Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Daftar Juara Ganda Putra Badminton dalam 5 Edisi Terakhir Asian Games

4 min read
Daftar Juara Ganda Putra Badminton dalam 5 Edisi Terakhir Asian Games
ilustrasi bulu tangkis (pexels.com/Saif71.com)
  • Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin meraih emas ganda putra Asian Games 2026 setelah mengalahkan Liang Wei Keng/Wang Chang dalam final tiga gim di Aichi-Nagoya.
  • Indonesia merebut empat emas ganda putra dalam lima edisi terakhir melalui Markis/Hendra, Ahsan/Hendra, Marcus/Kevin, serta Leo/Daniel.
  • Dominasi Indonesia sempat terputus pada Asian Games 2022, ketika Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty menjadi pasangan India pertama yang menjuarai sektor ini.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Indonesia kembali menambah medali emas dari cabang olahraga bulu tangkis pada Asian Games 2026 setelah Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menjadi juara ganda putra nomor perorangan. Hasil ini memperpanjang dominasi Indonesia di sektor ganda putra karena dalam lima edisi terakhir hingga 2026, wakil Indonesia mendominasi perolehan medali emas. Lantas, siapa saja pasangan ganda putra yang berhasil membawa pulang emas dalam lima edisi terakhir Asian Games?

  1. 1. Markis Kido/Hendra Setiawan (Indonesia) juara pada edisi 2010

    Pada edisi 2010, Markis Kido mencatatkan namanya sebagai peraih medali emas Asian Games bersama Hendra Setiawan di sektor ganda putra. Saat itu, keduanya merupakan salah satu pasangan terbaik yang dimiliki Indonesia dan tampil sebagai unggulan dalam persaingan menuju podium tertinggi. Markis/Hendra kemudian memastikan gelar juara setelah mengalahkan pasangan Malaysia, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong, pada laga final.

    Kemenangan tersebut menjadi satu-satunya medali emas yang diraih Indonesia dari cabang olahraga bulu tangkis pada Asian Games 2010. Hasil itu sekaligus menambah catatan prestasi Markis/Hendra di panggung internasional setelah sebelumnya meraih berbagai gelar bergengsi. Gelar di Guangzhou tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan karier keduanya sebagai ganda putra Indonesia.

  2. 2. Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (Indonesia) meraih medali emas Asian Games 2014

    Hendra Setiawan kembali meraih medali emas Asian Games pada edisi 2014 yang berlangsung di Incheon, Korea Selatan. Kali ini, Hendra berpasangan dengan Mohammad Ahsan dan berhasil mengalahkan wakil tuan rumah, Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong, pada laga final ganda putra. Kemenangan tersebut membuat Hendra menjadi salah satu pemain Indonesia yang mampu meraih emas ganda putra pada dua edisi Asian Games secara beruntun.

    Indonesia juga membawa pulang satu emas lainnya dari cabang bulu tangkis pada edisi tersebut. Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari menjadi juara di sektor ganda putri dan melengkapi dua medali emas Indonesia. Dengan demikian, Hendra/Ahsan dan Greysia/Nitya sama-sama menyumbangkan emas bagi Indonesia di Incheon.

  3. 3. Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (Indonesia) menyabet emas pada edisi 2018

    Indonesia kembali memastikan medali emas dari sektor ganda putra pada Asian Games 2018 yang berlangsung di Jakarta. Final ideal tercipta karena Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo harus berhadapan dengan sesama wakil Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Marcus/Kevin akhirnya keluar sebagai juara setelah mengalahkan Fajar/Rian pada laga final.

    Sebagai tuan rumah, Indonesia juga menambah medali emas dari sektor tunggal putra melalui Jonatan Christie. Dengan hasil tersebut, cabang bulu tangkis menyumbangkan dua medali emas bagi Indonesia pada Asian Games 2018. Kemenangan Marcus/Kevin juga membuat medali emas ganda putra tetap menjadi milik Indonesia untuk tiga edisi Asian Games secara beruntun.

  4. 4. Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (India) juara pada edisi 2022

    Dominasi Indonesia di sektor ganda putra terhenti pada Asian Games 2022 yang digelar di Hangzhou, China. Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty menjadi pasangan India pertama yang berhasil meraih medali emas Asian Games di sektor tersebut. Mereka memastikan gelar juara setelah mengalahkan wakil Korea Selatan, Choi Sol Gyu/Kim Won Ho, pada laga final.

    Gelar tersebut menjadi pencapaian penting bagi Satwik/Chirag sebagai salah satu pasangan ganda putra terbaik yang dimiliki India. Sementara itu, Indonesia gagal meraih satu pun medali dari cabang bulu tangkis pada ajang empat tahunan tersebut. Hasil ini sekaligus mengakhiri catatan Indonesia yang sebelumnya selalu meraih emas ganda putra dalam tiga edisi Asian Games berturut-turut.

  5. 5. Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin (Indonesia) naik podium tertinggi pada edisi 2026

    Ganda putra Indonesia kembali meraih medali emas pada Asian Games 2026 yang berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang. Meski bukan pasangan unggulan, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin mampu tampil konsisten dan menunjukkan permainan terbaik hingga babak final. Mereka kemudian memastikan gelar juara setelah mengalahkan pasangan terbaik China, Liang Wei Keng/Wang Chang, dalam pertandingan tiga game.

    Sebelum meraih emas di nomor perorangan, Leo/Daniel juga menjadi bagian dari tim putra Indonesia yang berhasil merebut medali emas beregu. Dua emas tersebut membuat Leo/Daniel menjadi salah satu pasangan Indonesia yang mencatatkan prestasi ganda pada Asian Games 2026. Keberhasilan mereka sekaligus mengembalikan medali emas ganda putra ke tangan Indonesia setelah sebelumnya terlepas pada edisi 2022.

    Dalam lima edisi terakhir Asian Games, Indonesia berhasil meraih empat medali emas dari sektor ganda putra melalui pasangan berbeda. Catatan tersebut menunjukkan konsistensi ganda putra Indonesia di panggung Asia, meski dominasi itu sempat terhenti pada edisi 2022.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More