Kemenpora Evaluasi Target Cabor di Asian Games 2026, Soroti Wushu

Kemenpora bersama pimpinan cabang olahraga memantau dan mengevaluasi target medali Asian Games 2026 yang sebelumnya disepakati berdasarkan potensi, kesiapan, dan peluang tiap nomor.
Indonesia sementara mengoleksi dua perak dan 15 perunggu; wushu disorot karena nomor taolu changquan putra yang ditargetkan emas hanya meraih perunggu.
Menpora Erick Thohir menegaskan evaluasi bukan untuk mencari kesalahan, melainkan mengidentifikasi kendala dan memaksimalkan peluang medali hingga Asian Games 2026 berakhir.
Jakarta, IDN Times – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terus berkoordinasi dengan para pimpinan cabang olahraga (cabor) untuk memantau capaian kontingen Indonesia di Asian Games 2026.
Koordinasi tersebut sekaligus dilakukan untuk mengevaluasi perolehan medali berdasarkan target yang telah disepakati bersama masing-masing cabor sebelum kontingen bertolak ke Jepang.
1. Target tak ditetapkan sepihak oleh Kemenpora

Menpora Erick Thohir saksikan atlet Indonesia di Asian Games 2026. (Dok. Kemenpora) Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, menegaskan target medali Indonesia di Asian Games 2026 tidak ditetapkan secara sepihak oleh Kemenpora.
Sebelum keberangkatan kontingen, Kemenpora bersama pimpinan cabor telah membahas potensi, kesiapan, peluang, serta target dari setiap cabang dan nomor pertandingan.
“Sejak sebelum berangkat, kami sudah duduk bersama dengan para pimpinan cabang olahraga. Kami bahas potensi, peluang dan target masing-masing. Kita sepakati targetnya bersama-sama," ujar Erick dalam keterangan resmi.
2. Wushu jadi sorotan Erick

Menpora Erick Thohir saksikan atlet Indonesia di Asian Games 2026. (Dok. Kemenpora) Hingga saat ini, Indonesia telah mengoleksi dua medali perak dan 15 medali perunggu di Asian Games 2026. Namun, terdapat sejumlah capaian yang belum sesuai dengan proyeksi awal. Salah satunya berasal dari cabang olahraga wushu.
Wushu sebelumnya ditargetkan menyumbangkan satu medali emas melalui nomor taolu changquan putra. Namun, Indonesia harus puas meraih medali perunggu pada nomor tersebut.
“Untuk Wushu, targetnya memang emas.Kita apresiasi perjuangan atlet yang sudah berjuang memberikan medali untuk Indonesia, tetapi kita juga harus terbuka bahwa hasil tersebut belum sesuai dengan target yang sudah kita sepakati sejak awal,” kata Erick.
3. Evaluasi jadi hal yang perlu di Asian Games 2026

Menpora Erick Thohir di Asian Games 2026. (Dok. Kemenpora). Erick menyebut, evaluasi tersebut bukan untuk mencari siapa yang salah. Proses tersebut diperlukan untuk melihat apa yang terjadi di lapangan, faktor yang membuat capaian belum sesuai target, serta langkah perbaikan yang harus dilakukan.
“Target itu bukan sekadar angka di atas kertas. Target menjadi komitmen bersama. Ketika hasilnya sesuai, tentu kita apresiasi. Ketika hasilnya belum sesuai, kita evaluasi bersama. Itu bagian dari proses membangun olahraga Indonesia yang lebih profesional dan terukur,” tegas Erick.
Kemenpora akan terus memonitor pertandingan yang masih berlangsung dan berkoordinasi dengan para pimpinan cabor untuk memaksimalkan seluruh potensi medali Indonesia.
“Sambil juga kita evaluasi apa yang belum sesuai, dan kita terus bergerak bersama sampai akhir Asian Games 2026, sehingga kita pastikan setiap pertandingan diperjuangkan dengan maksimal untuk Indonesia,” ujar Erick.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















