Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Ular Tidak Selalu Menyerang Manusia?
ilustrasi ular (unsplash.com/Avinash Uppuluri)
  • Sebagian besar ular menganggap manusia sebagai ancaman, bukan mangsa, sehingga lebih memilih menghindar dan berburu hewan berukuran sesuai seperti tikus, burung, katak, kadal, atau serangga.
  • Gigitan umumnya menjadi respons pertahanan saat ular terkejut, terpojok, terinjak, atau disentuh; desisan dan gerakan menyerang dapat menjadi peringatan sebelum ular menggigit.
  • Saat menemukan ular, jaga jarak dan jangan menangkap atau membunuhnya; hubungi profesional jika berada di rumah. Ular juga membantu mengendalikan tikus dan menjaga keseimbangan ekosistem.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Melihat ular secara tiba-tiba tentu bisa membuat seseorang panik. Apalagi jika ular tersebut berukuran besar atau dikenal sebagai spesies berbisa. Namun, anggapan bahwa ular akan langsung menyerang manusia sebenarnya tidak sepenuhnya benar.

Sebagian besar ular justru cenderung menghindari manusia. Bagi ular, manusia bukanlah mangsa yang perlu dikejar, melainkan makhluk besar yang bisa menjadi ancaman. Mari, kita bahas lebih dalam seputar perilaku ini!

1. Ular lebih melihat manusia sebagai ancaman

Dari sudut pandang ular, manusia berukuran jauh lebih besar dan sulit diprediksi. Karena itu, mendekati atau menyerang manusia bukanlah pilihan yang menguntungkan bagi kebanyakan ular. 

Ular juga memiliki peran sebagai predator sekaligus mangsa dalam ekosistem. Mereka biasanya berburu hewan yang sesuai dengan ukuran dan kemampuan tubuhnya, seperti tikus, burung, katak, kadal, atau serangga, tergantung spesiesnya.

Menyerang manusia juga berisiko membuat ular terluka. Karena itu, ketika mendeteksi keberadaan manusia, ular biasanya lebih memilih menghindar daripada berkonfrontasi. Ular biasanya hanya menggigit ketika merasa terancam atau terjebak, sehingga memberikan ruang kepada ular merupakan salah satu cara penting untuk mencegah gigitan.

2. Gigitan ular biasanya merupakan bentuk pertahanan

Ular yang mendesis atau tiba-tiba menyerang memang terlihat agresif. Namun, perilaku tersebut tidak selalu berarti ular sedang ingin memburu manusia.

Ketika merasa terancam, ular dapat melakukan berbagai respons pertahanan. Beberapa ular akan segera melarikan diri dan mencari tempat persembunyian. Ada pula yang memilih diam dan mengandalkan kamuflase agar tidak terlihat.

Jika ancaman semakin dekat, ular dapat menunjukkan perilaku peringatan, seperti mendesis, mengangkat bagian depan tubuh, atau melakukan gerakan seolah-olah hendak menyerang. Pada kondisi tertentu, ular akhirnya menggigit ketika merasa tidak memiliki kesempatan untuk melarikan diri.

Karena itu, ular yang terlihat di halaman rumah atau jalan belum tentu berniat menyerang orang di sekitarnya. Bisa jadi, ular tersebut justru sedang mencari jalan untuk menjauh.

3. Mengapa ular terkadang terlihat agresif?

ilustrasi ular (unsplash.com/Dan LeFebvre)

Respons setiap spesies ular terhadap ancaman memang dapat berbeda. Beberapa jenis bisa lebih cepat mempertahankan diri ketika merasa terpojok, sementara jenis lainnya lebih memilih melarikan diri.

Situasi pertemuan juga sangat menentukan. Ular yang berada di ruang terbuka mungkin memiliki kesempatan untuk kabur. Sebaliknya, ular yang berada di bawah tumpukan kayu, semak lebat, gudang, atau sudut sempit bisa merasa tidak memiliki jalan keluar.

Hal yang sama dapat terjadi ketika seseorang tanpa sengaja menginjak ular yang bersembunyi di rumput atau dedaunan. Ular yang terkejut dan merasa terancam dapat menggigit sebagai respons pertahanan.

Upaya menangkap atau membunuh ular juga meningkatkan risiko. Aktivitas seperti memegang, menangkap, memberi makan, dan membersihkan kandang termasuk situasi yang dapat menyebabkan gigitan.

4. Ular tidak perlu diganggu jika ditemukan

Jika menemukan ular, tindakan paling aman bukan mencoba mendekatinya untuk memastikan apakah ular tersebut berbisa atau tidak. Sebaiknya, berikan jarak dan biarkan ular pergi jika memungkinkan.

Jika tanpa sengaja bertemu ular, jangan coba-coba menangani sendiri, termasuk mencoba menangkap atau membunuhnya. Jika ular berada di dalam rumah, kamu bisa menghubungi damkar atau tenaga profesional untuk memindahkannya dengan lebih aman.

Saat berada di luar rumah, terutama di area yang banyak terdapat semak, tumpukan kayu, atau rerumputan tinggi, perhatikan tempat berpijak dan jangan memasukkan tangan ke celah atau tempat yang tidak dapat dilihat dengan jelas. Menggunakan alas kaki yang sesuai juga dapat membantu mengurangi risiko gigitan.

5. Kenapa ular tetap penting bagi ekosistem?

Walaupun sering ditakuti, ular memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Salah satunya dengan memangsa hewan pengerat seperti tikus.

Keberadaan ular bahkan dapat membantu mengendalikan populasi hewan yang berpotensi menjadi hama atau membawa penyakit. Karena itu, membunuh ular setiap kali menemukannya bukan satu-satunya solusi untuk menghadapi keberadaan satwa ini.

Di sekitar rumah, menjaga lingkungan tetap rapi dan mengurangi tempat yang menjadi sarang tikus juga dapat membantu mengurangi kemungkinan ular datang mencari makanan. Tumpukan kayu, semak yang terlalu lebat, dan sumber makanan bagi tikus sebaiknya tidak dibiarkan begitu saja.

Jadi, ular pada dasarnya tidak menjadikan manusia sebagai target untuk diserang. Ketika bertemu manusia, ular lebih sering berusaha menghindar karena manusia merupakan ancaman yang jauh lebih besar bagi mereka.

Gigitan biasanya terjadi ketika ular merasa terancam, terkejut, terpojok, atau disentuh. Jadi, jika suatu saat bertemu ular di alam atau di sekitar rumah, menjaga jarak dan tidak mengganggunya merupakan langkah yang jauh lebih aman bagi manusia maupun ular.

Referensi

Advance Local. Diakses pada September 2026. Snakeman: Snake Bites are Rare Unless Provoked
Animal Research & Wildlife Resources. Diakses pada September 2026. Why don’t Snakes Bite?
Biology Insights. Diakses pada September 2026. Do Snakes Chase People? The Truth About Snake Behavior
Biologybriefs.com. Diakses pada September 2026. Why Do Snakes Not Eat People? [The Biological Reality]
WellFizz. Diakses pada September 2026. Are Snakes Afraid Of Humans? | Why They Slip Away

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article