Berangkat Mandiri, Padel Indonesia Siap Unjuk Gigi di Asian Games 2026

PBPI menatap Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, yang menjadi kali pertama padel dipertandingkan untuk memperebutkan medali.
Tim Padel Indonesia menuju Jepang dengan dana mandiri dan dukungan pihak swasta, tanpa mengandalkan anggaran pemerintah.
Indonesia menyiapkan delapan atlet, terdiri dari empat putra dan empat putri, untuk nomor ganda putra serta ganda putri.
Jakarta, IDN Times - Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) menatap Asian Games 2026 Aichi-Nagoya dengan serius. Apalagi, edisi kali ini merupakan momen bersejarah bagi padel, karena pertama kalinya dipertandingkan berebut medali.
Persiapan pun tengah digalakkan. Mereka ingin tampil semaksimal mungkin, mengingat Tim Padel Indonesia menuju Jepang menggunakan dana mandiri, tidak mengandalkan anggaran pemerintah.
1. Disokong pihak swasta, siap kirim komposisi tim terbaik
Keberanian PBPI untuk memberangkatkan atlet secara mandiri tak lepas dari keberhasilan mereka menggandeng sponsor pihak swasta. Mereka siap mengirim komposisi tim terbaik saat bertolak ke Jepang.
"Alhamdulillah untuk federasi sudah mendapatkan support dari swasta, jadi semoga kita bisa mengirimkan full team bukan hanya pemain, tapi juga staf kepelatihan," ujar Mochtar di sela-sela turnamen Unity Cup 2026, Sabtu (22/8/2026).
2. Padel Indonesia bertekad buktikan diri
Langkah PBPI memilih pendanaan mandiri ini rupanya didasari oleh kesadaran diri yang tinggi. Disebut Mochtar, federasi memiliki prinsip untuk menghindari kebiasaan menuntut anggaran kepada pemerintah sebelum bisa menunjukkan hasil nyata di lapangan.
"To be fair ya, kita harus buktikan dulu kepada Kemenpora kalau padel bisa menyumbangkan medali. Kalau tidak, berat kalau kami minta-minta (anggaran)," ujar Mochtar.
3. Berebut dua keping emas bersejarah di Nagoya
Debut padel di Asian Games 2026 ini merupakan hasil lobi panjang antara Federasi Padel Internasional (FIP) dan Dewan Olimpiade Asia (OCA) pada tahun lalu. Cabang olahraga ini dijadwalkan bakal memperebutkan dua keping medali emas bergengsi dari nomor ganda putra dan ganda putri.
Menjawab tantangan tersebut, Indonesia akan menerjunkan total delapan atlet andalannya, empat putra dan empat putri. Kedelapan atlet ini akan didampingi oleh tim ofisial yang dikepalai pelatih Ari Moya.
"Empat putra, empat putri, jadi ada dua tim (di setiap sektor) yang diberangkatkan. Terakhir, tahun lalu, putri kami mendapatkan peringkat ketiga Asia, di Qatar. Semoga kita bisa lebih baik dari itu ya. Pasti lawan-lawan kita berat," ungkap Mochtar.



















