Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gak Muluk, Bagnaia Cuma Incar 8 Besar di MotoGP Indonesia

3 min read
Gak Muluk, Bagnaia Cuma Incar 8 Besar di MotoGP Indonesia
Pembalap Ducati Lenovo Team, Francesco “Pecco” Bagnaia di MotoGP Mandalika 2026. (IDN Times/Linggauni)
  • Francesco Bagnaia belum menemukan setelan terbaik untuk Ducati Lenovo Team di MotoGP Mandalika 2026.

  • Bagnaia menghadapi ritme awal yang sulit dan grip lintasan Mandalika yang cukup rendah.

  • Dengan kondisi tersebut, finis di posisi delapan besar menjadi target realistis Bagnaia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mandalika, IDN Times - Pembalap Ducati Lenovo Team, Francesco "Pecco" Bagnaia, mengaku belum menemukan setelan terbaik untuk motornya di Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Bagnaia mengakui, performanya tak maksimal setelah racikan motornya kurang mendukung sepanjang sesi sprint race di Sirkuit Pertamina Mandalika, NTB, Sabtu (10/10/2026).

Dengan fakta itu, Bagnaia tak mau memasang target terlalu tinggi untuk balapan utama nanti. Bagnaia mengatakan, finis di posisi delapan besar bisa menjadi hasil terbaik dengan kondisi yang dirasakannya saat ini.

  1. 1. Bagnaia kesulitan di awal sesi

    Pembalap MotoGP, Francesco Bagnaia (Pecco). (IDN Times/Linggauni)
    Pembalap MotoGP, Francesco Bagnaia (Pecco). (IDN Times/Linggauni)

    Bagnaia mengaku sulit menemukan ritme yang pas sepanjang sesi sprint race. Kenyamanan baru ditemukan olehnya saat balapan sudah memasuki tujuh putaran. Dia merasa kecepatannya semakin tajam dan mampu mengikuti ritme Alex Marquez dan Pedro Acosta.

    "Rasanya sangat datar, benar-benar datar. Saya menjalani seluruh sesi latihan bebas sendirian. Beruntung, Fabio akhirnya datang, jadi saya harus mencoba melakukan sesuatu. Namun, saya masih kesulitan. Ini juga kesalahan saya karena belum mampu memaksimalkan performa ban belakang. Saya baru bisa mulai bekerja dengan baik setelah tujuh lap. Setelah itu, ritme saya sebenarnya tidak terlalu buruk. Saya mampu mencatatkan kecepatan setara dengan Alex dan Pedro. Namun, saya masih perlu meningkatkan performa agar bisa tampil lebih baik dan siap sejak lap-lap awal," kata Bagnaia di Sirkuit Mandalika, Sabtu (10/10/2026).

  2. 2. Cengkeraman lintasan Mandalika cukup rendah

    IMG-20261005-WA0016.jpg
    Pembalap Ducati Lenovo Team Francesco Bagnaia saat tiba di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Lombok, Senin (5/10/2026) malam. (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Selain kesulitan menemukan ritme, Bagnaia juga menyoroti kondisi lintasan Mandalika. Menurutnya, tingkat cengkeraman ban terhadap aspal masih cukup rendah, sehingga menjadi salah satu aspek yang perlu diatasi untuk meningkatkan performa.

    Bagnaia menyatakan timnya akan melakukan sejumlah penyesuaian, termasuk mencari dukungan lebih pada bagian belakang motor. Pria yang akrab disapa Pecco itu juga merasa perlu meningkatkan upaya pada putaran awal agar ban belakang lebih cepat mencapai kondisi yang dibutuhkan.

    "Kondisi cengkeraman memang cukup rendah. Namun, seperti yang saya katakan, perlu terus bekerja untuk meningkatkan performa. Kami akan mencoba melakukan beberapa perubahan besok, mungkin dengan memberikan lebih banyak dukungan pada ban belakang. Selain itu, saya juga harus lebih memacu motor pada putaran awal agar ban belakang bisa mencapai kondisi optimal lebih cepat," ujar Bagnaia.

  3. 3. Gak muluk targetnya

    Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, saat mengaspal di Sirkuit Jerez, Spanyol (AFP / Pierre-Philippe Marcou)
    Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, saat mengaspal di Sirkuit Jerez, Spanyol (AFP / Pierre-Philippe Marcou)

    Dengan kondisi motor yang belum sepenuhnya sesuai harapan, Bagnaia menilai posisi delapan besar bisa menjadi target yang realistis. Dia mengakui tim telah bekerja keras, tetapi sensasi berkendara yang dirasakannya belum seperti yang diinginkannya.

    "Ya, finis di delapan besar bisa menjadi hasil yang sangat bagus jika melihat situasi kami sekarang. Kami sudah bekerja keras, tetapi perasaan saya terhadap motor belum sebaik yang diharapkan. Namun, inilah kondisi yang harus kami hadapi. Saya berusaha memberikan yang terbaik dengan apa yang kami miliki, dan saya rasa finis di delapan besar akan menjadi hasil terbaik," kata Bagnaia.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More