Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Indonesia Bawa Pesona Gorga dan Bali di Pembukaan Asian Games 2026

2 min read
Indonesia Bawa Pesona Gorga dan Bali di Pembukaan Asian Games 2026
Pebasket putri Indonesia, Dewa Ayu Made Sriartha (Dok. NOC Indonesia)
  • Indonesia akan tampil di pembukaan Asian Games 2026 Aichi-Nagoya pada 19 September di Paloma Mizuho Stadium, Jepang, dengan menonjolkan pesona budaya nasional.
  • Pebasket Dewa Ayu Made Sriartha dan karateka Daniel Hutapea menjadi pembawa bendera Merah Putih, mengenakan busana bernuansa budaya Bali dan Batak Toba.
  • Busana defile bertema "Harmony in Diversity" mengusung motif Gorga, Ulos, dan kebaya sebagai simbol kekuatan, persatuan, serta identitas Satu Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Tim Indonesia siap mencuri tampil mencolok di upacara pembukaan Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang, pada Sabtu (19/9/2026). Mereka akan mencuri perhatian lewat pesona budaya Indonesia.

Upacara pembukaan tersebut akan berlangsung di Paloma Mizuho Stadium. Pebasket Dewa Ayu Made Sriartha dan karateka Daniel Hutapea yang dipercaya sebagai pembawa bendera Merah Putih.

Ayu dan Daniel jelas akan tampil dengan nuansa tradisional. Ayu akan mengenakan busana dengan sentuhan budaya Bali, yang merupakan tanah kelahirannya, sedangkan Daniel memakai baju daerah khas Batak Toba yang juga terdapat di apparel Tim Indonesia untuk Asian Games 2026.

"Saya sangat bangga, apalagi yang saya kenakan adalah baju adat Bali, yang juga merupakan bagian dari identitas dan budaya saya. Bisa membawa budaya Bali dan Indonesia ke panggung Asian Games adalah sebuah kehormatan bagi saya. Rasanya seperti membawa bagian dari rumah saya untuk diperkenalkan kepada dunia," ujar Ayu dalam keterangan resmi Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

"Pastinya sangat bangga dan senang. Ini di luar ekspektasi saya bisa terpilih menjadi flag bearer, dan baju yang saya pakai juga ada unsur Bataknya, yang merupakan suku asli saya. Saya siap menjalankan tugas ini dengan penuh tanggung jawab dan memberikan yang terbaik. Horas!" kata Daniel.

Sementara itu, desain busana Tim Indonesia pada defile kali ini mengusung tema "Harmony in Diversity" yang menerjemahkan kekayaan budaya ke dalam identitas visual kontingen. Karya tersebut merupakan hasil kolaborasi antara desainer Ghea Panggabean bersama Sarinah.

Motif Gorga khas Batak Toba dipilih secara khusus menjadi elemen utama yang mendominasi jersey resmi sekitar 50 atlet yang berbaris. Motif filosofis ini melambangkan kekuatan, perlindungan, kebanggaan, persatuan, dan ketangguhan para pahlawan olahraga tanah air.

Selain jersey atlet, motif Gorga juga melekat pada apparel para pengurus KOI dan Tim Chef de Mission (CdM). Penampilan formal mereka disempurnakan dengan paduan kebaya bermotif Gorga yang bertumpu pada kain Ulos asli beserta hiasan kepala tradisional.

Perpaduan harmonis antara Gorga, Ulos, dan elemen budaya Bali ini diklaim sebagai simbol pertunjukan visual dari warisan budaya menuju kemenangan. Pesan yang turut disampaikan adalah meski berbeda budaya, seluruh kontingen berdiri teguh sebagai Satu Indonesia di panggung Asia.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More