Berapa Banyak Tulang Leher yang Dimiliki Jerapah? Ini Jawabannya

- Jerapah memiliki tujuh ruas tulang leher, sama seperti manusia dan sebagian besar mamalia, tetapi tiap ruasnya besar serta ditopang ligamen dan otot bahu kuat.
- Leher jerapah yang mencapai 38 persen tinggi tubuh dikaitkan dengan seleksi alam untuk menjangkau makanan dan adaptasi reproduksi melalui pertarungan leher.
- Leher panjang membantu jerapah meraih daun tinggi, jantan bertarung memperebutkan hak kawin, serta mengawasi singa dan predator lain dari kejauhan.
Jerapah adalah hewan tertinggi yang masih hidup hingga saat ini. Tinggi merek bisa mencapai lebih dari lima meter atau 17 kaki. Leher panjang menjulang menjadi salah satu ciri khas utamanya.
Namun, pernahkah kamu bertanya-tanya tentang berapa banyak tulang leher yang dimiliki jerapah? Banyak orang yang mengira bahwa jerapah memiliki puluhan ruas tulang leher. Padahal hal tersebut tidaklah benar. Untuk tahu jawabannya, simak penjelasan di bawah ini!
1. Berapa jumlah ruas tulang leher jerapah?

Jerapah (pexels.com/Ravish Maqsood) Panjang leher jerapah dapat mencapai hingga 2,4 meter (7,9 kaki) dan berat sekitar 600 pon (272 kg). Meski begitu, leher jerapah hanya terdiri dari tujuh ruas tulang belakang leher. Jumlah ini sama dengan manusia dan sebagian besar mamalia lainnya.
Perbedaannya bukan terletak pada jumlah ruas tulang leher, melainkan pada ukuran dan fleksibilitas tulang-tulang jerapah yang luar biasa. Pada jerapah dewasa, satu ruas tulang leher dapat berukuran lebih dari 10 inci. Ligamen nuchal dan otot bahu yang besar membantu menopang berat leher mereka.
Selain leher, jerapah juga memiliki kaki yang sama panjangnya. Kaki jerapah memiliki pnajang sekitar 6 kaki (1,8 meter). Ini adalah alasan kenapa jerapah bisa berlari sangat cepat hingga 35 mph (56 km/jam).
2. Kenapa leher jerapah panjang?

Jerapah (pexels.com/Muffin Creatives) Leher ini mencakup sekitar 38 persen dari total tinggi tubuh mereka. Terdapat dua teori utama yang menjelaskan fenomena ini berdasarkan penelitian ilmiah. Pertama adalah teori seleksi alam dari Charles Darwin.
Leher panjang jerapah berkembang untuk membantunya unggul saat persaingan makanan. Sebab, sekitar 12–14 juta tahun lalu, kondisi sabana kering sehingga membuat pasokan makanan terbatas. Dengan leher panjang, jerapah bisa menjangkau daun di pucuk pohon dan membantunya betahan hidup.
Kedua, ada adaptasi reproduksi yang muncul pada 1990-an ketika ilmuwan menemukan Discokeryx xiezhi. Fosil ini menunjukkan adanya kemungkinan jerapah purba sering bertarung dengan menggunakan leher. Perilaku ini masih terjadi hingga saat ini, jerapah dengan leher kuat dan panjang biasanya akan menang.
3. Fungsi leher panjang jerapah

Jerapah (pexels.com/Rae Wallis) Leher yang menjulang tinggi memberikan berbagai keuntungan bagi kelangsungan hidup jerapah di alam liar. Pertama, membantu jerapah mencari makanan di tempat yang tinggi. Contohnya sendi leher dan lidah panjang membantu menjangkau pucuk pohon akasia yang tinggi.
Leher yang panjang digunakan oleh jerapah jantan untuk bertarung mengamankan hak kawin melalui pertarungan necking. Selanjutnya, leher panjang juga menjadi sistem pengawasan predator. Di mana mereka bisa melihat singa atau predator lain dari jarak jauh.
Kesimpulannya, jerapah memiliki jumlah tulang leher yang sama dengan mamalia lainnya. Yang membuat leher mereka luar biasa bukan dari jumlah tulang, tapi ukurannya. Keungulan inilah yang membantu jerapah bertahan hidup di alam liar.




















