Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Hal Serbapertama di Moto2 dan Moto3 Jepang 2026, Guevara Sempurna
ilustrasi balap Moto2 (unsplash.com/Nader Saremi)
  • Izan Guevara meraih kemenangan Moto2 Jepang dari pole position, kemenangan beruntun pertamanya setelah Austria. Hasil ini memangkas jaraknya dengan pemimpin klasemen Manuel Gonzalez menjadi 10,5 poin.
  • Tony Arbolino finis kedua dan merebut podium pertamanya pada musim 2026 setelah menunggu 34 seri. Gonzalez gagal meraih poin untuk kali pertama musim ini akibat masalah kopling dan finis ke-22.
  • David Almansa memenangi Moto3 Jepang usai mengalahkan Maximo Quiles dengan selisih 0,046 detik. Quiles gagal mengunci gelar, sementara Ryota Ogiwara debut dan finis ke-16.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Seri Moto2 dan Moto3 Jepang di Mobility Resort Motegi, Jumat—Minggu (2—4/10/2026), menyajikan perlombaan ketat. Di kelas intermediate atau ringan, persaingan terjadi dalam perebutan poin tertinggi. Maklum saja, setiap poin sangat berharga untuk memperebutkan titel juara.

Di Moto2, Izan Guevara (Blu Cru Pramac Yamaha) tampil sempurna. Ia mampu mengonversikan pole position menjadi kemenangan. Sedangkan podium kedua dan ketiga ditempati Tony Arbolino (REDS Fantic Racing) dan Filip Salac (OnlyFans American Racing Team).

Di Moto3, David Almansa (Liqui Moly Dynavolt Intact GP) tampil kuat. Ia merebut pole position dan mencetak new all-time lap record dengan waktu 1 menit 54,572 detik. Saat balapan, Almansa pun bisa menang meski dibayangi Maximo Quiles (CFMOTO Gaviota Aspar Team) di banyak putaran. Almansa menang dengan gap hanya 0,046 detik. Podium terakhir dilengkapi oleh Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo).

Di kedua kelas tersebut, beberapa momen serbapertama tercipta. Ada yang kembali merasakan podium, ada juga yang baru debut berkompetisi di ajang Grand Prix. Tak ketinggalan, ada juga pembalap yang kecewa karena merasakan hasil terburuknya.

1. Izan Guevara merasakan kemenangan back-to-back pertamanya di Moto2

Demi meraup poin sempurna, Izan Guevara tampil kompetitif di Sirkuit Motegi. Guevara mencetak rekor putaran baru di sesi kualifikasi sehingga menjadikannya polesitter. Start terdepan, Guevara dengan mudah merebut kemenangan di balapan yang berdurasi 19 lap itu. Ini adalah kemenangan beruntun karena sebelumnya ia menang di seri Austria. Dengan demikian, rider yang debut pada 2023 itu merasakan kemenangan back-to-back pertamanya di Moto2.

2. Tony Arbolino merebut podium pertamanya di musim 2026

Tony Arbolino bisa unjuk gigi di Sirkuit Motegi. Pembalap asal Italia ini merebut posisi runner-up dan menggenggam trofi podium pertamanya musim ini. Podium ini juga jadi yang pertama sejak ia meraih podium terakhirnya pada seri Amerika Serikat musim 2025 lalu. Arbolino menunggu 34 seri balap untuk bisa kembali finis tiga besar.

3. Untuk pertama kalinya musim ini Manuel Gonzalez finis di luar zona poin

Manuel Gonzalez (Liqui Moly Dynavolt Intact GP) seharusnya start dari urutan ketiga di grid. Namun, karena masalah kopling, motor pemimpin klasemen ini mogok saat balapan akan dimulai. Mau tak mau, Gonzalez pun harus start dari pitlane dan tertinggal hampir 30 detik dari pemimpin balapan.

Saat chequered flag berkibar, Gonzalez finis di posisi ke-22. Untuk pertama kalinya di musim 2026, rider bernomor 18 ini gagal mengumpulkan poin. Dengan hasil tersebut, gap poin klasemen antara Gonzalez dan Izan Guevara pun terpangkas dari 35,5 poin menjadi 10,5 poin.

4. Di Moto3, untuk pertama kalinya Marco Morelli bisa memimpin sebuah sesi

Marco Morelli (CFMOTO Gaviota Aspar Team) jadi yang tercepat di sesi latihan. Dengan catatan waktu 1 menit 55,280 detik, teman setim Maximo Quiles ini untuk pertama kalinya jadi pemimpin di sebuah sesi pekan balap. Hasil itu pun membuatnya langsung menuju sesi kualifikasi Q2. Sayangnya, ia hanya start dari urutan ke-9 di grid dan finis balapan di posisi ke-18.

5. Maximo Quiles menjalani match-point pertamanya untuk mengunci gelar juara dunia Moto3

Maximo Quiles datang ke Jepang dengan keunggulan 131 poin dari rivalnya. Jika mampu meninggalkan Jepang dengan gap 150 poin, maka ia akan mengunci gelar karena secara matematis tak akan terkejar di sisa musim ini. Setidaknya ada dua skenario Quiles bisa mengunci gelar.

Pertama, Quiles akan merebut titel jika ia menang dan ketiga penantang gelar lainnya finis di barisan belakang. Rinciannya, Alvaro Carpe harus finis di posisi ke-10 atau lebih rendah. Sedangkan David Almansa dan Brian Uriarte harus finis ke-9 atau lebih rendah.

Kedua, jika Quiles finis runner-up, maka Carpe harus finis di posisi ke-15 atau lebih rendah, sedangkan Almansa dan Uriarte harus finis ke-14 atau lebih rendah. Sayangnya, Quiles memang finis runner-up, tetapi Carpe, Almansa dan Uriarte ternyata finis di posisi empat besar. Oleh karena itu, Quiles harus menunggu hingga seri berikutnya untuk bisa merebut gelar juara.

6. Baru pertama kali musim ini Maximo Quiles tak memimpin satu putaran pun saat balapan

Di setiap seri balap, kecuali saat cedera di seri Inggris, Maximo Quiles selalu pernah memimpin putaran saat balapan. Namun, di Sirkuit Motegi, untuk pertama kalinya musim ini Quiles tak sekali pun memimpin putaran. David Almansa dan Brian Uriarte mampu menahan Quiles di belakang mereka.

7. Ryota Ogiwara mengaspal di Moto3 untuk pertama kalinya

Ryota Ogiwara mendapat kesempatan untuk debut di Moto3 sebagai pengganti Cormac Buchanan yang cedera. Berbaju tim CODE Motorsports, juara Asia Talent Cup 2025 yang kini jadi penantang titel di Moto3 Junior dan Red Bull Rookies Cup 2026 itu finis di posisi ke-16. Kendati tak finis di zona poin, Ogiwara bisa tampil cepat sebagai pencetak top speed balapan dengan kecepatan 227,8 km/jam.

Seri Moto2 dan Moto3 berikutnya akan digelar di Sirkuit Mandalika, Lombok, pada 9—11 Oktober 2026. Persaingan antara Manuel Gonzalez dan Izan Guevara di Moto2 bakal makin ketat. Sedangkan di Moto3, Maximo Quiles punya kans untuk mengunci titel. Keseruan apa yang nantinya terjadi di seri Indonesia?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article