Ketika membaca penelitian ilmiah, kita mungkin menemukan istilah systematic review dan meta-analysis. Kedua istilah tersebut sering muncul dalam penelitian kesehatan, kedokteran, psikologi, hingga berbagai bidang ilmu lainnya. Meski terdengar rumit, keduanya berkaitan dengan cara peneliti mengumpulkan dan menganalisis hasil dari berbagai penelitian yang sudah ada.
Apa Itu Systematic Review dan Meta-Analysis di Penelitian?

- Systematic review mencari, memilih, menilai, dan merangkum studi relevan dengan metode serta kriteria yang ditetapkan sejak awal untuk memetakan bukti ilmiah.
- Meta-analysis menggabungkan hasil studi yang cukup sesuai secara statistik untuk menghasilkan perkiraan efek keseluruhan, tetapi tidak selalu dapat dilakukan dalam setiap systematic review.
- Kedua metode membantu melihat bukti dari banyak penelitian, namun kualitas studi, proses pemilihan, dan kesesuaian data tetap perlu diperiksa sebelum menilai hasilnya.
Systematic review dan meta-analysis di penelitian dapat membantu peneliti melihat suatu pertanyaan penelitian dari hasil banyak studi, bukan hanya dari satu penelitian. Namun, keduanya memiliki proses dan tujuan yang berbeda. Dengan memahami perbedaannya, kita akan lebih mudah membaca hasil penelitian yang menggunakan kedua metode tersebut.
1. Systematic review mengumpulkan penelitian yang relevan

ilustrasi penelitian (pexels.com/cottonbro studio) Systematic review adalah metode untuk mencari, memilih, menilai, dan merangkum penelitian yang sudah dilakukan mengenai pertanyaan tertentu. Peneliti tidak sekadar mengumpulkan artikel yang dianggap menarik, tetapi juga menggunakan metode pencarian dan kriteria yang sudah ditentukan sejak awal. Cara tersebut membantu peneliti mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai bukti ilmiah yang tersedia.
Misalnya, peneliti ingin mengetahui apakah olahraga dapat membantu menurunkan tekanan darah. Mereka dapat mencari berbagai penelitian yang membahas hubungan tersebut, kemudian menentukan penelitian mana yang memenuhi kriteria untuk dimasukkan dalam tinjauan. Hasil akhirnya berupa rangkuman mengenai temuan dari berbagai penelitian yang telah dipilih dan dinilai.
2. Meta-analysis menggabungkan hasil dari banyak penelitian

ilustrasi menganalisis data (pexels.com/fauxels) Meta-analysis merupakan metode statistik yang dapat digunakan untuk menggabungkan hasil dari beberapa penelitian yang memiliki pertanyaan atau karakteristik yang cukup sesuai. Dengan menggabungkan data tersebut, peneliti dapat menghitung satu perkiraan efek berdasarkan hasil dari berbagai studi. Metode ini membantu peneliti melihat pola yang mungkin lebih sulit terlihat jika setiap penelitian hanya dilihat secara terpisah.
Sebagai contoh, beberapa penelitian mungkin menemukan bahwa olahraga menurunkan tekanan darah, tetapi besarnya penurunan berbeda pada setiap penelitian. Meta-analysis dapat menggabungkan hasil tersebut untuk memperkirakan seberapa besar pengaruh olahraga berdasarkan keseluruhan penelitian yang dianalisis. Namun, tidak semua systematic review harus menggunakan meta-analysis karena kondisi dan data dari penelitian yang dikumpulkan belum tentu cukup sesuai untuk digabungkan secara statistik.
3. Keduanya berbeda tetapi sering digunakan bersama

ilustrasi seorang peneliti (pexels.com/Mikhail Nilov) Perbedaan sederhananya adalah systematic review berfokus pada proses mencari, memilih, menilai, dan merangkum berbagai penelitian. Sementara itu, meta-analysis berfokus pada penggabungan hasil penelitian menggunakan metode statistik. Karena memiliki fungsi yang berbeda, sebuah systematic review dapat dilakukan tanpa meta-analysis jika hasil penelitian yang tersedia tidak dapat digabungkan secara tepat.
Dalam praktiknya, peneliti dapat melakukan systematic review terlebih dahulu untuk menemukan dan menilai penelitian yang relevan. Jika penelitian yang terkumpul memiliki data yang cukup sebanding, peneliti kemudian dapat melakukan meta-analysis untuk menggabungkan hasilnya. Karena itu, kita bisa menemukan penelitian yang menggunakan systematic review dan meta-analysis sekaligus dalam satu artikel ilmiah.
4. Mengapa metode Ini penting dalam penelitian?

ilustrasi peneliti (unsplash.com/Lucas Vasques) Satu penelitian tidak selalu memberikan gambaran lengkap mengenai suatu masalah. Hasil penelitian dapat berbeda karena jumlah peserta, metode penelitian, karakteristik peserta, atau kondisi penelitian yang digunakan juga berbeda. Dengan melihat banyak penelitian sekaligus, peneliti dapat memperoleh gambaran yang lebih luas mengenai bukti yang sudah tersedia.
Meski begitu, systematic review dan meta-analysis bukan berarti hasilnya pasti benar hanya karena menggunakan banyak penelitian. Kualitas penelitian yang dimasukkan, cara peneliti memilih studi, serta kesesuaian data tetap perlu diperhatikan. Karena itu, ketika membaca hasil systematic review atau meta-analysis, kita juga perlu melihat bagaimana penelitian tersebut dilakukan sebelum menarik kesimpulan.
Systematic review dan meta-analysis di penelitian sama-sama digunakan untuk memahami hasil. Systematic review berfokus pada proses mengumpulkan dan menilai bukti yang tersedia, sedangkan meta-analysis menggunakan metode statistik untuk menggabungkan hasil penelitian yang sesuai. Memahami perbedaan tersebut dapat membantu kita membaca penelitian ilmiah dengan lebih kritis dan tidak langsung menganggap semua hasil penelitian sebagai bukti yang sama kuatnya.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





![[QUIZ]Pilih Batu Kristal Ini, Kami Tebak Seberapa Menyenangkan Dirimu](https://image.idntimes.com/post/20221101/pexels-mikhail-nilov-6932084-34ad38a2ffe93ff890d5524b702be458-e03bee3c9a58e880a05daed3dcc87574.jpg)

![[QUIZ] Apakah Kucingmu Pintar? Cari Tahu Lewat Kuis Ini](https://image.idntimes.com/post/20240912/apakah-kucing-pintar-800649d5b1db2e2d2e7ceeadc3a26252.jpg)










![[QUIZ] Pilih Lukisan Ini, Kami Tebak Kepribadianmu Alpha, Beta, atau Omega](https://image.idntimes.com/post/20250421/pexels-mikegles-30489641-5c4ec660248908e4a47ec88518a7b4c9-34b0e0336ca6850c474ecaf83728c913.jpg)



