Veda Ega Gak Mau Terbebani dengan Mimpi Tembus MotoGP

Veda Ega memilih tidak terbebani target menembus MotoGP karena persaingan menuju kelas utama sangat ketat.
Ia ingin fokus menikmati proses dan menjalani setiap tahap kariernya secara bertahap.
Veda bertekad menyempurnakan kemampuan di lintasan sebelum memikirkan peluang naik ke MotoGP.
Take a Deeper Reads

Jakarta, IDN Times - MotoGP Indonesia kembali menyapa pencinta balap motor tanah air pada 9-11 Oktober 2026. Selain kehadiran para bintang seperti Marc Marquez, perhatian publik kali ini juga tertuju kepada Veda Ega Pratama.
Seri ini menjadi momen spesial bagi Veda karena akan mengaspal di Pertamina Mandalika International Circuit untuk pertama kalinya sejak berkiprah di kelas Moto3. Talenta besarnya meningkatkan ekspektasi publik karena sejak debut selalu menjadi bahan pembicaraan.
Namun, pembalap berusia 17 tahun itu rupanya memilih menutup telinga. Veda tidak ingin terbebani oleh pertanyaan apakah dirinya mampu menembus kelas MotoGP atau tidak pada masa mendatang.
1. Persaingannya berat banget!
Veda sadar jalan menuju MotoGP tidak mudah. Jumlah kursi di kelas utama sangat terbatas. Hanya ada 22 pembalap pada musim 2026. Sementara itu, banyak rider dari Moto2 maupun Moto3 yang setiap musim berusaha mendapatkan kesempatan promosi.
Persaingan menuju kelas utama bahkan terlihat dari jumlah rookie yang naik kelas dalam beberapa musim terakhir. Pada MotoGP 2027, baru lima pembalap yang sudah mendapat jaminan, yakni David Alonso, Dani Holgado, Izan Guevara, Nicolo Bulega, dan Senna Agius.
Jumlah tersebut menyamai musim 2022 yang juga diramaikan oleh lima rookie, yaitu Remy Gardner, Raul Fernandez, Marco Bezzecchi, Fabio Di Giannantonio, dan Darryn Binder. Sementara itu, pada musim-musim sebelum atau setelahnya jumlah promosinya justru lebih sedikit.
"Kalau ditanya seberapa yakin, enggak tahu. Bayangkan saja, cuma 20 rider yang diambil dari seluruh dunia dan rata-rata semuanya sudah juara dunia. Intinya pasti berat," kata Veda dalam Locker Room by IDN Times.
2. Fokus dan nikmati prosesnya
Karena itu, Veda memilih untuk tidak terlalu memikirkan target jangka panjang tersebut. Anak dari mantan pembalap nasional, Sudarmono, itu ingin fokus dan menikmati prosesnya setahap demi setahap.
"Saya mengikuti apa (alur saja). Saya nggak mau fokus langsung harus ke sana gitu," ujar Veda.
3. Fokus sempurnakan diri untuk bersaing
Persaingan yang ketat itu menyadarkan Veda untuk menyempurnakan dirinya di atas lintasan lebih dulu. Dia harus menaklukkan Moto3, lalu bersaing di Moto2, dan kalau sudah merasa pantas, baru bisa memikirkan MotoGP.
"Kalau saya melakukan yang terbaik di setiap race-nya, insya Allah pasti bisa," kata pembalap asal Gunungkidul tersebut.





















