Emosionalnya Glasner Usai Kasih Trofi Conference League ke Crystal Palace

- Oliver Glasner menutup masa kepelatihannya di Crystal Palace dengan membawa tim menjuarai UEFA Conference League 2025/2026 lewat kemenangan 1-0 atas Rayo Vallecano.
- Glasner menegaskan keberhasilan Palace adalah hasil kerja keras dan kepercayaan para pemain, bukan semata karena strategi atau kepemimpinannya.
- Meskipun mempersembahkan tiga trofi, Glasner tetap memilih hengkang dari Palace tanpa penyesalan dan menyampaikan terima kasih kepada pemain serta pendukung klub.
Jakarta, IDN Times - Oliver Glasner menutup perjalanannya sebagai pelatih Crystal Palace dengan sempurna. Glasner sukses membapa The Eagles menjuarai UEFA Conference League 2025/2026 pada Kamis (28/5/2026) dini hari WIB.
Palace juara usai menaklukkan Rayo Vallecano dengan skor 1-0 lewat gol tunggal Jean-Philippe Mateta dalam laga final. Trofi Conference League pada akhirnya menjadi kado perpisahan Glasner yang dipastikan cabut usai musim 2025/26.
1. Glasner emosional usai bawa Palace juara
Usai berhasil membawa Palace juara, Glasner begitu emosional. Dia berselebrasi dengan melakukan slide yang panjang di pinggir lapangan. Bahkan, sebelum hingga peluit akhir dibunyikan, Glasner harus menarik napas dalam-dalam, menyerap energi yang ada di Red Bull Arena, Leipzig, demi menumpahkan emosinya.
"Saya menarik napas dalam-dalam saat peluit akhir berbunyi. Saya hanya mendukung tim ini. Saya bisa menjadi pesulap terbaik, tetapi tanpa para pemain, tidak akan berhasil," ujar Glasner, mengutip The Guardian.
2. Semua karena kerja keras pemain
Bagi Glasner, keberhasilan Palace menjadi juara bukan karena tangan dingin dan kecerdasannya dalam meramu strategi. Justru, dia menilai para pemain Palace yang berjasa lebih besar, karena kerja kerasnya sepanjang musim luar biasa.
"Para pemain layak mendapatkan semua pujian karena mereka percaya kepada saya dan bekerja sangat keras. Mereka akan mengatakan kepada Anda, saya sangat menuntut. Tetapi mereka tahu, saya menginginkan yang terbaik untuk semua orang. Begitu semua orang memahami hal itu, kami menciptakan semangat luar biasa dan para pendukung sekarang mendapatkan apa yang pantas didapatkan dengan tempat di Liga Europa," kata Glasner.
3. Cabut dari Palace tanpa penyesalan
Meski berhasil mempersembahkan tiga trofi, Glasner memastikan keputusannya untuk meninggalkan Palace tidak berubah. Pelatih 51 tahun itu juga memastikan tak ada penyesalan saat memutuskan untuk cabut dari Palace.
Glasner merasa hanya seorang pelayan untuk klub dan para pemain, bukan sosok yang harus menjadi pusat perhatian. Sebagai salam perpisahannya, Glasner juga mengucapkan terima kasih kepada para pendukung.
"Saya adalah pelayan bagi para pemain, klub dan seseorang yang memberikan arah. Saya mengatakan kepada para pemain hari ini dalam pertemuan ketika berada di hotel, karena mendapat banyak pesan dari para penggemar yang mengatakan, 'Terima kasih untuk hari terbaik dalam hidup saya'. Saya sangat menghargainya. Dan saya mengatakan kepada para pemain hal yang sama persis. Jadi, saya harus mengucapkan terima kasih kepada para pemain. Saya harus mengucapkan terima kasih kepada para pendukung, karena itu adalah hal yang sama," kata Glasner.


















