Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Akhir Cleveland Cavaliers di NBA Playoff 2026, Disapu 0-4!
ilustrasi basket NBA (pexels.com/Zeynep Sude Emek)
  • Cleveland Cavaliers tersingkir dari Final Wilayah Timur NBA 2026 setelah disapu 0-4 oleh New York Knicks akibat kehilangan momentum dan performa tembakan yang menurun drastis.
  • Strategi pertahanan Cavaliers yang fokus di area bawah ring justru membuka ruang bagi penembak Knicks, membuat mereka kalah telak dalam rebound dan second chance point.
  • Kelelahan pemain serta buruknya akurasi tripoin memperparah serangan Cavaliers, mendorong manajemen untuk mengevaluasi skuad dan mencari pemain baru pada musim panas 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Cleveland Cavaliers kalah telak 0-4 dari New York Knicks di Final Wilayah Timur 2026. Mereka tumbang karena perbedaan fisik, penurunan performa tembakan, dan perebutan bola pantul. Ini sekaligus mengakhiri perjalanan Cavaliers di NBA 2025/2026 yang sebelumnya menang atas Toronto Raptors dan Detroit Pistons di playoff.

1. Sempat meyakinkan di final wilayah, malah melempem sepanjang seri

Di pertandingan pertama, Cleveland Cavaliers sebenarnya tampil meyakinkan. Namun, mereka menyia-nyiakan keunggulan 22 poin pada kuarter keempat, yang mengubah momentum sepenuhnya sepanjang seri. New York Knicks, yang berhasil membalikkan keadaan sejak itu, membawa keunggulan mereka ke depan dengan penampilan dominan pada babak pascamusim reguler.

James Harden, bintang NBA yang baru datang dari Los Angeles Clippers pada tengah musim ini, sangat kesulitan memanfaatkan peluang. Dia hanya mencetak 2 dari 8 field goal di pertandingan eliminasi. Harden, yang semestinya memberi dampak signifikan dalam permainan Cavaliers, gagal memberikan kontribusi yang dibutuhkan.

Sebaliknya, Knicks tampak nyaman memanfaatkan keunggulan mereka dengan meretas pertahanan perimeter Cavaliers yang lemah. Josh Hart, forward Knicks, bahkan mencetak 26 poin di pertandingan kedua. Perolehan itu menjadi poin tertinggi dalam kariernya di playoff.

2. Strategi pertahanan Cleveland Cavaliers menjadi bumerang bagi mereka

Strategi pertahanan Cleveland Cavaliers berfokus kepada menjaga area di bawah ring untuk menghentikan Jalen Brunson. Taruhan strategis ini justru menjadi bumerang. Ia membuat para penembak New York Knicks seperti Josh Hart dan Landry Shamet leluasa melepaskan tembakan-tembakan jarak jauh yang sangat efektif sekaligus mampu mematahkan semangat Cavaliers.

Knicks juga mendominasi Cavaliers dalam rebound. Dalam kemenangan telak di pertandingan keempat (130-93), misalnya, mereka unggul perebutan bola pantul dengan rekor 60-33. Ini yang menyebabkan selisih second chance point dengan Cavaliers sangat besar (32-5).

3. Mengalami kebuntuan dalam mencetak poin, terutama dari perimeter dan jarak jauh

Ancaman tembakan perimeter hingga jarak jauh Cleveland Cavaliers, yang biasanya datang dari James Harden dan beberapa ahli tembak, menghilang saat menghadapi New York Knicks. Mereka, contohnya, mencetak poin dengan persentase tripoin yang buruk dengan hanya 27,5–28 persen di beberapa pertandingan. Selain dari Donovan Mitchell, serangan Cavaliers seolah otomatis gagal menghasilkan performa yang konsisten saat itu.

Kemerosotan performa tembakan Cavaliers yang sangat buruk di Final Wilayah Timur 2026 disebabkan beberapa hal. Dua di antaranya shot selection yang buruk dan kurangnya ancaman ofensif yang dapat diandalkan, terutama saat Harden mengalami kebuntuan. Selain Mitchell, pemain-pemain Cavaliers yang bertugas membuka ruang di lapangan dan penembak dari bangku cadangan gagal memanfaatkan peluang menembak dari spot terbuka yang tercipta dari drive-and-kick.

4. Akumulasi kelelahan memengaruhi Cleveland Cavaliers di Final Wilayah Timur 2026

Cleveland Cavaliers tampak mengalami kelelahan ekstrem setelah melewati 2 seri yang memaksa mereka bermain dalam 7 pertandingan melawan Orlando Magic dan Detroit Pistons. Sepanjang empat pertandingan yang berakhir dengan kekalahan telak, mereka kehilangan kekuatan pada tubuh bagian bawah, yang dibutuhkan untuk tembakan perimeter, yang menyebabkan banyak open shot meleset.

Ruang gerak pemain menjadi sangat terbatas. Ini memungkinkan pertahanan New York Knicks untuk menjebak Donovan Mitchell dan memadati area di bawah ring secara agresif. Knicks memanfaatkan postur tubuh mereka yang tinggi untuk mengadang Cavaliers keluar garis tripoin, memaksa mereka melakukan percobaan tembakan dengan terburu-buru.

5. Perlu evaluasi skuad dan memutuskan hal-hal penting pada musim panas

Untuk memperbaiki kelemahan dalam hal menembak dan mencegah kekalahan di playoff lagi, manajemen Cleveland Cavaliers diharapkan membentuk ulang line-up mereka pada musim panas 2026. Cavaliers dirasa perlu memprioritaskan wing player dengan kemampuan menembak cepat dan produktif untuk memastikan open shot saat Donovan Mitchell melakukan penetrasi dengan mengekplorasi pasar. Entah melalui free agent atau pertukaran pemain.

Manajemen juga kemungkinan akan melepas pemain veteran yang berkinerja buruk dan bergaji tinggi. Ini agar mereka bisa meningkatkan fleksibilitas keuangan dan menyuntikkan pemain muda yang lebih energik ke dalam rotasi. Untuk mengatasi masalah rebound, macam defisit 60-33 dari pertandingan keempat melawan New York Knicks, Cavaliers mungkin akan mencari bigman yang kuat secara fisik dan berorientasi kepada pertahanan, yang dapat mengamankan defensive rebound tanpa mengorbankan ruang gerak.

Mungkinkah mereka memperbaikinya pada musim panas? Ini akan menarik untuk ditunggu. Apalagi, Cleveland Cavaliers baru saja mengambil keputusan penting dengan mendatangkan James Harden pada tengah musim NBA 2025/2026 dan masih punya Donovan Mitchell yang mungkin masih jadi pusat permainan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article