Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengenal Tsurugaoka Hachimangu, Kuil Shinto Ikonik Kota Kamakura
potret Kuil Tsurugaoka Hachimangu, kuil Shinto ikonik di Kota Kamakura (commons.wikimedia.org/Nerotaso)
  • Tsurugaoka Hachimangu di Kamakura, Kanagawa, didirikan pada 1063 dan dipindahkan pada 1180; kuil Shinto penting ini menjadi pusat sejarah-budaya selama lebih dari 800 tahun.
  • Kuil yang diperluas Minamoto Yoritomo memadukan tata letak Feng Shui, bangunan utama Honden, kolam Genji-Heike, serta museum dengan ribuan artefak dan koleksi seni modern.
  • Dahulu terkait perpaduan Shinto-Buddha sebelum dekret 1868, kuil ini kini menjadi lokasi ritual Yabusame setiap September, tradisi panahan berkuda yang dimulai pada 1187.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kuil Tsurugaoka Hachimangu adalah salah satu kuil terkenal di Jepang yang terletak di Kota Kamakura, Perfektur Kanagawa. Menurut laman Japan-Guide, Tsurugaoka Hachimangu merupakan kuil Shinto terpenting di Kamakura. Kuil ini didirikan oleh Minamoto Yoriyoshi pada tahun 1063 yang kemudian dipindahkan ke lokasinya saat ini pada tahun 1180. Di dekat pintu masuknya pernah terdapat sebuah pohon ginkgo tua yang diyakini telah berusia seribu tahun namun telah tumbang akibat badai di tahun 2010 silam.

Ketika didirikan, Kuil Tsurugaoka Hachimangu didedikasikan untuk Kaisar Ojin yang didewakan dengan nama Dewa Hachiman, dewa perang dan pelindung para prajurit. Juga didedikasikan untuk menghormati ibunda Kaisar, Ibu suri Jingu, dan istrinya Hime-gami. Kuil ini menjadi pusat sejarah dan budaya Kamakura selama lebih dari 800 tahun sejak pertama kali didirikan hingga hari ini dan menjadi tempat sejumlah festival budaya penting Kota Kamakura. Kuil Tsurugaoka Hachimangu berstatus sebagai salah satu aset budaya penting di Jepang.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai salah satu Kuil Shinto yang paling sering dikunjungi di Jepang ini? Simak lima fakta menariknya berikut ini, yuk!

1. Diperluas pada era Keshogunan Kamakura

lukisan yang dianggap menggambarkan Minamoto Yorimoto, Shogun pertama, sang pendiri Keshogunan Kamakura di tahun 1192 (commons.wikimedia.org/Fujiwara no Takanobu)

Sebagaimana telah dituliskan di awal paragraf bahwa Kuil Tsurugaoka Hachimangu didirikan oleh Minamoto Yoriyoshi, seorang figur awal dari dinasti atau klan Minamoto pada tahun 1063 dan kemudian dipindahkan ke lokasinya saat ini pada tahun 1180 serta diperluas oleh Minamoto Yoritomo, keturunan dari Minamoto Yoriyoshi. Dalam sejarah Jepang Minamoto Yoritomo adalah Shogun pertama atau penguasa pertama pemerintahan diktator militer Jepang di masa lalu. Ia mendirikan Keshogunan pertama Jepang yakni Keshogunan (Shogunate) Kamakura yang berlangsung selama 141 tahun dari tahun 1192 hingga 1333.

Sejumlah sumber sejarah menuliskan bahwa secara historis gelar Shogun atau sei-i taishōgun yang memiliki arti panglima tertinggi untuk pasukan ekspedisi pernah digunakan para Jenderal pada periode Heian (abad ke 8-9 M) ketika melawan suku-suku di bagian utara Jepang. Dilansir laman Word History, gelar inilah yang pada abad ke-12 dihidupkan kembali oleh Minamoto Yoritomo, seorang pimpinan Samurai yang memiliki hegemoni atas kekuatan militer untuk melegitimasi kekuasaannya. Secara legal Keshogunan berada di bawah kendali Kaisar Jepang namun pada kenyataannya karena memegang kendali militer para Shogunlah yang secara de facto menjadi penguasa Jepang di masa silam sebelum era restorasi Kaisar Meiji.

2. Lokasi kuil ditentukan secara cermat

potret Torii atau gerbang tradisional Jepang di depan pintu masuk Kuil Tsurugaoka Hachimangu (commons.wikimedia.org/Fg2)

Penentuan lokasi Kuil Tsurugaoka Hachimangu di lokasi saat ini tidak dilakukan secara sembarangan. Menurut laman Japan-Experience, desain kuil ini memadukan unsur-unsur Feng Shui tradisional, dengan lokasi yang dipilih secara cermat agar membawa keberuntungan. Tata letaknya yang mencakup jalur akses lurus dan bangunan-bangunan utama yang dibangun di atas permukaan yang lebih tinggi dirancang untuk menciptakan kesan visual yang mengesankan serta mempertegas nilai penting kuil tersebut.

Dalam kaitannya dengan alam, dalam kepercayaan tradisional tata letak lokasi Kuil Tsurugaoka Hachimangu diyakini dilindungi oleh empat dewa penjaga arah mata angin yang berada di: gunung yang menjaga sisi utara (Genbu), sungai yang mengalir di sisi timur (Seiryu), jalan raya utama yang membentang di sisi barat (Byakko), serta ruang terbuka ke arah laut di sisi selatan (Suzaku). Terlepas dari sejumlah perubahan yang telah dialami kuil tersebut selama berabad-abad, dalam hal lokasi dan desain rancangan orisinal yang dilakukan oleh Minamoto Yoritomo pada dasarnya masih utuh.

