Comscore Tracker

Audisi Bulutangkis akan Rehat, Polemik KPAI & Djarum Tetap Panas

Djarum tetap dianggap lakukan eksploitasi kepada anak

Jakarta, IDN Times - PB Djarum mengumumkan untuk rehat menggelar program audisi beasiswa bulu tangkis pada 2020. Hal itu terjadi usai mereka berpolemik dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan juga Yayasan Lentera Anak lantaran dituding melakukan eksploitasi terhadap anak.

KPAI dan Yayasan Lentera Anak menyoal perihal audisi bulutangkis yang dilakukan Djarum Foundation melanggar dua unsur, yakni tentang eksploitasi ekonomi di mana tubuh anak dianggap dijadikan media promosi gratis, merujuk pada Pasal 66 UU Nomor 35 Tahun 2014, perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Selain itu, mereka juga dianggap melanggar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 tahun 2012 yang isinya isinya mengatur tentang perlindungan khusus bagian anak dan perempuan hamil dari bahan yang Mengandung Zat Adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan.

1. Audisi Djarum diumumkan berhenti pekan lalu

Audisi Bulutangkis akan Rehat, Polemik KPAI & Djarum Tetap PanasPB Djarum

Hal itu jadi landasan Djarum untuk menghentikan audisi beasiswa bulu tangkis yang sudah digelar sejak 2006 silam. Penghentian tersebut diumumkan oleh Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, pada saat Sirkuit Nasional di gelar di Purwokerto, Minggu (8/9). Menurut dia, Djarum enggan melanggar undang-undang yang berlaku di Tanah Air.

"Ajang ini akan saya sampaikan bahwa audisi Djarum pamit sementara waktu, karena pada tahun ini merupakan tahun perpisahan dari kami. Tahun depan event audisi ditiadakan," kata Yoppi.

Baca Juga: Polemik dengan PB Djarum, KPAI Bantah Terima Suntikan Dana Asing

2. Sitti sebut Djarum berpolemik dengan aturan, bukan KPAI

Audisi Bulutangkis akan Rehat, Polemik KPAI & Djarum Tetap PanasANTARA FOTO/Idhad Zakaria

Kejadian ini cukup disayangkan berbagai pihak, maklum ajang tersebut banyak menelurkan atlet-atlet kenamaan yang berprestasi di kancah dunia macam Tantowi Ahmad, Mohammad Ahsan, hingga Kevin Sanjaya. Terang saja, tuntutan protes banyak dilayangkan kepada KPAI yang dianggap jadi awal mula audisi Djarum dipermasalahkan.

Akan tetapi, KPAI menolak bahwa berhentinya program audisi tersebut karena keinginan mereka. Sebab, pihak KPAI mengklaim sudah mencoba untuk berunding menemukan jalan tengah. Sebaliknya, pihak Djarum-lah yang dianggap kurang kooperatif untuk membahas permasalahan kali ini.

"Ini yang perlu diluruskan. Bukan Djarum dengan KPAI permasalahannya, tapi mereka dengan aturan yang ada. Sebab, KPAI tak mengikat, karena kami adalah lembaga pengawas," kata Komisioner KPAI Bidang Kesehatan dan NAPZA, Sitti Hikmawatty kepada IDN Times, Rabu (11/9).

3. KPAI merasa dibenturkan pada dua pilihan

Audisi Bulutangkis akan Rehat, Polemik KPAI & Djarum Tetap PanasANTARA FOTO/Yusuf Nugroho

Sitti pun menyatakan bahwa pihaknya ingin audisi tersebut tetap jalan karena penting bagi pembinaan. Tetapi, ia justru bingung karena KPAI seakan-akan di hadapkan pada dua pilihan, yakni memilih anak sehat atau anak berprestasi.

"Kan sudah disampaikan jangan meminta KPAI memilih anak sehat atau anak berprestasi. Ini dua hal baik yang harus sejalan dan kita dukung. Kalau audisi ini tidak memiliki sisi eksploitasi, dan upaya denormalisasi dari produk rokok, ya monggo dilaksanakan," ujar dia.

4. KPAI kekeh Djarum ikuti aturan yang berlaku

Audisi Bulutangkis akan Rehat, Polemik KPAI & Djarum Tetap Panaskpai.go.id

Ia pun menegaskan siapa pun harus mengikuti aturan pemerintah yang berlaku, solusi untuk masalah tersebut adalah solusi ramah anak yang sesuai dengan PP 109. Hal itu juga yang dipertanyakan Sitti kepada Djarum apakah mau dilaksanakan atau tidak.

Menurutnya, tak bisa setiap brand seenaknya menggelar kegiatan yang melanggar aturan, termasuk Djarum Foundation. Sebab, semua harus taat aturan yang berlaku di Indonesia. Apalagi, yang digunakan diakui sebagai dana CSR perusahaan untuk bakti kepada negeri

"Mestinya, jadi tulus. Kami tak mau dicatumkan karena brand tersebut berbahaya (karena merek rokok) jadi sekarang kembali pada Djarum, buat bakti ke negeri kenapa malah ngambek. Bagaimana komitmennya untuk membangun dunia perbulutangkisan Indonesia? KPAI sudah bilang, ini ada aturannya. Kalau mau patuh seperti ikuti solusinya ini," tukas dia.

Baca Juga: Yayasan Lentera Anak: Audisi PB Djarum di Purwokerto Sesuai Aturan 

Topic:

  • Ilyas Listianto Mujib
  • Dwi Agustiar

Just For You