Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Incar Kontrak Dana White, Yudi Cahyadi Siap Bawa Pencak Silat ke UFC
Petarung Indonesia, Yudi Cahyadi (kiri). (Instagram/@yudi_cahyadi99).
  • Yudi Cahyadi akan menghadapi Xie Bin di ajang Road to UFC pada 28 Mei 2026, dengan hadiah kontrak eksklusif UFC bagi pemenang.
  • Yudi mempersiapkan diri dengan memperkuat teknik ground dan boxing, serta strategi menghadapi spesialis gulat seperti Xie Bin.
  • Selain mengejar kemenangan spektakuler, Yudi ingin memperkenalkan pencak silat sebagai identitas bela diri Indonesia di panggung global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Petarung Mixed Martial Arts (MMA) kebanggaan Indonesia, Yudi Cahyadi, tengah bersiap menapaki panggung terbesar dalam kariernya. Pria berusia 34 tahun ini dijadwalkan akan baku hajar dengan Bin Xie, dalam duel bertajuk Road to UFC, pada Kamis (28/5/2026).

Pertarungan ini menjadi krusial karena pemenangnya akan meneken kontrak eksklusif dengan UFC. Jika Yudi berhasil, dia akan mengikuti jejak Jeka Saragih yang telah lebih dulu mencetak sejarah sebagai petarung pertama Indonesia di oktagon paling bergengsi tersebut.

Yudi juga sudah melakoni timbang badan dan face to face dengan Xie Bin, pada Rabu (27/5/2026). Sebelum menyaksikan pertarungan brutal tersebut, mari mengintip persiapan Yudi dan mengenalnya lebih dekat.

Belajar dari kemenangan dan kekalahan Jeka Saragih

Sebelum melawan Xie Bin, Yudi mengaku telah mempelajari aksi Jeka di Road to UFC atau pertarungan resmi setelah mendapatkan kontrak dari Dana White. Dari situ, Yudi mendapat banyak pelajaran berharga.

"Kita harus mempertajam kemampuan ground dan boxing, harus lebih safety menjaga posisi tangan tetap di atas supaya tidak terkena lucky blow lagi," kata Yudi dalam wawancara ekslusif.

Strategi patahkan kuncian maut Xie Bin

Yudi harus fokus penuh karena Xie Bin dikenal sebagai spesialis gulat, dengan teknik kuncian mematikan. Yudi yang merupakan seorang striker murni pun menyadari untuk harus lebih berani masuk ke jarak dekat, guna melepaskan pukulan maupun tendangan andalannya.

"Kalau saya bisa mengalahkan dia lewat kuncian, itu akan jadi kemenangan luar biasa karena dia spesialis wrestling. Apalagi kalau bisa menang KO, Insyaallah itu akan jadi kemenangan spektakuler," ujar Yudi penuh percaya diri.

Bekal pengalaman lawan mantan penantang sabuk UFC

Berdasarkan data Tapology, Yudi mengantongi tujuh kemenangan dari delapan laga terakhir, dengan 71 persen di antaranya diraih via KO/TKO. Pengalaman bertarung internasionalnya pun tak bisa dipandang sebelah mata karena ia sering berlaga di Wushu, Sanda, hingga Muay Thai.

Bahkan, Yudi pernah mencicipi pertarungan melawan Kai Kara-France yang kini menjadi salah satu bintang top di kelas terbang UFC. Itu menjadi modal bagi Yudi untuk meladeni Xie Bin.

"Debut langsung menghadapi petarung profesional dan berprestasi, jadi untuk pengalaman international fight, saya rasa tidak kalah," kenangnya.

Bawa budaya pencak silat ke oktagon

Sebagai petarung Tanah Air, Yudi memiliki motivasi khusus untuk memamerkan keindahan dari seni bela diri pencak silat di panggung global. Latar belakang bela diri tradisional ini telah mendarah daging dalam dirinya sejak kecil.

"Alhamdulillah iya, karena Pencak Silat sudah menjadi budaya bela diri Indonesia. Saya juga berlatih pepeuhan cikalong, senjata andalan saya memang ada di striking," ujar Yudi

Menang saja tidak cukup, wajib spektakuler!

Berdasarkan bocoran dari sesama petarung, Yudi menyadari tampil di jalur ini memiliki beban tersendiri. Menang saja rupanya tidak cukup untuk membuat Presiden UFC, Dana White, menyodorkan kontrak eksklusif kepadanya.

"Harus menang secara spektakuler supaya menarik perhatian, seperti menang KO, menampilkan teknik bagus," kata pria kelahiran Sumedang itu.

Idolakan sosok Khabib Nurmagomedov

Di dalam oktagon, Yudi ternyata memiliki beberapa panutan gaya bertarung seperti Jon Jones dan Islam Makhachev. Namun, sosok yang paling menginspirasinya adalah legenda kelas UFC yang tak terkalahkan, Khabib Nurmagomedov.

"Saya suka karena dia petarung muslim yang bisa mensyiarkan agamanya di oktagon. Selain itu, ground fighting-nya juga luar biasa dan patut dicontoh," puji Yudi.

Editorial Team

Related Article