Dahulu kala nanas merupakan tanaman tropis Amerika Selatan yang sangat mewah karena sulit untuk didapatkan. Buah ini ditemukan oleh penjajah ternama yaitu Christopher Columbus, dalam melakukan pelayaran keduanya di Karibia pada tahun 1493. Sosok Columbus kemudian dikenal luas dalam sejarah sebagai pelopor kedatangan bangsa Eropa di Benua Amerika.
Sebelumnya, Christopher dan anak buahnya tidak pernah melihat buah nanas. Sampai pada akhirnya mereka melabeli nanas dengan nama 'pina', nama ini diambil karena menurutnya buah nanas hampir dengan buah pinus.
Rasa curiga pun menyelimuti Christopher dan anak buahnya saat penduduk asli mendekat dengan kano demi menawarkan air bersih dan makanan untuk diperdagangkan. Mereka awalnya was-was karena khawatir jika nanas dapat memicu penyakit mematikan. Namun, di tengah keraguannya, keunikan buah nanas justru berhasil menarik perhatian mereka.
Buah pertama yang ditemukan di Guadeloupe adalah jenis nanas liar yang ukurannya kecil. Tidak hanya itu, beberapa jenis nanas budidaya yang lebih besar dan lezat pun terlihat di sana.
Suku Tupinambá mengolah buah nanas dengan berbagai cara, mulai dari menikmatinya secara langsung, mengolah dengan cara dibakar, mengeringkannya, dan memfermentasikannya menjadi anggur.
Ketika Christopher Columbus menginjakkan kaki di dunia baru, budidaya nanas telah meluas berkat peran penduduk asli Amerika selama berabad-abad. Buah ini telah tersebar ke beberapa wilayah seperti Brazil, Guyana, Kolombia, dan sebagian Amerika Tengah.
Dahulu, nanas adalah barang mewah dan hanya kalangan atas lah yang dapat membelinya. Sayangnya, penduduk Eropa kurang menghargai keahlian penduduk Amerika dalam budidaya nanas karena dianggap metode penanaman yang dilakukan sembarangan dan tidak rapi.
Alih-alih mengakui kerja keras petani lokal, para penjelajah ini lebih percaya bahwa kelimpahan nanas adalah murni anugerah Tuhan. Bahkan, di mata Christopher Columbus nanas bukan sekadar makanan, melainkan simbol keeksotisan dan kemewahan yang menjadikannya dijuluki sebagai raja dari segala buah.