Studi tersebut juga menunjukkan bahwa kanibalisme pada ular tidak terbatas pada satu kelompok tertentu saja. Perilaku ini telah berevolusi secara independen di berbagai garis keturunan ular dan ditemukan di banyak wilayah dunia. Dengan menggabungkan berbagai laporan ilmiah dan observasi lapangan, para peneliti berupaya memahami pola kemunculan perilaku tersebut secara lebih luas.
Tim peneliti mengumpulkan total 503 laporan kasus kanibalisme yang melibatkan 207 spesies ular. Laporan tersebut mencakup berbagai kelompok ular di seluruh benua tempat ular hidup, baik yang diamati di alam liar maupun dalam kondisi penangkaran. Menurut Bruna Falcão, temuan ini cukup mengejutkan bagi para peneliti.
Ia mengatakan bahwa awalnya tidak ada yang menyangka ular bisa menunjukkan perilaku kanibalisme dalam jumlah kasus sebanyak itu. Namun semakin banyak literatur yang ditelusuri, semakin banyak pula contoh yang ditemukan.
Temuan ini menunjukkan bahwa kanibalisme pada ular kemungkinan merupakan strategi adaptif yang muncul berulang kali sepanjang evolusi mereka. Dengan memahami mengapa perilaku ini berkembang, para ilmuwan berharap dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang cara hewan beradaptasi terhadap tekanan lingkungan dan keterbatasan sumber daya di alam.
Referensi
Falcão, Bruna B., Vinícius a. São Pedro, and Omar M. Entiauspe‐Neto. “Occurrence and Evolution of Cannibal Behaviour in Extant Snakes.” Biological Reviews/Biological Reviews of the Cambridge Philosophical Society 101, no. 2 (November 2, 2025): 644–64.
"Snakes keep evolving into cannibals — here's what scientists think is going on". Diakses pada Maret 2026. Live Science.