Walaupun sering ditakuti, ular memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Salah satunya dengan memangsa hewan pengerat seperti tikus.
Keberadaan ular bahkan dapat membantu mengendalikan populasi hewan yang berpotensi menjadi hama atau membawa penyakit. Karena itu, membunuh ular setiap kali menemukannya bukan satu-satunya solusi untuk menghadapi keberadaan satwa ini.
Di sekitar rumah, menjaga lingkungan tetap rapi dan mengurangi tempat yang menjadi sarang tikus juga dapat membantu mengurangi kemungkinan ular datang mencari makanan. Tumpukan kayu, semak yang terlalu lebat, dan sumber makanan bagi tikus sebaiknya tidak dibiarkan begitu saja.
Jadi, ular pada dasarnya tidak menjadikan manusia sebagai target untuk diserang. Ketika bertemu manusia, ular lebih sering berusaha menghindar karena manusia merupakan ancaman yang jauh lebih besar bagi mereka.
Gigitan biasanya terjadi ketika ular merasa terancam, terkejut, terpojok, atau disentuh. Jadi, jika suatu saat bertemu ular di alam atau di sekitar rumah, menjaga jarak dan tidak mengganggunya merupakan langkah yang jauh lebih aman bagi manusia maupun ular.
Referensi
Advance Local. Diakses pada September 2026. Snakeman: Snake Bites are Rare Unless Provoked
Animal Research & Wildlife Resources. Diakses pada September 2026. Why don’t Snakes Bite?
Biology Insights. Diakses pada September 2026. Do Snakes Chase People? The Truth About Snake Behavior
Biologybriefs.com. Diakses pada September 2026. Why Do Snakes Not Eat People? [The Biological Reality]
WellFizz. Diakses pada September 2026. Are Snakes Afraid Of Humans? | Why They Slip Away