Denmark Open 2020: Ganda Putri Tuan Rumah Melenggang Mulus

Jakarta, IDN Times - Turnamen Denmark Open 2020 resmi dimulai hari ini. Di pertandingan kedua hari ini, pasangan ganda campuran Denmark Christine Busch/Amalie Schulz memenangkan laga kontra wakil Jerman Annabella Jaeger/Stine Küspert dalam turnamen Denmark Open 2020 pada Selasa (13/10/2020).
Christine/Amalie memenangkan laga dalam dua set langsung dengan skor 21-9, 23-21. Pertandingan berlangsung selama 37 menit di Odense Sport Park, Denmark.
1. Chrstine/Amalie unggul sejak awal laga

Sejak set pertama dimainkan, pasangan Denmark Crhistine/Amalie mendominasi jalannya laga. Keduanya unggul jauh bahkan menang mutlak di set pertama. Setelah meninggalkan Annabella/Stine dengan skor 11-6 di interval set pertama, Christine/Amalie terus memperlebar keunggulan.
Tak terlalu banyak serangan sulit yang dikerahkan pasangan Denmark ini. Set pertama diamankan Christine/Amalie dengan skor 21-9.
2. Annabella/Stine sempat tunda langkah kemenangan Christine/Amalie

Di set kedua, lagi-lagi Christine/Amalie mendominasi pertandingan. Di awal set kedua, pasangan Denmark ini bahkan unggul 4 skor tanpa balasan (4-0) dalam satu kali servis.
Unggul 10-4, langkah Christine Amalie tertahan. Annabella/Stine sukses mencuri lima poin beruntun hingga skor 10-9. Cepat-cepat Christine/Amalie mengamankan interval dengan skor 11-9.
Kembali mengungguli laga hingga mencapai match game poin, Christine/Amalie seolah terlena. Semula unggul 20-17, Christine/Amalie tertahan hingga 21-21. Annabelle/Stine memang banyak memberikan serangan di set kedua ini. Pertandingan harus berjalan lebih panjang dari perkiraan.
Sempat tertahan, set kedua diamankan kembali oleh Christine/Amalie dengan skor 23-21 dan mengantongi kemenangan perdana di turnamen ini.
3. Protokol kesehatan diterapkan di Denmark Open 2020

Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama turnamen Denmark Open 2020 berlangsung. Maklum saja, turnamen ini berlangsung di tengah wabah COVID-19 yang belum berakhir secara global.
Zonasi di stadion dan hotel diterapkan secara ketat. Pemain dan ofisial juga sebisa mungkin tidak melakukan kontak fisik. Makanya, pergantian shuttlecock tidak lagi dilakukan service judge, lho.


















