5 Fakta Crystal Palace Usai Juara Conference League, Bertabur Sejarah

- Crystal Palace menjuarai Conference League 2025/2026 usai menang 1-0 atas Rayo Vallecano lewat gol Jean-Philippe Mateta, menjadi trofi Eropa pertama dalam sejarah klub.
- Musim debut di kompetisi Eropa langsung berbuah manis, menjadikan Palace klub Inggris ketiga yang juara pada musim perdananya setelah West Ham dan Newcastle.
- Meski tampil gemilang di Eropa, Palace hanya finis peringkat 15 Premier League; trofi ini juga jadi perpisahan manis bagi pelatih Oliver Glasner sebelum kontraknya berakhir.
Jakarta, IDN Times - Crystal Palace keluar sebagai juara Conference League musim ini. Kepastian ini diraih ketika Palace sukses mengalahkan Rayo Vallecano dengan skor 1-0 di Red Bull Arena, Leipzig, Kamis (28/5/2026) dini hari WIB.
Gol tunggal Jean-Philippe Mateta pada menit 50 mengunci kemenangan Palace dalam pertandingan ini. Keberhasilan menjadi juara Conference League menorehkan sejarah tersendiri bagi Palace.
1. Trofi Eropa pertama
Dilansir 433, Palace untuk pertama kalinya juara di Conference League. Itu juga menjadi trofi perdana Palace dalam kompetisi Eropa sepanjang 120 tahun sejarah klub.
Keberhasilan Palace juara juga tak terduga. Sebab, mereka sempat finis di luar delapan besar fase liga dan harus berlaga di play-off. Dalam momen ini, mereka lolos ke fase gugur hingga akhirnya mengalahkan Zrinjski Mostar, AEK Larnaca, Fiorentina, dan Shakhtar Donetsk.
2. Juara dalam musim debut
Musim 2025/2026 menjadi debut Crystal Palace di Conference League. Hebatnya, mereka malah jadi juara.
Dilansir Opta, Palace menjadi klub Inggris ketiga yang berhasil menyabet trofi dalam musim pertamanya di kompetisi Eropa. Sebelumnya, torehan yang sama diraih West Ham United (1964-65 Cup Winners' Cup) dan Newcastle United (1968-69 Fairs Cup).
3. Posisi terendah dari juara
Tampil impresif di Conference League, Palace tak begitu bersinar dalam kompetisi domestik. Mereka mengalami penurunan prestasi ketimbang musim lalu.
Sebab, Palace cuma finis di peringkat 15 Premier League musim ini. Pencapaian Palace di Premier League menjadi salah satu yang terendah yang dimiliki juara kompetisi antarklub Eropa. Sebelumnya, Tottenham Hotspur sempat membukukan kisah serupa dengan juara Liga Europa saat finis di peringkat ke-17 Premier League musim lalu.
4. Trofi terakhir Glasner
Trofi Conference League juga menjadi kado perpisahan Oliver Glasner bersama Palace. Memang, Glasner bakal cabut dari Palace di musim panas 2026, seiring kontraknya yang sudah habis.
Ini menjadi trofi ketiga Glasner sepanjang kariernya di Palace. Sebelumnya, Glasner sudah memberikan trofi Piala FA dan Community Shield buat The Eagles.
5. Cetak rekor dalam 26 tahun
Crystal Palace tercatat menjadi tim pertama yang berhasil mencapai final dalam musim pertamanya mengikuti kompetisi antarklub Eropa dalam 26 tahun terakhir. Sebelumnya, Deportivo Alaves mencatatkan hal yang sama pada musim 2000/2001.
Bedanya, kala itu Deportivo Alaves harus berpuas diri finis sebagai runner-up. Sementara Palace menuntaskan kompetisi sebagai juara.

















