ilustrasi memelihara kucing (unsplash.com/Ilse Orsel)
Anak kucing yang baru lahir seolah mampu menghipnotis pandangan. Semua bagian tubuhnya terlihat menggemaskan, mulai dari bulu yang lembut, hidung merah muda, dan kakinya yang mungil. Seiring bertambahnya usia mata mereka pun mulai terbuka dan menariknya semua mata anak kucing yang baru lahir tampak berwarna biru.
Sepasang mata berwarna biru ini bukan karena adanya pigmen baru, melainkan karena tidak adanya pigmen, khususnya melanin, di iris pada tahap perkembangan awal. Warna biru yang terlihat adalah hasil dari bagaimana cahaya tersebar di matanya. Fenomena ini disebut hamburan Rayleigh yang memantulkan panjang gelombang biru yang telah pendek. Pada titik inilah, melanosit yang berperan menghasilkan pigmen melanin belum aktif.
Perkembangan warna mata kucing mulai terlihat saat memasuki usia 6 hingga 7 minggu. Melanosit mulai memproduksi melanin. Jumlah dan persebaran pigmen ini kemudian menentukan warna mata permanen. Misalnya, jika kucing memiliki genetik mata kuning, maka melanosit akan memproduksi pigmen dalam jumlah tertentu.
Usia 12 hingga 16 minggu, warna mata anak kucing mulai berkembang saat menuju dewasa. Tetapi, perlu diketahui bahwa pada beberapa kucing warna ini dapat terus menggelap hingga satu tahun.
Kucing mampu mengembangkan berbagai variasi warna, seperti hijau, kuning kecoklatan, cokelat, kuning, dan biru selain warna biru pada awal lahir.