Alex Rins Minta Maaf ke Marshal Mandalika Usai Kontroversi Jari Tengah

Alex Rins meminta maaf kepada marshal Mandalika setelah mengacungkan jari tengah dalam situasi penuh tensi saat sesi latihan.
Rins mengaku frustrasi setelah jatuh dan gagal tampil maksimal, lalu mendapat teguran keras dari Steward FIM.
Marshal Mandalika dinilai profesional karena tetap menjalankan SOP dan berani menolak permintaan yang tidak sesuai fungsi.
Jakarta, IDN Times - Pembalap Monster Energy Yamaha MotoGP Team, Alex Rins, pada akhirnya meminta maaf atas insiden acungan jari tengah kepada marshal di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika. Rins mengaku khilaf dan terpengaruh atas situasi yang berkembang di lapangan.
Aksi Rins pada sesi practice menuai polemik di media sosial. Dalam video yang beredar, Rins terlihat ingin dievakuasi dengan menggunakan kendaraan flying marshal. Padahal, kendaraan itu tak sesuai dengan fungsinya untuk mengevakuasi pembalap, karena ada moto-taxi.
Flying marshal juga punya tanggung jawab untuk berada di sekitar lintasan, karena memiliki tugas khusus untuk penanganan darurat pertama di lintasan balap dan membawa alat pemadam api ringan (APAR).
Marshal yang bertugas tetap berpegang teguh pada standar operasional. Namun, Rins tak terima hingga akhirnya tensi meninggi dan mengacungkan jari tengah.
1. Akui frustrasi dan salah
Rins mengaku salah atas tindakannya. Dia menyatakan insiden itu bisa terjadi sebagai imbas dari rasa frustrasinya akibat gagal menampilkan performa terbaik hingga jatuh di lintasan. Apalagi, saat itu dia sedang terburu-buru untuk kembali ke garasi.
"Momen penuh tensi di tengah sesi latihan. Saya sudah minta maaf ke marshal," kata Rins, dalam kolom komentar di akun Instagram miliknya, @alexrins.
2. Sudah dapat teguran
Tindakan Rins telah memicu reaksi dari Steward FIM. Kabarnya, Steward FIM telah memanggil pembalap asal Spanyol itu dan diberikan teguran keras.
Apalagi, penolakan marshal yang bertugas sama sekali tak melanggar SOP di lintasan, justru menaatinya dengan menolak permintaan pembalap karena tidak sesuai fungsinya.
"Jadi, mereka telah melakukan sesuai SOP tugasnya masing-masing tanpa menyalahi aturan yang ada," kata eks Direktur Utama MGPA sekaligus pemilik lisensi FIM, Priandhi Satria, dalam keterangan resminya.
3. Bukti profesionalitas marshal Mandalika
Insiden ini menjadi bukti nyata pengelolaan operasional di Mandalika sudah berjalan secara terstruktur dan profesional. Petugas di lapangan terbukti memiliki keberanian untuk berkata tidak jika permintaan pembalap bertentangan dengan prosedur yang berlaku.
Priandhi memberikan apresiasi tinggi kepada manajemen MGPA di bawah kepemimpinan Ananda Mikola yang sukses mendidik para marshal lokal dengan baik. Pelatihan rutin yang diberikan terbukti mampu menciptakan petugas berkarakter yang paham betul mana tindakan yang benar dan salah.
"Saya pribadi memberikan respek yang tinggi kepada manajemen MGPA di bawah kepemimpinan Direktur Utama MGPA, Bapak Ananda Mikola, beserta jajaran direksi. Mereka berhasil mendidik para petugas lintasan atau marshal melalui tim motorsport, sehingga para petugas memahami mana yang benar dan salah serta berani mengatakan tidak terhadap sesuatu yang mereka anggap keliru," ujar Priandhi.






















