Meski Berat, Padel Indonesia Tetap Incar Prestasi di Asian Games 2026

- PB PI menyiapkan delapan atlet nasional, terdiri dari empat putra dan empat putri, untuk Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.
- Para atlet menjalani pemusatan latihan di Spanyol serta dijadwalkan beruji coba dengan pemain Eropa, Timnas Italia, dan FIP di Belanda.
- PB PI memasang target realistis karena pengalaman padel Indonesia masih lebih singkat, sambil membawa modal juara ketiga Asia sektor putri pada 2025.
Jakarta, IDN Times - Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) menatap Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang, dengan sangat serius. Mereka tengah memanaskan mesin delapan atlet demi meraih prestasi terbaik di multiajang paling bergengsi di Asia tersebut.
Asian Games 2026 memang menjadi momen bersejarah bagi padel. Sebab, ini kali pertama padel masuk dalam cabang olahraga (cabor) yang resmi dipertandingkan untuk berebut medali.
1. Siapkan delapan atlet andalan di dua sektor
PB PI pun tidak ingin main-main dalam mempersiapkan debut bersejarah ini. Mereka telah menyeleksi dan menyiapkan delapan atlet terbaik nasional yang akan menjadi tulang punggung Kontingen Indonesia di Jepang nanti.
Delapan atlet tersebut akan dibagi secara proporsional ke dalam dua sektor pertandingan. Tim Merah Putih akan diperkuat empat atlet putra dan empat atlet putri, yang akan membentuk dua pasangan andalan di masing-masing sektornya.
2. Panaskan mesin di kiblat padel dunia
Sebagai bentuk keseriusannya, PB PI menerbangkan kedelapan atlet tersebut ke Spanyol untuk menjalani pemusatan latihan selama sebula lebih, sejak 8 Agustus 2026. Spanyol sengaja dipilih karena merupakan salah satu kiblat utama dalam perkembangan olahraga padel di dunia saat ini.
Mereka juga dijadwalkan akan melakoni serangkaian pertandingan uji coba melawan pemain-pemain tangguh Eropa. Pengalaman ini penting untuk mendongkrak motivasi dan kepercayaan diri atlet.
"Ya mereka berlatih dengan Timnas Italia juga nanti di sana. Jadi ada uji cobanya juga, mencari pengalaman, dan akan bertanding juga ya di FIP kalau enggak salah di Belanda. Jadi kembali lagi ke sana menggali ilmu, belajar, bertanding, menambah poin, supaya kita bisa lebih siap nanti di Asian Games," kata Wakil Ketua Umum I PB PI, Mochtar Sarman kepada awak media.
3. Realistis pasang target hadapi lawan berat
Menyoal target medali, Mochtar memilih realistis. Namun, hasil manis di level Asia pada 2025 lalu menjadi modal federasi untuk optimistis meraih prestasi.
"Terakhir, tahun lalu, putri kami mendapatkan peringkat ketiga Asia, di Qatar. Semoga kami bisa lebih baik dari itu ya. Pasti lawan-lawan lebih berat. Kita baru main Padel ini dua-tiga tahun, sedangkan yang lain sudah tujuh sampai delapan tahun. Ya, semoga bisa lebih baik dari Piala Asia. Kita juga baru main padel ini dua sampai tiga tahun belakangan, sedangkan negara yang lain sudah tujuh atau delapan tahunan," ujar Mochtar.


















