Kejurnas ORADO 2026 masih dihelat di Bogor. (Dok. ORADO)
Sementara itu, Ketua Harian PB ORADO, Giri Bayu Kusumah, menekankan pentingnya konsistensi dalam pelaksanaan teknis pertandingan agar kualitas kompetisi tetap terjaga.
Dia menilai, semakin ketatnya persaingan di fase gugur menjadi indikator meningkatnya kesiapan atlet dari berbagai daerah.
“Seluruh tahapan pertandingan di hari kedua berjalan sesuai sistem yang telah disiapkan. Konsistensi dalam penerapan aturan menjadi kunci agar pertandingan berlangsung adil, kompetitif, dan menjunjung tinggi sportivitas,” ujar Giri.
Sejalan dengan itu, Ketua Bidang Humas PB ORADO, Henry Kurnia Adhi atau Jhon LBF, melihat bahwa Kejurnas tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dalam olahraga domino.
“Ada semangat persaudaraan yang kuat, dan ini menjadi kekuatan utama ORADO dalam mengembangkan olahraga domino sebagai olahraga yang inklusif dan berkarakter,” jelas Jhon.
Kejurnas Turnamen ORADO 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum penting dalam perjalanan olahraga domino di Indonesia. Sebagai kejurnas pertama, ORADO menegaskan posisinya sebagai organisasi yang tengah membangun fondasi olahraga domino secara terstruktur dan profesional.