Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Fakta Unik Basilica Cistern, Istana Air Megah yang Terlupakan

4 Fakta Unik Basilica Cistern, Istana Air Megah yang Terlupakan
Basilica Cistern (Kurmanbek, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Basilica Cistern dibangun pada abad ke-6 oleh Kaisar Justinian I sebagai penampungan air raksasa yang kini berubah menjadi museum bawah tanah dengan arsitektur megah dan pencahayaan dramatis.
  • Ratusan tiang marmer daur ulang dari reruntuhan kuil kuno, termasuk dua kepala Medusa dengan posisi unik serta Tiang Menangis yang mengenang ribuan budak pembangunannya.
  • Situs ini sempat terlupakan setelah masa Kesultanan Utsmaniyah hingga ditemukan kembali pada abad ke-16 oleh peneliti Prancis Petrus Gyllius, menjadikannya destinasi wisata populer di Istanbul.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Istanbul selalu menyimpan magis yang memikat para pelancong dari berbagai belahan dunia. Salah satu destinasi paling menakjubkan di kota ini berada beberapa meter di bawah tanah, tepat di seberang Hagia Sophia. Tempat bersejarah yang dikenal sebagai Basilica Cistern ini dibangun pada abad ke-6 oleh Kaisar Bizantium, Justinian I.

Pada masa lalu, penampungan air raksasa ini menjadi penyelamat pasokan air bersih bagi seluruh warga kota saat musim kemarau atau pengepungan perang terjadi. Kini, situs kuno tersebut bertransformasi menjadi museum bawah tanah bernuansa magis yang selalu dipadati wisatawan. Melalui perpaduan arsitektur megah dan tata cahaya dramatis, lorong-lorong bawah tanah ini berhasil menyuguhkan suasana yang tenang sekaligus misterius secara bersamaan.

1. Ratusan tiang megah diambil dari reruntuhan bangunan kuno

Basilica Cistern
Basilica Cistern (Kurmanbek, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Saat melangkah ke dalam area ini, matamu akan langsung disambut oleh jajaran tiang marmer yang menjulang kokoh. Total ada 336 tiang yang menyangga langit-langit batu bata merah di tempat ini. Uniknya, tiang-tiang setinggi sembilan meter ini tidak dibuat secara khusus untuk penampungan air tersebut. Sebagian besar tiang justru dicomot dan didaur ulang dari berbagai reruntuhan kuil kuno di wilayah Kekaisaran Romawi Timur.

Karena berasal dari tempat yang berbeda-beda, gaya arsitektur tiang ini pun sangat beragam. Kamu bisa menemukan tiang bergaya Korintus yang penuh ukiran rumit hingga gaya Ionia yang tampak lebih simpel. Perbedaan detail tersebut justru membuat pemandangan di dalam ruang bawah tanah terasa sangat artistik. Penampakan estetik inilah yang membuat warga setempat sering menjulukinya sebagai Istana Tenggelam atau Yerebatan Sarayı.

2. Dua patung kepala Medusa dipasang dengan posisi yang tidak biasa

Basilica Cistern
Basilica Cistern (Ank Kumar, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Berjalanlah terus ke sudut barat laut penampungan air ini untuk menemukan daya tarik utamanya. Di sana, kamu akan melihat dua tiang penyangga yang berdiri di atas balok berbentuk kepala raksasa Medusa. Karakter mitologi Yunani kuno yang rambutnya berupa ular ini dipahat dengan sangat detail pada batu marmer. Namun, penempatan kedua kepala ini justru mengundang tanda tanya besar bagi para sejarawan dan pengunjung hingga hari ini.

Satu kepala Medusa diletakkan dalam posisi terbalik, sedangkan kepala lainnya dipasang dalam posisi miring ke samping. Banyak teori spekulatif yang menyebutkan bahwa penempatan ini bertujuan untuk menetralkan kekuatan mata jahat Medusa. Namun, para arkeolog modern meyakini alasan di balik posisi nyeleneh ini murni karena kebutuhan teknis konstruksi agar tiang bisa berdiri dengan stabil. Selain itu, penggunaan material bekas ini juga menunjukkan efisiensi kerja yang luar biasa pada masa lampau.

3. Tiang menangis didedikasikan untuk mengenang perjuangan ribuan budak

Ağlayan Sütun
Ağlayan Sütun (Nassima Chahboun, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Di antara ratusan tiang yang berjejer rapi, ada satu tiang unik yang dikenal sebagai Tiang Menangis atau Ağlayan Sütun. Berbeda dari tiang-tiang lain yang kering, permukaan tiang khusus ini selalu tampak basah dan lembap. Seluruh badannya dihiasi ukiran bermotif mata burung merak atau air mata yang mengalir ke bawah. Keberadaan tiang ini menyimpan sebuah kisah yang sangat menyentuh sekaligus memilukan bagi siapa saja yang mendengarnya.

Menurut catatan sejarah kuno, pembangunan penampungan air ini mempekerjakan sekitar 7.000 orang budak. Sayangnya, banyak di antara mereka yang harus kehilangan nyawa akibat kecelakaan kerja dan kelelahan ekstrem selama proses konstruksi. Ukiran air mata pada tiang ini diyakini sengaja dibuat khusus sebagai bentuk penghormatan terakhir untuk mengenang jasa mereka. Banyak pengunjung kini melempar koin ke kolam di dekatnya sambil memanjatkan harapan terbaik mereka saat berkunjung.

4. Situs bersejarah ini sempat terlupakan sebelum ditemukan secara tidak sengaja

Basilica Cistern
Basilica Cistern (Kurmanbek, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Setelah beralihnya kekuasaan ke Kesultanan Utsmaniyah pada tahun 1453, penampungan air megah ini sempat terbengkalai begitu saja. Pihak istana lebih memilih menggunakan air mengalir yang dianggap lebih higienis daripada air yang tertampung di bawah tanah. Alhasil, keberadaan ruang bawah tanah seluas hampir 10.000 meter persegi ini perlahan terlupakan dari memori warga kota. Bahkan, tidak ada satu pun orang yang menyadari keberadaan ruang raksasa di bawah kaki mereka selama berpuluh-puluh tahun.

Misteri ini baru terkuak pada abad ke-16 berkat rasa penasaran seorang peneliti asal Prancis bernama Petrus Gyllius. Ia mendengar desas-desus tentang warga lokal yang sering menimba air bersih langsung dari lubang di lantai rumah mereka. Tidak hanya itu, beberapa warga bahkan berhasil memancing ikan segar dari lubang gelap tersebut secara ajaib. Setelah ditelusuri lebih lanjut, Gyllius akhirnya berhasil menemukan kembali gerbang masuk menuju keajaiban bawah tanah yang kini menjadi salah satu destinasi wisata terpopuler di Istanbul.

Mengunjungi Basilica Cistern tidak hanya menyuguhkan keindahan arsitektur kuno, tetapi juga mengajak kita merenungkan sejarah panjang di balik pembangunannya. Jika kamu berkesempatan berlibur ke Istanbul, pastikan untuk turun ke bawah tanah dan merasakan langsung sensasi magis yang ditawarkan oleh penampungan air legendaris ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More