ilustrasi jerapah (pixabay.com/HowardWilks)
Munculnya kekerabatan antara jerapah, samotherium dan okapi melahirkan perayaan baru. Pertanyaan “Mengapa jerapah berevolusi memiliki leher panjang?” menjadi perdebatan diantara para ilmuwan. Perdebatan tersebut melahirkan dua hipotesis teori evolusi leher panjang jerapah.
Dikutip dari Save Giraffes Now, hipotesis pertama disebut hipotesis merumput. Dengan leher lebih panjang memungkinkan mencapai daun yang tinggi. Salah satu keuntungannya adalah semakin sedikit persaingan dengan herbivora lain.
Hipotesis kedua adalah seleksi seksual. Dimana jerapah jantan melakukan “adu leher” untuk menunjukkan dominasi dan persaingan. Semakin panjang dan kuat leher jerapah maka peluang kawin lebih tinggi.
Walaupun dikenal sebagai nenek moyang jerapah, samotherium merupakan kerabat dekat jerapah. Tak hanya jerapah, samotherium juga memiliki bentuk ruas tulang belakang mirip dengan okapi. Sayang, samotherium sudah punah sehingga informasi terkait samotherium hanya bisa diketahui lewat fosilnya.
Referensi
"Evolution of Giraffes". Safe Giraffes Now. Diakses September 2026.
"Samotherium, the transitional fossil giraffe relative from Greece". Earth Archives. Diakses September 2026.
"Odd creature was ancient ancestor of today’s giraffes". Science. Diakses September 2026.