Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Musim Terakhir AS Roma Tampil di UCL sebelum 2026/2027

3 Musim Terakhir AS Roma Tampil di UCL sebelum 2026/2027
ilustrasi AS Roma (unsplash.com/Liam McKay)
  • AS Roma membuka Serie A 2026/2027 dengan tiga kemenangan beruntun dan kembali ke Liga Champions setelah finis ketiga pada musim domestik 2025/2026.
  • Pada UCL 2015/2016, Roma lolos dari grup dengan 6 poin, tetapi langsung tersingkir di babak 16 besar setelah kalah agregat 0-4 dari Real Madrid.
  • Roma mencapai semifinal UCL 2017/2018 lewat comeback atas Shakhtar dan Barcelona, lalu gugur dari Liverpool; pada 2018/2019, mereka kalah dramatis dari Porto di babak 16 besar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

AS Roma mengawali 2026/2027 dengan tiga kemenangan beruntun di Serie A Italia. Giallorossi pun layak pede bisa tampil apik pula di UEFA Champions League (UCL) musim ini. Bukan mustahil, mereka bakal mencapai fase gugur, seperti dalam 3 musim terakhir mereka di UCL. Inilah raihan AS Roma dalam ketiga kesempatan tersebut.

  1. 1. AS Roma tertatih-tatih pada fase grup UCL 2015/2016 dan gugur pada babak 16 besar

    AS Roma lolos ke Liga Champions 2015/2016 setelah menjadi runner-up Serie A musim sebelumnya. Pada fase grup, mereka harus bersaing dengan Barcelona, Bayer Leverkusen, dan BATE Borisov. Hasilnya, AS Roma sempat tertatih-tatih, tapi tetap berhasil lolos ke fase knockout.

    Giallorossi hanya meraih 6 poin hasil 1 kemenangan, 3 keimbangan, dan 2 kekalahan. Mereka bahkan sempat dibantai 1-6 di kandang Barcelona. Meski demikian, AS Roma masih bisa keluar sebagai runner-up grup. Mereka punya koleksi poin sama dengan Bayer Leverkusen, tapi berhak finis di atas sang pesaing karena head-to-head.

    Sayangnya, langkah AS Roma terhenti pada babak 16 besar. Mereka tak berkutik di hadapan Real Madrid. AS Roma keok 0-2 dalam laga kandang dan tandang. Giallorossi pun tidak tampil di UCL musim berikutnya karena gagal pada babak kualifikasi.

  2. 2. AS Roma membuat kejutan luar biasa di UCL 2017/2018 hingga mencapai semifinal

    Setelah absen semusim, AS Roma kembali ke Liga Champions pada 2017/2018. Kali itu, mereka tampil luar biasa. Anak asuh Eusebio Di Francesco tampil gemilang sejak fase grup. Mereka menjuarai Grup C meski harus bersaing dengan dua tim besar Eropa, Chelsea dan Atletico Madrid.

    Pada fase gugur, AS Roma sukses membukukan dua comeback. Mereka menyisihkan Shakhtar Donetsk pada babak 16 besar setelah kalah duluan. Aksi comeback lebih gila kemudian tercatat pada perempat final. Setelah digebuk 1-4 oleh Barcelona di Camp Nou, AS Roma membalikkan keadaan usai menang 3-0 pada leg kedua di Olimpico.

    AS Roma pun lolos ke semifinal UCL untuk pertama kali pada abad 21. Mereka bahkan nyaris meneruskan kejutan hingga final. Sempat kalah 2-5 di markas Liverpool, AS Roma kembali menggila pada laga kedua. Sayangnya, kemenangan 4-2 tak cukup untuk membawa mereka ke partai puncak.

  3. 3. AS Roma disingkirkan FC Porto pada babak 16 besar UCL 2018/2019 melalui duel ketat

    Penampilan terakhir AS Roma di Liga Champions sebelum 2026 terjadi pada 2018/2019. Saat itu pun mereka berhasil melewati fase grup. Tergabung di Grup G, AS Roma tergabung dengan Real Madrid, Viktoria Plzen, dan CSKA Moscow. Real Madrid menjadi juara grup sesuai prediksi, sedangkan AS Roma menguntit di bawah mereka.

    Pada babak 16 besar, AS Roma bertemu FC Porto. Giallorossi sempat di atas angin usai memenangi laga pertama dengan skor 2-1. Sayangnya, mereka kalah dengan skor serupa pada leg kedua. Pertandingan pun berlanjut ke babak tambahan, dan AS Roma akhirnya tersingkir usai kebobolan satu gol lagi.

    Setelah itu, AS Roma sempat lama absen di UCL. Pasalnya, mereka selalu finis di luar empat besar liga domestik. AS Roma baru bisa kembali ke UCL usai finis di peringkat ketiga Serie A 2025/2026.

    AS Roma memang bukan unggulan kuat juara Liga Champions 2026/2027. Namun, mereka punya potensi berbicara cukup banyak, setidaknya hingga fase gugur. Start apik di Serie A musim ini dan raihan bagus dalam 3 musim terakhir di UCL adalah faktor pendukungnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More