Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jelang JRF 2026, Febby Rastanty Ungkap Makna Seven Star Finisher
Febby Rastanty telah menyelesaikan tujuh ajang maraton dunia (World Marathon Majors). (IDN Times/Tino).
  • Febby Rastanty meraih gelar Seven Star Finisher setelah menyelesaikan tujuh ajang maraton dunia pada usia 29 tahun.

  • Ia menyebut lari sebagai ruang untuk menjaga kebahagiaan dan kewarasan di tengah padatnya jadwal syuting.

  • Pengalaman maraton membuat Febby belajar konsisten dan berkomitmen, sementara pemula didorong untuk mulai dengan perlengkapan yang ada.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2023

Febby mengikuti Tokyo Marathon, yang menjadi lari jarak jauh pertamanya dan titik balik kecintaannya pada maraton.

JRF 2026

HOKA Indonesia menggandeng Febby sebagai duta terbaru menjelang Jakarta Running Festival 2026.

Kamis (23/10/2026)

Febby berbicara tentang makna lari saat mengikuti HOKA 5,27K Social Run yang menjadi bagian dari rangkaian JRF 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Febby Rastanty meraih gelar Seven Star Finisher setelah menyelesaikan tujuh ajang maraton dunia.
  • Who?
    Febby Rastanty, aktris sekaligus pelari, serta HOKA Indonesia yang menggandengnya sebagai duta terbaru.
  • Where?
    Pengalaman maraton yang paling berkesan bagi Febby berlangsung di Tokyo Marathon.
  • When?
    Tokyo Marathon diikuti Febby pada 2023, sementara HOKA 5,27K Social Run berlangsung Kamis (23/10/2026).
  • Why?
    Febby berlari untuk kebahagiaan pribadi, melepas penat, dan menjaga kewarasan di tengah jadwal syuting.
  • How?
    Febby menyelesaikan tujuh ajang maraton dunia dan membangun konsistensi melalui program latihan meski memiliki jadwal kerja yang tak menentu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Febby Rastanty suka berlari karena lari membuatnya senang dan tenang. Ia sudah menyelesaikan tujuh maraton besar dan mendapat gelar Seven Star Finisher. Maraton di Tokyo membuatnya semakin suka berlari. Sekarang, Febby menjadi duta HOKA Indonesia menjelang Jakarta Running Festival 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pencapaian Febby memperlihatkan bahwa olahraga lari dapat memiliki makna personal, bukan hanya berkaitan dengan medali atau catatan waktu. Pengalamannya juga menunjukkan pentingnya konsistensi dan komitmen dalam menyelesaikan sesuatu. Pesannya kepada pemula menekankan bahwa perjalanan dapat dimulai dengan perlengkapan yang sudah dimiliki.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Aktris sekaligus pelari, Febby Rastanty, telah menorehkan pencapaian luar biasa dengan meraih gelar Seven Star Finisher. Gelar prestisius ini menandakan dirinya berhasil menyelesaikan tujuh ajang maraton dunia (World Marathon Majors) pada usia 29 tahun.

Atas prestasi tersebut, HOKA Indonesia resmi menggandeng Febby sebagai duta merek terbaru mereka jelang Jakarta Running Festival (JRF) 2026. Di balik medali dan rekornya, Febby membagikan kisah personal tentang alasannya mencintai olahraga lari.

1. Lari jadi sarana healing

Bagi Febby, motivasi awalnya untuk berlari bukan semata-mata demi mengejar medali atau rekor waktu tertentu, melainkan untuk kebahagiaan pribadinya. Di tengah padatnya jadwal syuting, lari menjadi ruang aman untuk melepas penat dan menjaga kewarasan.

"Lari itu menurut aku healing banget, I run for my happiness, I run for my sanity," kata Febby saat lari di HOKA 5,27K Social Run yang masuk bagian dari rangkaian JRF 2026, Kamis (23/10/2026).

2. Titik balik jatuh cinta di Tokyo Marathon

Dari ketujuh bintang maraton yang diraihnya, Febby menyebut Tokyo Marathon yang diikutinya pada 2023 lalu menjadi pengalaman paling berkesan. Ajang tersebut merupakan lari jarak jauh pertamanya, sekaligus menjadi titik balik yang membuatnya jatuh cinta pada olahraga ini.

Alih-alih merasa tersiksa, Febby justru sangat menikmati setiap kilometer perjalanannya di Tokyo. Kehadiran keluarga dan banyaknya suporter Indonesia di rute lari membuatnya lupa dengan rasa sakit yang menggerogoti otot kakinya.

"Dari Seven Star, yang paling berkesan di Tokyo, karena itu pertama kalinya banget. Itu bener-bener titik balik aku kayak, "Oh, aku suka lagi lari maraton. Oh, aku pengen lagi lari maraton lagi dan lagi," gitu. Bener-bener titik baliknya. Selama perjalanan 42 km tuh I was very, very happy. Aku bener-bener menikmati," ujar Febby.

Pengalaman maraton telah mengubahnya menjadi pribadi yang jauh lebih konsisten dan berkomitmen dalam menyelesaikan apa yang sudah dimulai. Dia juga membuktikan jadwal kerja yang tak menentu bukanlah alasan untuk mangkir dari program latihan yang sudah disusun.

"Banyak sih perbedaannya, karena aku juga banyak belajar dari lari maraton khususnya. Salah satunya adalah tentang konsisten dan komitmen. Karena marathon is a different game, beneran. Jadi ya itu mengajarkan aku untuk bisa menyelesaikan juga apa yang udah dimulai dan konsisten sih," ucap Febby.

3. Pesan untuk pemula: Mulai aja dulu!

Bagi mereka yang baru ingin mencoba olahraga lari, Febby menekankan agar tidak perlu pusing memikirkan sepatu berteknologi karbon atau baju olahraga yang mahal di awal perjalanan. Yang penting mulai lebih dulu dan menikmatinya.

"Pakai sepatu lari dan baju apa pun yang kamu punya dulu, temuin dulu kecintaannya sama lari," ucap Febby.

Curated For You

Editorial Team

Related Article