Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ciamik di Asian Games 2026, Timnas Padel Indonesia Akan Terus Melaju
Timnas Padel Indonesia pulang usai mentas di Asian Games 2026. (IDN Times/Sandy Firdaus)
  • Timnas padel Indonesia meraih dua medali pada debut cabang ini di Asian Games 2026: perak melalui Fadona Kusumawati/Fitriani Sabatini dan perunggu dari Novela Putria/Beatrice Gumulya.

  • Fadona mengaku pencapaian perak melampaui target pribadinya yang semula minimal perunggu, hingga ia merasa bangga dan terharu setelah pertandingan.

  • PBPI menyebut hasil tersebut sebagai awal perjalanan padel Indonesia; tim selanjutnya menghadapi Kualifikasi Piala Dunia di Kuwait pada 26-30 Oktober.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Timnas padel Indonesia menorehkan prestasi apik di Asian Games 2026. Meski menjadi cabang olahraga (cabor) baru yang dipertandingkan, Merah Putih mampu membawa pulang dua medali.

Kedua medali tersebut diraih dari nomor Women's Pair. Fadona Kusumawati/Fitriani Sabatini meraih perak, sedangkan Novela Putria/Beatrice Gumulya membawa pulang perunggu. Emas jadi milik Jepang.

Setelah berjuang selama kurang lebih sepekan di Jepang, para atlet padel Indonesia kembali ke Tanah Air pada Minggu (4/10/2026) malam WIB. Mereka tiba bersama para atlet putra dan ofisial tim.

1. Fadona tak menyangka bisa bawa pulang perak

Timnas Padel Indonesia pulang usai mentas di Asian Games 2026. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Fadona Kusumawati mengaku bangga sekaligus tidak menyangka dapat meraih medali perak pada debut padel di Asian Games 2026. Menurutnya, sejak awal dirinya dan Fitriani Sabatini tidak memasang target tinggi. Fadona secara pribadi hanya menargetkan minimal membawa pulang medali perunggu.

"Untuk diri saya sendiri menargetkan pulang membawa medali minimal perunggu, tapi ternyata melebihi dari target saya, kami berdua malah mendapatkan perak," kata Fadona kepada awak media.

Fadona bahkan mengaku sampai menangis haru setelah pertandingan karena tidak menyangka bisa mencapai posisi tersebut.

"Itu sebuah kebanggaan yang luar biasa. Saya sampai nangis terharu terus dari habis main, karena saking enggak nyangkanya bisa di titik sekarang," ujar Fadona

2. PBPI sebut dua medali sebagai pencapaian luar biasa

Timnas Padel Indonesia pulang usai mentas di Asian Games 2026. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Ketua Umum Pengurus Besar Padel Indonesia (PBPI), Galih Dimuntur Kartasasmita, turut mengapresiasi pencapaian tim padel Indonesia. Menurutnya, keberhasilan membawa pulang satu perak dan satu perunggu menjadi catatan bersejarah karena Asian Games 2026 merupakan debut padel di ajang tersebut.

Dia menilai pencapaian tersebut semakin istimewa karena perkembangan olahraga padel di Indonesia masih tergolong muda. Dalam waktu singkat, padel bisa berprestasi di kancah internasional.

"Padel di Indonesia masih sangat muda, tetapi dalam waktu yang begitu singkat, para atlet dan seluruh tim di belakang mereka telah mencurahkan hati, tenaga, dan jiwa untuk memberikan yang terbaik," ujar Galih.

PBPI menyebut keberhasilan tim padel Indonesia di Asian Games 2026 tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, baik dari internal kepengurusan di seluruh Indonesia maupun pihak eksternal.

Galih secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) dan International Padel Federation (FIP) yang telah mendukung keikutsertaan padel di Asian Games 2026.

"Terima kasih kepada NOC Indonesia dan FIP, atas dukungan, kepercayaan, dan dorongannya hingga akhirnya momen bersejarah ini terwujud, padel menjadi bagian dari cabang olahraga Asian Games," katanya.

Galih juga berterima kasih kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) serta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang terus memberikan dukungan terhadap perkembangan padel Indonesia.

"Terima kasih kepada KONI, yang sejak awal tidak pernah berhenti mendukung, mendorong, dan percaya kepada PBPI. Dan kepada Kemenpora, atas dukungan yang terus diberikan kepada para atlet dan perkembangan olahraga Indonesia," kata Galih.

3. PBPI anggap prestasi di Asian Games baru awal

Timnas Padel Indonesia pulang usai mentas di Asian Games 2026. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Galih menegaskan keberhasilan di Asian Games 2026 bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang padel Indonesia untuk berkembang dan berprestasi di level internasional.

"Terima kasih kepada seluruh atlet dan keluarga mereka, atas kerja keras, pengorbanan, dan perjuangan tanpa henti untuk mengharumkan nama Indonesia," ucapnya.

Dia juga meminta para atlet tetap rendah hati dan terus memiliki semangat untuk berkembang. Sebab, ke depan sudah ada beberapa ajang besar lain yang menanti padel Indonesia.

"Ingat selalu apa yang sering saya katakan; tetap lapar, tetap humble, mari tunjukkan pada dunia apa yang kita miliki," ujar Galih.

Setelah Asian Games 2026, tim padel Indonesia sudah dihadapkan pada Kualifikasi Piala Dunia yang akan berlangsung di Kuwait, 26 sampai 30 Oktober. Ada capaian lain yang harus mereka kejar.

Curated For You

Editorial Team

Related Article