3. Signifikansi arsitektur kuil

potret salah satu bangunan di bagian dalam kompleks Kuil Tsurugaoka Hachimangu (commons.wikimedia.org/Biliana Nikolova-Lefterova)

Hal yang paling menarik para pengunjung ketika mengunjungi Kuil Tsurugaoka Hachimangu ini tentu saja adalah arsitektur bangunan religius tradisional Jepang. Saat menyusuri wilayah kompleks kuil ini, para pengunjung dan wisatawan akan melihat deretan bangunan yang memukau. Bangunan yang paling menonjol di dalam kompleks kuil tersebut adalah Kuil Utama (Honden) yang didedikasikan untuk menghormati Hachiman, Kaisar Ojin dan Permaisuri Jingu. Di sepanjang jalan setapaknya setelah gerbang masuk utama, para pengunjung akan menjumpai 2 buah kolam yang bernama Genji dan Heika.

Kolam Genji mewakili klan Minamoto dan kolam Heike mewakili Klan Taira, yang mencerminkan perseteruan besar 2 klan tersebut dalam sejarah masa lalu, yang menjadi pengingat tentang ketidak kekalan hidup. Di dalam kompleks kuil ini terdapat pula 2 buah museum terkenal. Yang pertama adalah Museum Harta Karun Nasional Kamakura (Kamakura Museum of National Treasures) yang memamerkan sekitar 4.800 artefak termasuk patung, lukisan, pedang katana dan dokumen-dokumen dari zaman Kamakura. Yang kedua adalah Museum Seni Mordern yang menampilkan karya seni modern dan kontemporer.

4. Terkait dengan penyebaran agama Buddha di Jepang

sebagian kecil corak pengaruh peninggalan arsitektur Buddhis masih dapat dilihat pada bangunan di dalam Kuil Tsurugaoka Hachimangu ini (commons.wikimedia.org/Biliana Nikolova-Lefterova)

Meskipun Kuil Tsurugaoka Hachimangu ini adalah sebuah Kuil Shinto, namun terdapat fakta menarik bahwa di masa lalu di dalam kompleks kuil ini juga terdapat Kuil Buddha dan merupakan salah satu Kuil Buddha tertua di Kamakura. Menurut laman Hachimangu, di masa lalu terdapat upacara yang dinamakan Hojoe. Dahulu dipercaya bahwa dewa (kami) Hachiman merupakan sosok Buddha yang menampakkan diri dalam wujud berbeda. Upacara Hojoe ini dimulai oleh Minamoto Yoritomo yang mengadopsi konsep Buddhis tersebut. Berlandaskan pada larangan membunuh dalam ajaran Buddha, upacara tersebut diselenggarakan untuk memupuk kebajikan para pesertanya melalui upacara pelepasan makhluk hidup yang sebelumnya telah ditangkap.

Pada tahun 1868 karena alasan politis, diberlakukan dekret pemisahan antara Shinto dan Buddha pada masa pemerintahan Kaisar Meiji sehingga saat ini Kuil Tsurugaoka Hachimangu adalah kuil ekslusif untuk agama Shinto. Sejumlah sumber informasi sejarah menuliskan, karena dekret tersebut sejumlah artefak bersejarah Buddha seperti patung-patung diserahkan Kuil Tsurugaoka Hachimangu ke Kuil Buddha seperti ke Kuil Jufuku-ji. Kuil tersebut juga terpaksa menghilangkan bagian-bagian bangunan yang bergaya perpaduan (sinkretisme) antara agama Shinto dan Buddha, meski demikian sebagian kecil corak arsitektur Buddhisme Jepang di masa lalu masih dapat dilihat di beberapa bagian bangunan kuil ini.

5. Menjadi venue festival budaya Yabusame

pertunjukkan Yabusame atau teknik memanah dari atas kuda yang berlari di Kuil Tsurugaoka Hachimangu (commons.wikimedia.org/Biliana Nikolova-Lefterova)

Sebagaimana diinformasikan dalam laman Web-Japan, terdapat festival terkenal yang dilaksanakan setiap tahun pada bulan September di Kuil Tsurugaoka Hachimangu ini yakni Yabusame. Yabusame adalah sebuah teknik keterampilan panahan yang dilakukan dari atas kuda yang berlari yang berasal dari era Keshogunan Kamakura, teknik tersebut diorganisir oleh Minamoto Yoritomo sebagai bentuk pelatihan militer untuk para Samurainya. Keterampilan memanah sambil berkuda merupakan salah satu keterampilan militer tertinggi para Samurai elit.

Dalam perjalanan waktu, Yabusame bukan hanya sekedar sebagai latihan keterampilan militer namun menjadi sebuah ritual yang harus dijalankan. Atas perintah Minamoto Yoritomo ritual Yabusame di Kuil Tsurugaoka Hachimangu dimulai pada tahun 1187 dan masih terus dilestarikan hingga saat ini. Secara tradisi, di masa lalu ritual Yabusame juga didedikasikan untuk menghormati para dewa, kesehatan masyarakat dan hasil panen yang melimpah. Di masa modern ini Yabusame merupakan perpaduan dari ritual keagamaan Shinto dan kompetisi keahlian memanah.

Jangan lupa untuk mengunjungi kuil bersejarah di Kota Kamakura ini jika nanti kamu ada kesempatan untuk berwisata ke Jepang, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article