Heboh Atlet Angkat Berat Diminta Rp339 Juta, Begini Penjelasannya

- I Gede Wahyu Surya Wiguna Yasa gagal ikut Kejuaraan Dunia Angkat Berat 2026 karena diminta dana jaminan Rp339 juta oleh Pabersi Buleleng sebagai syarat administrasi.
- Pabersi Buleleng menegaskan dana tersebut bukan pungutan liar, melainkan jaminan tes doping yang akan dikembalikan jika atlet tidak terkena sanksi dari WADA.
- Wahyu kemudian meminta maaf atas unggahan emosionalnya dan memahami alasan federasi tidak memberinya surat rekomendasi untuk tampil di ajang internasional.
Jakarta, IDN Times - Atlet angkat berat Indonesia asal Buleleng, I Gede Wahyu Surya Wiguna Yasa, gagal mengikuti kejuaraan dunia bertajuk The 2026 IPF World Classic Open Championships akibat masalah administrasi. Pengakuannya pun viral di media sosial.
Wahyu mengklaim pengurus Perkumpulan Angkat Berat Indonesia (Pabersi) Buleleng meminta dana jaminan sebesar Rp339 juta jika ingin tampil di ajang tersebut. Curhatannya itu pun menuai beragam reaksi dari warganet.
1. Nominalnya dinilai terlalu besar
Disebut Wahyu, uang jaminan itu nantinya akan dipergunakan untuk membayar denda. Namun, uang jaminan tersebut akan dikembalikan jika Wahyu tak mendapat denda apa pun selama kompetisi.
Nominal yang dipatok tersebut ternyata tidak disanggupi Wahyu. Dia pada akhirnya batal bertolak ke Druskininkai, karena dana jaminan tersebut diklaim sebagai syarat utamanya.
"Kalah sebelum berperang, gagal tanding di Kejuaraan Lithuania (karena) tidak mendapatkan surat rekomendasi," tulis Wahyu Surya di akun Instagram pribadinya.
"Kata pengurus, tenaga saya dipersiapkan untuk praPON dan Kejurnas. Saya sedih. Percuma saya latihan mempersiapkan kompetisi ini. Sekarang memegang bar dan calibrate plate pun jadi malas. Saya kalah dengan keadaan bukan di angkatan, semoga Tuhan memberikan jalan yang terbaik," tulis Wahyu dalam unggahan yang sama.
2. Pabersi Buleleng angkat suara
Sekretaris Umum Pabersi Buleleng, I Ketut Widhi Sandiada, membenarkan perihal nominal yang disinggung sang atlet. Widhi membantah keras tuduhan pungutan liar dari warganet, lantaran murni untuk mengantisipasi jika Wahyu mendapat sanksi dalam tes doping oleh Badan Antidoping Dunia (WADA).
"Tidak ada pungli. Dana itu untuk jaminan tes doping ya. (Uang) itu hanya dititipkan di Pengprov. Nanti kalau misal enggak ada (sanksi), akan dikembalikan lagi," ujar Widhi di akun Instagram resmi Pabersi Buleleng, Senin (7/4/2026).
Di sisi lain, Wahyu ternyata memang tidak mendapat surat rekomendasi dari Pengurus Besar (PB) Pabersi, bersama tiga atlet lain. Namun, Widhi tidak dapat menjelaskannya secara gamblang karena masih menunggu alasan dari PB.
"Masalah kenapa tidak direkomendasikan itu kami masih juga menunggu dan itu kewenangan penuh dari PB," ujar Widhi.
3. Wahyu minta maaf
Pada akhirnya, Wahyu meminta maaf dan mengakui unggahannya berakar pada emosi sesaat. Dia telah mendapat penjelasan secara jelas, terkait alasan tidak mendapat surat rekomendasi untuk tampil di Lithuania.
"Sebelumnya saya meminta maaf atas kegaduhan di akun saya. Mungkin karena saya dalam keadaan emosi tidak diberangkatkan. Ada empat orang yang tidak direkomendasikan, bukan saya saja. Setelah dijelaskan mengapa saya tidak diberangkatkan, saya jadi mengerti. Ini bukan mengenai hal uang atau jaminan, tetapi federasi punya alasan sendiri. Saya akan latihan lebih keras lagi," tulis Wahyu.


















