Comscore Tracker

5 Gunung Berapi di Indonesia Ini Pernah Sebabkan Tsunami Hebat

Ternyata bukan cuma Krakatau, lho!

Gak hanya dari gempa bumi, terjadinya tsunami ternyata bisa dipicu oleh aktivitas aktif gunung berapi. Tsunami jenis ini sering disebut sebagai tsunami vulkanis.

Tsunami vulkanis bisa terjadi jika terjadi aliran awan panas atau piroklastik ke laut. Meskipun begitu, tsunami vulkanis juga bisa terjadi jika terjadi letusan dan longsor bawah laut, kaldera runtuh, atau kejadian lainnya yang disebabkan oleh aktivitas gunung berapi. Biasanya, gunung penyebab tsunami berada di tengah laut.

Indonesia ternyata pernah mengalami beberapa kali tsunami yang disebabkan oleh aktivitas vulkanik, lho. Yuk, kita simak beberapa gunung berapi yang pernah menyebabkan tsunami di Indonesia.

1. Gunung Tambora, Nusa Tenggara Barat

5 Gunung Berapi di Indonesia Ini Pernah Sebabkan Tsunami Hebatrahmadramadhan.com

Gunung yang tergolong gunung strato aktif ini memiliki ketinggian 2.850 meter atau sekitar 9350 kaki di atas permukaan laut. 

Pada tahun 1815, gunung ini meletus dahsyat. Erupsi itu diikuti tsunami setinggi 10 meter yang menyapu wilayah pesisir dan memakan korban jiwa lebih dari 10.000 orang. Tsunami Tambora terjadi akibat aliran piroklastik dan runtuhnya kaldera Tambora ke laut.

2. Gunung Ruang, Sulawesi Utara

5 Gunung Berapi di Indonesia Ini Pernah Sebabkan Tsunami Hebatgunungbagging.com

Gunung Ruang termasuk gunung stratovolcano, di mana terdapat kubah lava di puncak gunung. Gunung ini memiliki ketinggian 725 meter atau 2379 kaki di atas permukaan laut. 

Pada Februari 1871, gunung ini pernah menyebabkan tsunami setinggi 26 meter yang menghantam utara Pulau Sulawesi. Korban meninggal dunia mencapai 400 orang. Tsunami ini terjadi karena aliran piroklastik ke laut.

Baca Juga: Erupsi Tambora 1815, Bencana Gunung Api Terbesar dalam Sejarah Dunia

3. Gunung Krakatau, Lampung dan Banten

5 Gunung Berapi di Indonesia Ini Pernah Sebabkan Tsunami Hebatforbes.com

Gunung Krakatau terletak di Selat Sunda, di antara Lampung dan Banten. Gunung Krakatau Purba memiliki ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut. Pada 26 Agustus 1883, terjadi letusan dahsyat gunung Krakatau Purba yang dinobatkan sebagai salah satu yang terbesar di dunia.

Akibat erupsi itu, sebagian besar tubuh Gunung Krakatau Purba hancur hingga hanya meninggalkan sisa-sisa daratan berupa pulau. Pasca erupsi, terjadi tsunami hingga setinggi 40 meter yang menghancurkan banyak wilayah di sekitar Selat Sunda, baik di Lampung maupun Banten. Gak main-main, jumlah korban jiwa mencapai 36 ribu orang. 

Setelah Gunung Krakatau Purba kehilangan tubuhnya, ada beberapa gunung baru yang muncul akibat dorongan aktivitas vulkanik Krakatau, yaitu Pulau Rakata, Pulau Sertung, Pulau Panjang, dan Pulau Anak Krakatau.

Gunung Anak Krakatau setinggi 813 meter atau 2.667 kaki di atas permukaan laut adalah gunung yang masih aktif hingga kini. Pada Desember 2018, Gunung Anak Krakatau menyebabkan tsunami setinggi 0,3-0,9 meter dan menewaskan 430 orang tewas. Tsunami ini terjadi karena longsoran tubuh gunung akibat erupsi.

4. Gunung Rokatenda atau Paluweh, Nusa Tenggara Timur

5 Gunung Berapi di Indonesia Ini Pernah Sebabkan Tsunami Hebatexalt.arthagrahapeduli.org

Gunung dengan dua kawah dan tiga kubah lava ini terletak di Laut Flores, Nusa Tenggara Timur. Gunung ini sebenarnya memiliki tinggi sekitar 3.000 meter jika diukur dari dasar laut, tapi tingginya gunung ini tersembunyi di balik birunya air Laut Flores.

Dari permukaan air laut, gunung ini hanya setinggi 875 meter saja. Gunung Rokatenda pernah meletus pada tahun 1928, serta menyebabkan longsoran dan tsunami hingga setinggi 10 meter. Sebagian besar dari 266 korban jiwa meninggal akibat sapuan gelombang.

5. Gunung Illiwerung, Nusa Tenggara Timur

5 Gunung Berapi di Indonesia Ini Pernah Sebabkan Tsunami Hebatgunungbagging.com

Gunung Illiwerung terletak di semenanjung selatan Pulau Lombelen, Nusa Tenggara Timur. Ketinggian gunung yang memiliki empat kawah ini mencapai 1486 meter atau 4875 kaki di atas permukaan laut.

Dua kali tsunami pernah tercatat terjadi akibat aktivitas vulkanik gunung ini, yaitu pada tahun 1979 dan 1983. Pada Juli 1979, letusan gunung ini menyebabkan dinding gunung runtuh. Akibatnya, terjadi tsunami setinggi sembilan meter yang menelan korban jiwa lebih dari 550 orang.

Sebagai negara dengan banyak gunung berapi, tetap waspada di mana pun kita berada ya, guys. Semoga ke depannya, teknologi preventif untuk memprediksi kejadian-kejadian di atas bisa semakin berkembang sehingga gak ada korban jiwa dalam jumlah yang begitu besar.

Baca Juga: 7 Fakta Erupsi Krakatau, Letusan Gunung Berapi Paling Mematikan

Rivandi Pranandita Putra Photo Verified Writer Rivandi Pranandita Putra

IG: @rivandipputra

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Berita Terkini Lainnya