Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Fakta Unik Kuélap, Benteng Kokoh Peru yang Runtuh tapi Tetap Indah

4 Fakta Unik Kuélap, Benteng Kokoh Peru yang Runtuh tapi Tetap Indah
Kuelap (Ceciluqp, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Kuélap, benteng batu peninggalan suku Chachapoyas di pegunungan Amazonas, dibangun abad ke-6 M sebagai pusat pertahanan dan ritual dengan dinding setinggi 20 meter serta ratusan rumah bundar.
  • Penelitian arkeologi terbaru menemukan makam kuno berisi lima kerangka manusia dan artefak ritual berusia lebih dari 500 tahun di Area 12, menambah nilai sejarah situs Kuélap.
  • Setelah empat tahun penutupan akibat longsor 2022, pemerintah Peru membuka kembali Kuélap pada Juni 2026 dengan akses mudah lewat kereta gantung modern yang mempersingkat perjalanan wisatawan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Pemerintah Peru bersama para arkeolog dunia terus berupaya keras melestarikan situs purbakala Kuélap yang terletak di pegunungan utara wilayah Amazonas. Benteng batu raksasa peninggalan kebudayaan Chachapoyas ini dibangun sejak abad ke-6 Masehi sebagai pusat pertahanan sekaligus ritual keagamaan bagi masyarakat kuno. Lokasinya yang berada di puncak gunung terjal membuat pemandangan di sekitar benteng ini terlihat sangat menakjubkan sekaligus dramatis.

Situs bersejarah yang sering dijuluki "Machu Picchu dari utara" ini sempat ditutup total selama empat tahun akibat runtuhnya sebagian dinding selatan pada April 2022 lalu. Namun, berkat kerja keras dari tim restorasi Kementerian Kebudayaan Peru, kompleks wisata sejarah yang memesona ini akhirnya resmi dibuka kembali secara bertahap sejak Juni 2026. Kehadiran kembali ikon wisata ini tentu menjadi angin segar yang sangat dinanti oleh para pencinta sejarah dan pelancong dunia.

1. Suku Chachapoyas membangun dinding batu raksasa untuk menghalau musuh

Kuélap
Kuélap (JYB Devot, CC BY-SA 4.0, via WIkimedia Commons)

Situs purba Kuélap didirikan oleh suku Chachapoyas yang sangat tersohor dengan julukan "Prajurit Awan". Mereka membangun pemukiman berbenteng ini di ketinggian sekitar 3.000 meter di atas permukaan laut. Pilihan lokasi ekstrem ini tentu bukan tanpa alasan yang matang dari para leluhur. Mereka sengaja memilih puncak bukit terjal ini demi mengamankan wilayah dari ancaman serangan suku musuh seperti Huari.

Dinding batu kapur raksasa yang mengelilingi kota kuno ini berdiri kokoh dengan ketinggian mencapai 20 meter. Di balik tembok tebal tersebut, terdapat sekitar 450 rumah batu berbentuk bundar yang menjadi tempat tinggal warga lokal. Struktur pintu masuknya juga sengaja dirancang sangat sempit dan menyempit di bagian dalam. Desain unik ini memaksa pasukan penyerang berjalan satu per satu sehingga mereka sangat mudah untuk dilumpuhkan oleh penjaga benteng.

2. Arkeolog menemukan makam kuno berisi lima kerangka manusia di Area 12

Kuélap
Kuélap (EdsonFuentesMera, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Penelitian arkeologi terbaru di kompleks bersejarah Kuélap terus memberikan kejutan besar bagi dunia ilmu pengetahuan. Pada Mei 2026 lalu, para arkeolog dari Program Riset Arkeologi Kuélap berhasil menemukan sebuah struktur pemakaman kuno di Area 12. Letak kuburan purba ini tergolong sangat strategis karena berada tepat di persimpangan dua jalur akses utama benteng. Bentuk makam tersebut menyerupai huruf U yang dilengkapi dengan dua anak tangga kuno.

Di dalam struktur makam kuno tersebut, tim ahli menemukan sisa-sisa tulang belulang milik lima individu berbeda. Salah satu kerangka yang berhasil diidentifikasi merupakan jasad seorang anak balita yang dimakamkan dengan ritual khusus. Para peneliti juga menemukan berbagai barang persembahan seremonial bernilai tinggi yang berusia lebih dari 500 tahun. Barang antik itu meliputi liontin batu tulis berukir geometris serta wadah upacara yang berbentuk mirip buah pacay khas Andes.

3. Kereta gantung modern mempermudah perjalanan wisatawan menuju puncak bukit

ilustrasi kereta gantung
ilustrasi kereta gantung (pexels.com/Jeffry Surianto)

Pada masa lalu, perjalanan menuju benteng awan ini membutuhkan stamina fisik yang sangat prima dari para pelancong. Wisatawan yang ingin berkunjung harus melewati jalur darat berliku dan mendaki bukit terjal selama berjam-jam lamanya. Tantangan fisik ini sering kali diperparah oleh kondisi cuaca pegunungan yang sangat tidak menentu dan ekstrem. Bagi para pencinta petualangan ekstrem, jalur pendakian tradisional ini tetap menjadi tantangan tersendiri yang sangat memacu adrenalin.

Kini perjalanan menuju puncak Kuélap sudah jauh lebih mudah, praktis, dan juga ramah bagi semua kalangan usia. Pemerintah setempat telah mengoperasikan sistem kereta gantung modern pertama di Peru yang menghubungkan kota Nuevo Tingo langsung ke area situs. Fasilitas transportasi udara ini sanggup memangkas waktu tempuh yang melelahkan menjadi hanya sekitar 20 menit perjalanan saja. Sepanjang perjalanan di dalam kabin, mata para penumpang akan dimanjakan oleh pemandangan lembah hijau yang luar biasa indah.

4. Pemerintah Peru kembali membuka jalur wisata utama setelah perbaikan dinding selesai

Kuélap
Kuélap (Ceciluqp, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Sebagian struktur dinding selatan dari benteng kuno ini sempat mengalami kerusakan parah akibat longsor pada April 2022. Curah hujan yang sangat tinggi dituding menjadi penyebab utama runtuhnya struktur batu bersejarah tersebut. Demi menjaga keselamatan para wisatawan dan mencegah kerusakan lebih lanjut, pihak berwenang terpaksa menutup area terdampak. Penutupan darurat ini sempat membuat para agen perjalanan dan turis asing merasa kecewa karena kehilangan ikon utama wisata.

Setelah melewati proses pemulihan intensif selama empat tahun, pintu gerbang ikonik ini akhirnya kembali diakses oleh publik. Pembukaan kembali gerbang selatan ini bertepatan dengan momen perayaan Pekan Pariwisata Chachapoyas yang sangat meriah. Pengunjung kini dapat kembali menikmati pemandangan spektakuler yang menjadi wajah utama promosi wisata Kuélap di kancah internasional. Otoritas pariwisata optimis bahwa jumlah kunjungan wisatawan akan meningkat pesat pasca pemulihan total ini.

Kuélap membuktikan bahwa keindahan sejarah masa lalu akan selalu menemukan jalan untuk tetap bersinar di era modern. Kunjungan Anda ke benteng awan ini tidak hanya menawarkan petualangan visual yang menawan, tetapi juga memberikan penghormatan mendalam bagi ketangguhan peradaban suku Chachapoyas di Peru.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More