Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Harga Tiket Piala Dunia 2026 Gak Wajar, FIFA Diinvestigasi Otoritas AS

Harga Tiket Piala Dunia 2026 Gak Wajar, FIFA Diinvestigasi Otoritas AS
ilustrasi stadion Piala Dunia (unsplash.com/Johannes Hübner)
Intinya Sih
  • Harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak drastis akibat sistem penjualan first come, first served yang diterapkan FIFA, membuat harga kategori final naik hingga dua kali lipat.
  • Otoritas hukum New York dan New Jersey resmi menginvestigasi FIFA setelah banyak suporter melaporkan kejanggalan sistem tiket dan dugaan manipulasi harga yang merugikan konsumen.
  • Kenaikan harga juga terjadi pada transportasi menuju stadion, seperti kereta dan shuttle bus, hingga pemerintah daerah turun tangan meminta operator menurunkan tarif demi kenyamanan suporter.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Harga tiket Piala Dunia 2026 menjadi topik utama yang selalu diperbincangkan suporter dan otoritas lainnya. Sebab, harga tiket pada edisi kali ini sangat tidak wajar.

FIFA menerapkan skema first come, first served dalam penjualan tiket Piala Dunia 2026. Dengan sistem tersebut, harga tiket bisa semakin mahal karena permintaan yang melonjak. Pergerakannya juga menjadi begitu liar.

Sebagai sampel, tiket Kategori 1 untuk partai final naik nyaris 50 persen. Awalnya, tiket tersebut seharga 6.370 dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp108 juta. Tapi, ketika suporter mulai berebut, harganya meningkat hingga 10.990 dolar Amerika Serikat atau senilai Rp186,5 juta.

Bukan cuma tiket kelas atas saja yang mengalami kenaikan, tapi juga kategori di bawahnya. Tiket Kategori 3 partai final menjadi 5.785 dolar AS (Rp98,2 juta), naik dua kali lipat. Kemudian, tiket Kategori 2 menjadi 7.380 dolar AS (Rp125 juta).

Harga tiket sejak fase grup juga bergerak liar karena sistem ini. Dengan skema itu, bahkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, juga enggan membeli tiket Piala Dunia.

1. Suporter laporkan FIFA ke Kejaksaan New York dan New Jersey

FIFA kini menjadi sorotan otoritas hukum di Amerika Serikat. Jaksa wilayah New York dan New Jersey mengumumkan untuk menginvestigasi persoalan tiket Piala Dunia 2026.

Keputusan ini diambil setelah sejumlah suporter melayangkan laporan atas keanehan sistem tiket Piala Dunia 2026. Banyak dari mereka ternyata menerima tiket yang tak sesuai dengan kategori incarannya, meski sudah dibeli.

"Jujur tentang penjualan tiket sebenarnya tidak susah. Tapi, FIFA sudah membuat penjualan tiket menjadi senjata untuk membingungkan orang, kelangkaan semu, dan harga tak masuk akal. Semuanya telah mengorbankan konsumen dan pekerja dari New Jersey," ujar Jaksa Agung New Jersey, Jennifer Davenport, dilansir Daily Mirror.

2. Harusnya bisa diantisipasi lebih dini

Kejaksaan New York dan New Jersey merasa, persoalan tiket Piala Dunia seharusnya bisa diantisipasi lebih dini. Apalagi, publik Amerika Serikat sudah lama menantikan Piala Dunia digelar di wilayahnya.

"Tak seharusnya ada pihak yang memanipulasi harga tiket begitu tinggi. Mereka telah menunggu lama untuk Piala Dunia digelar di wilayahnya dan layak mendapatkan tiket yang masuk akal harganya," kata Jaksa Agung New York, Letitia James.

3. Tarif transportasi juga sempat melambung

Sebenarnya, bukan cuma harga tiket yang melonjak. Tarif transportasi juga sempat melambung karena permintaan tinggi sepanjang Piala Dunia 2026.

Harga tiket kereta, contohnya dari Penn Station ke MetLife Stadium, New Jersey, dibanderol hingga 150 dolar Amerika Serikat (Rp2,62 juta) untuk pulang-pergi. Padahal, jarak tempuhnya 28,3 kilometer, tergolong dekat untuk ukuran kereta.

Tarif ini meningkat lebih dari 10 kali lipat, karena harga normal berada di kisaran 12,9 dolar AS (Rp226 ribu) untuk pulang-pergi. Tak cuma tiket kereta, tapi shuttle bus juga melonjak tajam. Tarif shuttle bus di New York kini mencapai 80 dolar AS (Rp1,4 juta) untuk pulang-pergi.

Tapi, pada akhirnya pemerintah New York dan New Jersey mengambil tindakan tegas. Mereka meminta agar para operator menurunkan harga tiket di berbagai lini transportasi untuk mengakomodir keinginan suporter.

Share Article
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana

Related Articles

See More