Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
JGC Championship Hadir Lagi di Lapangan Golf Tertua ASEAN
Potret JGC Championship 2026. (Dok. JGC).
  • JGC Championship 2026 berlangsung tiga hari sejak 4 Agustus di Rawamangun, mempertemukan 90 pegolf amatir dan profesional dari Indonesia, Korea, serta Inggris.
  • Pegolf profesional Indonesia seperti Jonathan Wijono, Gabriel Hansel Hari, dan Kevin C. Akbar bersaing bersama Elite Amateur dari berbagai daerah demi peluang menuju level internasional.
  • JGC menegaskan turnamen tahunan ini sebagai upaya pembinaan golf nasional, sejalan dengan dorongan PGATI agar lapangan lain memperbanyak kompetisi profesional dan amatir elite.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Jakarta Golf Club (JGC) Rawamangun terus berupaya untuk mendongkrak prestasi dan pelestarian olahraga golf di Tanah Air. Cara itu digelorkan lewat turnamen tahunan, JGC Championship.

Turnamen pada edisi tahun ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yang sudah dimulai sejak Selasa (4/8/2026). Ajang ini mempertemukan pegolf amatir dan profesional berbagai negara.

1. Dipanaskan 90 pegolf lintas negara

JGC Championship tahun ini dipastikan menyajikan persaingan ketat karena diikuti oleh 90 atlet muda berbakat dari Indonesia, Korea, hingga Inggris. Deretan pegolf profesional papan atas Indonesia seperti Jonathan Wijono, Gabriel Hansel Hari, dan Kevin C. Akbar juga turun untuk memamerkan kepiawaiannya mengayun stik.

Tak hanya dari kalangan profesional, para pegolf Elite Amateur dari berbagai daerah seperti Sumatra Utara hingga Bali juga turut memanaskan persaingan. Mereka datang bukan sekadar mengejar trofi, melainkan untuk membuktikan kapasitas demi menembus panggung profesional tingkat internasional.

"Impian untuk menjadi juara merupakan harapan semua pemain, diakui juga bahwa green lapangan JGC tahun ini jauh lebih baik dari sebelumnya," kata Jonathan dalam keterangan resmi turnamen.

2. JGC jadi barometer komitmen lapangan golf nasional

Ketua Professional Golf Association Tour Indonesia (PGATI), Agus Triyono, mengapresiasi konsistensi JGC dalam menggelar turnamen bergengsi. Agus mengajak para pengelola lapangan golf lain di Indonesia bisa meniru langkah progresif dari JGC Rawamangun.

"Jika lapangan-lapangan golf mengikuti JGC, turnamen golf untuk profesional maupun elite amateur akan semakin banyak dan memperkuat prestasi di kancah regional maupun internasional," ujar Agus Triyono.

3. Tanggung jawab moral klub golf tertua di Asia Tenggara

Ketua Umum JGC, Ramli Ibrahim, menegaskan status sebagai klub golf pertama di Asia Tenggara membawa tanggung jawab moral yang besar. Mereka merasa wajib berada di garda terdepan untuk terus mendorong pertumbuhan dan pembinaan olahraga golf di Indonesia.

"Melalui turnamen ini, kami ingin memberikan kesempatan bagi golfer Indonesia untuk berkembang, berprestasi, sekaligus merasakan atmosfer kompetisi internasional," ujar Ramli.

Editorial Team

Related Article