Mendagri Resmikan 1.300 Huntara untuk Daerah Terdampak Bencana di Sumatra

- Huntara dibangun dan disalurkan ke delapan kabupaten/kota terdampak bencana di Sumatra.
- Proses pemulihan pascabencana menunjukkan perkembangan bertahap.
Jakarta, IDN Times - Ratusan unit hunian sementara (huntara) di sejumlah wilayah terdampak bencana di Sumatra telah selesai dibangun. Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, meresmikan sebanyak 1.300 unit huntara tersebut di Sumatra Utara, Senin (5/2/2026).
Keberadaan huntara ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung masa transisi masyarakat dari fase tanggap darurat menuju tahap pemulihan pascabencana.
1. Total 1.300 unit huntara dibangun di delapan kabupaten/kota

Tito mengatakan, sebanyak 1.300 unit huntara dibangun dan disalurkan ke delapan kabupaten/kota yang terdampak bencana. Dia mengatakan, penyaluran bantuan hunian dilakukan berdasarkan dampak bencana yang dialami tiap wilayah.
“Saya mewakili Bapak Presiden untuk meresmikan hunian sementara di delapan kabupaten/kota yang terdampak,” ujar Tito.
Berdasarkan catatan, wilayah Sumatra Utara menerima ratusan unit huntara. Kabupaten Tapanuli Selatan memperoleh 250 unit, Tapanuli Utara 40 unit, dan Tapanuli Tengah 112 unit.
Sementara itu, di Provinsi Aceh, pembangunan huntara tersebar di empat daerah, yakni Aceh Tamiang sebanyak 58 unit, Aceh Timur 308 unit, Aceh Utara 84 unit, serta Pidie Jaya yang menerima alokasi terbanyak dengan 410 unit.
2. Progres pemulihan daerah terdampak terus dievaluasi

Tito mengatakan, proses pemulihan pascabencana di sejumlah daerah terus menunjukkan perkembangan secara bertahap. Namun, tingkat pemulihan di tiap wilayah masih berbeda-beda.
“Dari 52 kabupaten/kota, ada yang sudah normal penuh, mendekati normal, dan ada yang perlu atensi khusus,” ujar Tito.
Di Sumatra Barat, dari 19 daerah, 16 terdampak dengan tujuh sudah pulih, tujuh mendekati normal, dan dua masih memerlukan atensi khusus. Sementara di Sumatra Utara, dari 33 kabupaten/kota, 18 daerah terdampak, dengan sembilan telah kembali normal, tujuh mendekati normal, dan dua masih dalam perhatian khusus. Adapun di Aceh, dari 23 kabupaten/kota, sebanyak 18 terdampak, 11 di antaranya telah pulih, satu mendekati normal, dan enam masih membutuhkan perhatian khusus.
3. Skema bantuan rumah rusak hingga penyediaan hunian tetap

Selain pembangunan huntara, pemerintah juga menyiapkan skema bantuan perbaikan rumah berdasarkan tingkat kerusakan.
“Untuk rumah rusak ringan, akan dibantu sebesar Rp15 juta, rumah rusak sedang dibantu Rp30 juta, dan rumah rusak berat atau hilang dibantu dengan indeks Rp60 juta,” Ujar Tito.
Bantuan tersebut disalurkan melalui BNPB dengan dukungan data dari pemerintah daerah. Tito menegaskan, bagi warga yang rumahnya hilang atau mengalami kerusakan berat, pemerintah juga menyiapkan dukungan lanjutan berupa hunian tetap sebagai bagian dari pemulihan jangka panjang.


















