Referensi
"Fenomena Aphelion Berdampak Ke Cuaca Indonesia? Begini Penjelasannya". BMKG. Diakses Juli 2026.
"aphelion". Britannica. Diakses Juli 2026.
Dampak Fenomena Aphelion, Bikin Suhu Terasa Dingin?

Fenomena aphelion terjadi setiap awal Juli saat Bumi berada di titik terjauh dari Matahari.
Dampak fenomena aphelion terhadap suhu dan cuaca di Bumi sangat kecil, tidak langsung membuat suhu jadi dingin.
Suhu dingin di Indonesia pada Juli–September disebabkan oleh musim kemarau dan angin muson timur dari Australia yang membawa udara sejuk.
Setiap Juli, Bumi mengalami fenomena aphelion, yaitu saat posisinya berada di titik terjauh dari Matahari dalam orbitnya. Fenomena astronomi ini merupakan peristiwa alamiah yang terjadi secara rutin setiap tahun. Meski begitu, aphelion masih sering dikaitkan dengan berbagai anggapan, termasuk penyebab cuaca yang terasa lebih dingin.
Lantas, bagaimana sebenarnya dampak fenomena aphelion bagi Bumi? Faktanya, fenomena ini tidak menjadi penyebab utama turunnya suhu udara di Indonesia dan hanya memberikan dampak yang sangat kecil terhadap Bumi. Supaya tidak salah memahami fenomena ini, simak penjelasan berikut.
Table of Content
1. Dampak fenomena aphelion
Fenomena aphelion sebenarnya tidak memberikan dampak signifikan terhadap kondisi Bumi. Meskipun pada saat ini Bumi berada di titik terjauh dari Matahari, selisih jaraknya hanya sekitar 4,8 juta kilometer dibandingkan saat perihelion. Jadi, tidak cukup besar untuk menyebabkan perubahan suhu yang drastis.
Karena itu, anggapan bahwa cuaca menjadi lebih dingin akibat aphelion kurang tepat. Menurut BMKG, perubahan suhu yang dirasakan masyarakat lebih dipengaruhi oleh kondisi atmosfer dan pergantian musim daripada jarak Bumi dengan Matahari.
Dampak aphelion yang paling terlihat justru berada dari sisi astronomi. Saat fenomena ini terjadi, diameter Matahari akan tampak sedikit lebih kecil, sekitar 1,68 persen atau sekitar 15,73 menit busur karena jaraknya dari Bumi mencapai sekitar 152 juta kilometer. Namun, perubahan tersebut hampir tidak dapat disadari tanpa alat pengamatan khusus dan tidak memengaruhi cuaca di permukaan Bumi.
2. Penyebab suhu dingin di Indonesia

Menurut BMKG, suhu udara yang terasa lebih dingin di sejumlah wilayah Indonesia pada Juli hingga September bukan disebabkan oleh fenomena aphelion, melainkan karena pengaruh musim kemarau. Pada periode ini, Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara umumnya mengalami musim kemarau yang ditandai dengan bertiupnya angin muson timur dari Benua Australia menuju Indonesia.
Angin tersebut berasal dari Australia yang sedang mengalami musim dingin sehingga membawa massa udara yang lebih sejuk. Sebelum mencapai Indonesia, angin ini juga melintasi Samudra Hindia yang memiliki suhu permukaan laut relatif lebih dingin. Akibatnya, suhu udara di wilayah Indonesia bagian selatan khatulistiwa, seperti Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, terasa lebih rendah, terutama pada pagi dan malam hari.
Selain itu, musim kemarau juga membuat jumlah awan dan curah hujan berkurang. Kondisi langit yang cenderung cerah menyebabkan panas yang dilepaskan permukaan Bumi pada malam hari lebih mudah keluar ke atmosfer tanpa tertahan oleh awan atau uap air. Inilah yang membuat udara terasa lebih dingin saat malam hingga menjelang pagi. Fenomena ini merupakan kondisi alamiah yang terjadi setiap tahun, bahkan di daerah dataran tinggi seperti Dieng dapat memicu terbentuknya embun es atau embun upas.
3. Kapan fenomena aphelion terjadi?
Fenomena aphelion terjadi satu kali setiap tahun, biasanya pada awal bulan Juli. Pada momen ini, Bumi berada di titik terjauh dari Matahari dalam orbitnya mengelilingi Matahari. Berdasarkan data astronomi, aphelion tahun 2026 terjadi pada 6 Juli pukul 17.30 UTC yang jika dikonversi ke Waktu Indonesia Barat (WIB) menjadi 7 Juli 2026 pukul 00.30 WIB.
Mengingat aphelion merupakan peristiwa astronomi yang melibatkan posisi Bumi dalam orbitnya, fenomena ini terjadi secara bersamaan di seluruh dunia, tak hanya di wilayah tertentu. Meski demikian, aphelion tidak dapat diamati secara langsung dengan mata telanjang. Pasalnya, perubahan jarak Bumi dengan Matahari tidak menimbulkan perbedaan visual yang terlihat dalam kehidupan sehari-hari, sehingga masyarakat hanya dapat mengetahui terjadinya fenomena ini melalui perhitungan astronomi.
Itulah penjelasan mengenai dampak fenomena aphelion beserta fakta dibaliknya. Kini kamu tahu bahwa suhu udara yang lebih dingin bukan disebabkan oleh fenomena ini.
FAQ seputar dampak fenomena Aphelion
| Apa itu fenomena aphelion? | Fenomena aphelion adalah kondisi ketika Bumi berada di titik terjauh dari Matahari dalam orbitnya. Peristiwa ini terjadi satu kali setiap tahun, biasanya pada awal Juli. |
| Apakah fenomena aphelion membuat cuaca di Indonesia lebih dingin? | Tidak. Udara yang lebih dingin di Indonesia disebabkan oleh musim kemarau dan angin muson dari Australia, bukan karena aphelion. |
| Apakah fenomena aphelion bisa dilihat dengan mata telanjang? | Tidak. Fenomena aphelion tidak dapat diamati secara langsung karena perubahan jarak Bumi dengan Matahari tidak menimbulkan perbedaan visual yang terlihat. |









![[QUIZ] Kami Tahu Sifat Asli Kamu Sebenarnya dari Bunga yang Dipilih](https://image.idntimes.com/post/20230120/ioann-mark-kuznietsov-ehlvzcsrjfg-unsplash-361a48d0928398cf008bdfaa26eea21c.jpg)








