Apakah Riyad Mahrez Sudah Habis di Timnas Aljazair?

- Riyad Mahrez hanya jadi pemain cadangan saat Aljazair kalah 0-3 dari Argentina, sementara posisi sayap kanan diisi Anis Hadj Moussa yang tampil impresif di laga uji coba sebelumnya.
- Mahrez belum pernah bermain penuh untuk Aljazair sejak Januari 2024, meski masih rutin tampil sebagai starter di klubnya, Al-Ahli, dengan performa stabil sepanjang musim 2025/2026.
- Piala Dunia 2026 bisa jadi kesempatan terakhir Mahrez bersama Timnas Aljazair, setelah kontribusi besarnya termasuk membawa tim menjuarai Piala Afrika 2019 dan mencatat lebih dari 100 caps.
Kejutan datang dari Aljazair saat memulai Piala Dunia 2026 dengan melawan Argentina di San Francisco Bay Area Stadium, Santa Clara, California, Amerika Serikat, pada Selasa (16/6/2026). Bintang sekaligus sang kapten, Riyad Mahrez, hanya duduk di bangku cadangan. Winger kidal itu pada akhirnya memang bermain pada menit 64. Namun, kehadirannya tidak berdampak karena mereka yang malah kembali kebobolan sehingga kalah 0-3. Keterlibatan Mahrez dalam laga ini mengindikasikan masa keemasannya di tim nasional yang sudah habis.
1. Vladimir Petkovic lebih memilih memasang Anis Hadj Moussa sebagai starter saat melawan Argentina
Ketiadaan Riyad Mahrez di starting line-up Aljazair saat melawan Argentina pada Selasa (16/6/2026) memang mengherankan. Sebab, ia tampil sejak awal dalam dua laga uji coba terakhir sebelum Piala Dunia 2026. Pos sayap kanan yang biasa ditempatinya lantas diisi Anis Hadj Moussa. Namun, di sisi lain, keputusan yang diambil sang pelatih, Vladimir Petkovic, sebetulnya masuk akal. Sebab, Moussa bermain apik sebagai pengganti dalam dua pertandingan pemanasan pemungkas tersebut. Pilar asal Feyenoord ini mencetak gol tunggal yang membuat mereka menang atas Belanda dan menyumbang satu gol dalam kemenangan 4-0 atas Bolivia.
Aljazair kemudian kalah 0-3 dari Argentina. Namun, laga sebetulnya ketat pada babak pertama. Aljazair bahkan sempat mencetak gol lewat Fares Chaibi. Sayangnya, wasit menganulirnya karena offside. Petkovic akhirnya menarik keluar Moussa dan memainkan Mahrez pada menit 64. Namun, Mahrez tidak bisa berbuat banyak. Pemain yang memakai nomor punggung 7 ini tercatat cuma 1 kali menyentuh bola di dalam kotak penalti lawan dan 1 kali melepaskan umpan terobosan ke sepertiga terakhir lapangan. Mahrez memiliki peluang untuk memangkas ketertinggalan lewat tendangan bebas pada menit 86. Sayangnya, eksekusinya membentur pagar betis.
2. Riyad Mahrez tidak pernah bermain penuh untuk Aljazair sejak 2024
Sinyal lain yang menunjukkan Riyad Mahrez bukan lagi aktor utama bagi Aljazair adalah menit bermainnya. Laga melawan Argentina pada Selasa (16/6/2026) merupakan penampilan ke-20 secara beruntun Mahrez tidak bermain penuh. Pria yang lahir di Prancis pada 21 Februari 1991 ini terakhir kali tidak tergantikan bersama Aljazair ketika imbang 1-1 kontra Angola pada 15 Januari 2024.
Usia bukanlah argumen yang dapat dipakai untuk membantah. Sebab, Mahrez tetap menjadi andalan di level klub di umur yang kini sudah mencapai 35 tahun. Pada 2025/2026 silam, ia bahkan selalu bermain sebagai starter dalam 44 penampilan bersama Al-Ahli. Dari jumlah tersebut, Mahrez tidak tergantikan dalam 23 pertandingan dan 2 di antaranya berlanjut ke babak tambahan.
3. Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi kesempatan terakhir Riyad Mahrez
Riyad Mahrez merupakan salah satu pemain terhebat dalam sejarah Timnas Aljazair. Per 17 Juni 2026, penggawa setinggi 1,79 meter itu berada di posisi kedua sebagai pemain dengan caps serta gol terbanyak. Mahrez sudah bermain 116 kali dan mencetak 38 gol. Ia hanya kalah dari Aissa Mandi yang mengoleksi 119 caps dan Islam Slimani yang memiliki 46 gol. Kontribusi terbesar Mahrez adalah membawa mereka menjuarai Piala Afrika 2019. Ia selalu bermain dan menyumbang tiga gol.
Sayangnya, laga melawan Argentina pada Selasa (16/6/2026) merupakan pertanda statusnya yang bukan lagi pemain penting di lapangan. Padahal, Mahrez pasti sangat ingin berbicara banyak karena tidak pernah mendapat kesempatan. Ini merupakan Piala Dunia keduanya dan Aljazair sejak 2014. Pada edisi perdananya, Mahrez hanya tampil sekali dari empat laga yang mereka jalani. Saat itu, ia memang belum menjadi siapa-siapa. Mahrez cuma membela Le Havre di Ligue 2 Prancis.
Aljazair akan menjalani dua laga terakhir pada fase grup Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Yordania (22/6/2026) dan Austria (27/6/2026). Menarik untuk menantikan apakah Mahrez bisa mengubah pikiran Vladimir Petkovic untuk memainkannya sebagai starter.
















