Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Alex Rins dan Drama Jari Tengah di Mandalika

2 min read
 Alex Rins  dan Drama Jari Tengah di Mandalika
Pembalap Aprilia Racing Jorge Martin (kanan), pembalap Red Bull KTM Factory Racing Pedro Acosta (tengah) dan pembalap Monster Energy Yamaha MotoGP Alex Rins (kiri) memacu kecepatan sepeda motornya saat mengikuti sesi Free Practice 1 MotoGP Mandalika 2026. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
  • Alex Rins mengacungkan jari tengah kepada marshal di Mandalika setelah kecelakaan saat latihan bebas, ketika upayanya menumpang skuter untuk kembali ke pit terhalang.
  • Video insiden tersebut viral dan memicu kecaman warganet. Rins meminta maaf, mengakui reaksinya tidak pantas, serta menegaskan penghormatannya kepada para marshal.
  • Rins menyebut kolom media sosialnya dibanjiri ancaman kematian dan kekerasan. Ia bertanggung jawab atas kesalahannya, tetapi menolak serangan personal dan ingin mengakhiri polemik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sirkuit Mandalika mendadak geger akibat aksi tak terpuji Alex Rins. Rider kawakan Monster Energy Yamaha itu kedapatan mengacungkan jari tengah ke arah marshal.

Insiden panas ini meletup saat sesi latihan bebas Jumat (9/10/2026) lalu menyisakan dua menit. Rins yang mengalami kecelakaan bergegas mencari cara untuk kembali ke pitbox.

Perselisihan bermula ketika sang pembalap hendak menumpang skuter. Sempat diizinkan oleh satu petugas, langkah Rins justru dihalangi oleh dua marshal lainnya.

  1. 1. Picu kemarahan warganet

    Rekaman video tersebut langsung viral dan memicu gelombang kemarahan netizen. Sadar aksinya menuai kecaman, Rins buru-burung mengunggah klarifikasi dan permohonan maaf.

    Eks pembalap Suzuki ini mengakui tindakannya di atas trek sama sekali tak bisa dibenarkan. Ia menyesal karena perilakunya disaksikan oleh jutaan penggemar muda di seluruh dunia.

    "Saya ingin menjelaskan apa yang terjadi kemarin setelah kecelakaan saya. Ada kesalahpahaman dengan seorang marshal saat saya mencoba kembali ke pit. Itu adalah momen yang menegangkan dan saya bereaksi dengan cara yang tidak seharusnya. Saya meminta maaf atas tindakan saya. Itu tidak benar, terutama karena saya tahu ada penggemar muda yang menyaksikan kami," tulis Rins seperti dilansir Motosan.

  2. 2. Menghormati Marshal

    Rins menegaskan dirinya tetap menaruh rasa hormat tinggi terhadap dedikasi para petugas lintasan. Menurutnya, insiden tersebut murni luapan emosi sesaat di lapangan.

    "Saya sangat menghormati para marshal dan pekerjaan mereka," bebernya.

    Namun, polemik tak berhenti pada permohonan maaf semata. Rins mengaku terkejut melihat reaksi netizen yang sudah melampaui batas kemanusiaan.

  3. 3. Rins enggan memperpanjang iklim negatif

    Kolom komentar media sosial miliknya mendadak banjir ancaman pembunuhan hingga pesan bernada kekerasan. Ia menilai serangan personal tersebut sudah tidak wajar.

    "Namun, saya juga menerima komentar yang sangat ofensif, termasuk yang merujuk pada kematian dan kekerasan. Saya memahami kemarahan yang muncul akibat reaksi saya, tetapi ancaman dan hinaan tidak boleh dianggap dapat diterima. Kita semua bisa melakukan kesalahan, dan saya bertanggung jawab atas kesalahan saya," ujarnya.

    Seusai balapan utama berakhir, Rins enggan memperpanjang iklim negatif yang terus menyudutkan dirinya. Ia memilih menutup rapat-rapat lembaran kelam di GP Indonesia.

    "Itu menjadi kekacauan besar. Tidak ada lagi yang perlu dikatakan. Saya sudah meminta maaf. Situasinya benar-benar ekstrem, tetapi sudahlah, lanjut ke hal berikutnya. Tidak perlu membuang waktu untuk masalah ini," kata Rins, menurut pernyataan yang dikumpulkan Manuel Pecino.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More