Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Daftar Juara Bertahan China Open, Ada Fajar/Fikri!
ilustrasi bulu tangkis (pexels.com/Saif71.com)

China Open 2026 mulai bergulir di Changzhou, China, pada 21–26 Juli 2026. Turnamen BWF Super 1000 ini kembali mempertemukan para pebulu tangkis terbaik dunia untuk bersaing memperebutkan gelar juara. Sejumlah pemain pun datang dengan status sebagai juara bertahan.

Pada edisi 2025, China tampil dominan setelah merebut empat gelar juara. Sementara itu, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjadi satu-satunya wakil non-China yang berhasil naik podium tertinggi. Lalu, siapa saja yang masuk dalam daftar juara bertahan China Open?

1. Shi Yu Qi (China) tak terkalahkan di sektor tunggal putra

Shi Yu Qi datang ke China Open 2025 dengan status unggulan ketiga. Pebulu tangkis andalan tuan rumah itu sukses meraih gelar juara usai mengalahkan juniornya yang merupakan pemain nonunggulan, Wang Zheng Xing, dengan skor 14-21, 21-14, dan 21-15 dalam waktu 1 jam 4 menit. Kemenangan tersebut sekaligus menegaskan dominasinya di turnamen kandang.

Pada China Open 2026, Shi Yu Qi kembali menjadi salah satu favorit juara. Kali ini, ia menempati posisi unggulan pertama, sedangkan Wang Zheng Xing tidak ambil bagian dalam turnamen. Dengan status tersebut, Shi Yu Qi berpeluang besar untuk mempertahankan gelarnya di sektor tunggal putra.

2. Han Yue (China) menjuarai sektor tunggal putri

Final sektor tunggal putri China Open 2025 mempertemukan dua wakil terbaik tuan rumah, Han Yue dan Wang Zhi Yi. Han yang saat itu berstatus unggulan keempat tampil dominan dengan mengalahkan unggulan kedua, Wang, lewat kemenangan straight game 21-8 dan 21-13 dalam waktu 39 menit. Hasil tersebut mengantarkan Han Yue keluar sebagai juara.

Persaingan keduanya kembali berlanjut di China Open 2026. Wang Zhi Yi kembali menempati unggulan kedua, sedangkan Han Yue turun sebagai unggulan kelima. Jika sama-sama melaju jauh, bukan tidak mungkin keduanya akan saling bertemu kembali.

3. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (Indonesia) menaiki podium tertinggi ganda putra

China Open 2025 menjadi debut Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sebagai pasangan. Datang sebagai pemain nonunggulan, Fajar/Fikri justru mampu melangkah hingga partai final sektor ganda putra. Mereka kemudian menutup perjalanan impresif itu dengan mengalahkan pasangan unggulan kedua asal Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik.

Fajar/Fikri tampil meyakinkan di laga final dengan kemenangan dua game langsung 21-15 dan 21-14 dalam waktu 35 menit. Pada China Open 2026, pasangan Indonesia ini kembali ambil bagian dengan status unggulan kedua. Sementara itu, Aaron Chia/Soh Wooi Yik tidak turun sebagai pasangan pada edisi kali ini.

4. Liu Sheng Shu/Tan Ning (China) mendominasi sektor ganda putri

Liu Sheng Shu/Tan Ning menunjukkan dominasinya di sektor ganda putri China Open 2025. Berstatus sebagai unggulan pertama, pasangan China tersebut berhasil mengalahkan rekan senegaranya yang berstatus nonunggulan, Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian, pada partai final. Duel sesama wakil tuan rumah itu berlangsung sengit hingga tiga game.

Liu/Tan akhirnya memastikan gelar juara setelah menang dengan skor 23-22, 17-21, dan 21-14 dalam waktu 1 jam 9 menit. Pada China Open 2026, keduanya kembali turun sebagai pasangan unggulan teratas dunia. Sementara itu, Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian juga kembali berpasangan dan menempati unggulan kedua.

5. Fang Yan Zhe/Huang Dong PIng (CHina) keluar sebagai juara ganda campuran

Final ganda campuran China Open 2025 mempertemukan dua pasangan unggulan terbaik dunia. Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping yang berstatus unggulan pertama berhasil mengalahkan unggulan kedua, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin, dalam duel sesama wakil China. Kemenangan tersebut mengukuhkan dominasi tuan rumah di sektor ganda campuran.

Feng/Huang tampil solid dengan kemenangan dua game langsung 23-21 dan 21-17 dalam waktu 47 menit. Pada China Open 2026, pasangan ini kembali turun dengan status unggulan pertama. Mereka akan kembali menjadi salah satu kandidat kuat untuk mempertahankan gelar juara di sektor ganda campuran.

China Open 2026 akan menjadi kesempatan bagi para juara bertahan untuk kembali menunjukkan kualitasnya di turnamen level BWF Super 1000. Dominasi pemain tuan rumah masih menjadi tantangan besar, tetapi wakil dari negara lain juga memiliki peluang untuk menghentikan laju para juara bertahan. Menarik untuk dinantikan apakah para juara tahun lalu mampu mempertahankan gelarnya atau justru akan muncul juara baru di Changzhou.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAtqo Sy

Related Article