Masalah anemia dan defisiensi zat besi pada anak-anak bukanlah isu sepele, dan sayangnya masih sering kurang terdiagnosis. Data menunjukkan bahwa 1 dari 4 anak di Indonesia mengalami anemia akibat defisiensi besi. Di tingkat regional, angkanya mencapai 11 juta anak di bawah usia lima tahun di Asia Tenggara dengan kondisi serupa.
Padahal, masa pertumbuhan awal adalah jendela intervensi yang sangat krusial untuk menentukan masa depan kesehatan jangka panjang seorang anak.
Bruno Chevot, President Danone Asia-Pacific Zone menekankan bahwa langkah pertama dalam mengatasi masalah ini adalah kesadaran berbasis data yang akurat. Tanpa kemampuan untuk melihat masalahnya secara dini, upaya intervensi sering kali terlambat dilakukan.
"Hal pertama yang penting adalah jika Anda tidak tahu, maka Anda tidak bisa bertindak," ujarnya dalam Exclusive Media Briefing & Wawancara Manajemen Global Danone di Jakarta, pada Senin (06/07/2026).
Menurutnya, proses skrining terhadap jutaan bayi dan orang tua sangatlah vital agar mereka dapat memahami potensi risiko kekurangan zat besi sejak dini. Menurutnya, pendekatan dengan teknologi digital akan lebih cepat, masif dan mudah diakses oleh masyarakat luas.