ilustrasi siput (unsplash.com/Nikola Tomašić)
Tidak semua moluska memiliki kapasitas bertahan yang sama. Spesies siput gurun diketahui mampu melewati periode kering lebih panjang dibanding siput yang hidup di area lembap. Perbedaan ini dipengaruhi struktur tubuh, efisiensi penyimpanan energi, serta kemampuan mengurangi kehilangan air. Karena itu, klaim “bertahun-tahun” tidak bisa digeneralisasi.
Pada kondisi tertentu, dormansi bisa berlangsung lebih dari satu tahun, tetapi jarang melampaui itu tanpa risiko tinggi. Jika suhu terlalu ekstrem atau kekeringan berlangsung terlalu lama, tingkat kematian tetap meningkat. Jadi, durasi panjang bukan jaminan mutlak untuk selamat sebab faktor lingkungan tetap menjadi penentu utama.
Moluska seperti siput memang mampu bertahan dalam kondisi ekstrem melalui fase dormansi yang membuat tubuhnya bekerja sangat lambat. Kemampuan ini sering disalahartikan sebagai tidur bertahun-tahun, padahal yang terjadi adalah penekanan metabolisme, penguncian kelembapan, serta pemanfaatan cadangan energi secara ketat. Jadi, klaim bahwa siput bisa tidur bertahun-tahun tanpa mati perlu dipahami sebagai kemampuan bertahan hidup dengan batas tertentu, bukan kondisi tidur tanpa akhir.