuk asal-usul sebenarnya dari objek tersebut, yang menurut beberapa ahli mungkin terlepas dari Bulan.

Tentang Kamo'oalewa

Saat ini terdapat delapan kuasi-bulan yang diketahui mengorbit Matahari bersama Bumi, menyusul penemuan kuasi-bulan terbaru pada September 2025. Berbeda dengan minimoon yang memiliki nama serupa—yakni asteroid yang untuk sementara waktu terperangkap oleh gravitasi Bumi selama beberapa bulan atau tahun—kuasi-bulan adalah satelit sementara yang secara perlahan mengelilingi planet kita namun tidak pernah terikat secara gravitasi.

Hubungan ini dapat berlangsung selama puluhan tahun atau bahkan berabad-abad. Sebagai contoh, para ahli memperkirakan bahwa Kamo'oalewa telah menemani planet kita setidaknya selama 100 tahun dan dapat tetap berada di sampingnya selama 300 tahun lagi sebelum mulai kehilangan sinkronisasi dengan orbit matahari.

Cara Kamo'oalewa bergerak bersama Bumi mirip seperti seekor anjing yang menemani pemiliknya sebentar saat berjalan-jalan jauh melintasi hutan.

Batu angkasa seukuran bianglala ini merupakan salah satu kuasi-bulan terdekat dengan kita, dengan jarak terdekat sekitar 2,9 juta mil (4,6 juta kilometer) dari Bumi, atau sekitar 12 kali lebih jauh daripada bulan kita yang sebenarnya. Batu angkasa ini juga merupakan salah satu kuasi-bulan yang berputar paling cepat, berputar mengelilingi porosnya setiap 30 menit. Namun tidak seperti bulan semu lainnya, yang kemungkinan berasal dari sabuk asteroid utama tata surya, di antara Mars dan Jupiter, dugaan terbaik kita saat ini adalah bahwa Kamo'oalewa sebenarnya adalah bagian dari bulan.

Hipotesis ini didasarkan pada pengamatan tahun 2021 yang menunjukkan bahwa Kamo'oalewa menyerap dan memantulkan cahaya serupa dengan Bulan, mengindikasikan bahwa benda angkasa tersebut mungkin merupakan potongan material Bulan yang terlempar akibat tabrakan meteorit pada masa lampau. 

Baru-baru ini, pada tahun 2024, para peneliti mempersempit kemungkinan kawah tumbukan yang paling mungkin menjadi asal usul asteroid tersebut: kawah Giordano Bruno selebar 13,6 mil (22 km), yang terletak di sisi jauh Bulan. Namun, masih ada kemungkinan bahwa Kamo'oalewa adalah asteroid sabuk utama yang kebetulan sangat mirip dengan material Bulan.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi

Related Articles

See More