Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Fajar/Fikri Akui Persaingan Ketat Ganda Putra Masuk Skuad Piala Thomas
Wawancara Fajar/Fikri usai pelatnas di PBSI Cipayung. (IDN Times/William Jonathan)
  • Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri menghadapi tantangan berat bersaing dengan pasangan muda untuk mempertahankan posisi di skuad Piala Thomas 2026.
  • Mereka memilih fokus pada peningkatan performa di setiap latihan dan turnamen tanpa menjadikan persaingan internal sebagai beban.
  • Fajar/Fikri menekankan pentingnya adaptasi dan evaluasi permainan agar mampu mengimbangi kecepatan serta agresivitas ganda putra muda Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shouibul Fikri, mengungkapkan tantangan besar dalam bersaing dengan pasangan-pasangan muda untuk masuk skuad Piala Thomas 2026.

Mereka menilai, persaingan internal sektor ganda putra Indonesia berjalan ketat lantaran kualitas pemain muda yang terus meningkat.

1. Regenerasi membuat mereka kewalahan

Fajar/Fikri menilai, sektor ganda putra Indonesia saat ini dipenuhi banyak pasangan yang sedang dalam performa terbaik. Hal itu membuat perebutan tempat menjadi lebih kompetitif

Mereka berdua sadar, kondisi itu membuat mereka tak bisa mendapat jaminan masuk skuad Piala Thomas.

Namun, persaingan ketat di internal ini tak mau dijadikan Fajar/Fikri beban. Mereka memilih fokus memberikan performa terbaik di setiap kesempata, baik saat latihan dan menjalani turnamen.

2. Persaingan semakin ketat, tetap fokus setiap pertandingan

Fajar/Fikri ogah menjadikan persaingan ketat dengan ganda putra lainnya menjadi beban. Mefeka hanya ingin menikmati proses selamgkah demi selangkah untuk bisa masuk skuad Piala Thomas.

"Dan, untuk Thomas Cup sendiri belum (tahu) kami. Kalau masuk Alhamdulillah, kalau enggak ya latihan lebih keras lagi.” ujar Fajar saat ditemui IDN Times di Pelatnas PBSI Cipayung, Rabu (31/3/2026).

3. Adaptasi jadi kunci dari konsistensi

Menghadapi situasi tersebut, Fajar/Fikri menekankan pentingnya evaluasi dan peningkatan permainan. Mereka terus memperbaiki kekurangan dan mempertajam kelebihan dalam latihan agar bisa bersaing di level tertinggi.

"Fokus utama kini adalah bagaimana menerapkan hasil latihan tersebut di pertandingan agar tidak kembali tertekan oleh pola permainan lawan," bebernya.

Menilik lebih jauh, Fajar/Fikri menilai ganda putra muda Indonesia ini punya kelebihan dalam gaya bermain. Mereka tampil lebih cepat dan agresif.

Hal itu diakui acap menjadi batu sandungan Fajar/Fikri saat menjalani sebuah turnamen. Tak jarang, mereka harus angkat koper, lantaran sulit mengantisipasi permainan junior-juniornya dalam turnamen.

Selain itu, Fajar/Fikri mengaku para pemain muda ini juga punya modal bagus saat beduel dengannya. Pola permainan Fajar/Fikri diakui sudah terbaca lantaran sering menjalani latihan bersama.

“Mereka punya speed yang sangat kencang, karena kita juga latihan bareng jadi mereka tahu banget kelemahan kita dan langsung diterapkan di pertandingan.” kata Fajar.

Editorial Team