tampak dekat hiu sirip hitam (commons.wikimedia.org/Amada44)
Jarak 74 meter itu melampaui batas suara medan dekat akustik (near-field accoustic), yakni wilayah di sekitar sumber suara yang berada dekat dengan sumber dan punya dampak langsung terhadap partikel air. Angka itu terjadi di wilayah medan jauh akustik (far-field accoustic). Pada wilayah ini, tekanan menghasilkan pergerakan partikel yang lebih halus.
Hal ini menunjukkan bahwa hiu-hiu tersebut mendeteksi pergerakan partikel yang terkait dengan suara, bahkan pada jarak yang cukup jauh dari sumbernya, ungkap Stephen Kajiura, penulis utama studi sekaligus profesor ilmu biologi Universitas Atlantik Florida dalam sebuah pernyataan yang dirilis laman resmi universitas. Sebelumnya, hal ini belum bisa dibuktikan pada hiu yang berenang bebas. Hasil ini sangat menarik mengingat hiu gak punya gelembung renang untuk mendengar.
FYI, gelembung renang digunakan banyak ikan bertulang sejati untuk mendengar dengan cara mengubah tekanan menjadi getaran. Bila hiu gak punya gelembung renang, pasti ada mekanisme lain yang berperan. Para peneliti menduga hiu siirp hitam mendeteksi pergerakan partikel air melalui cara tertentu.
Hiu diyakini mengandalkan telinga bagian dalam. Mengutip laman Science Daily, bagian telinga ini mencakup struktur sensorik khusus yang disebut macula neglecta. Jaringan ini bantu hiu mendeteksi gerakan dan getaran yang timbul saat suara merambat melalui air. Hasil studi ini dipublikasikan dalam jurnal Integrative Organismal Biology Juni 2026 lalu.