Kepala Teknis Tim F1 Mercedes Mengundurkan Diri

Chief Techical Officer (CTO) tim Formula 1 Mercedes, Mike Elliott, resmi meninggalkan tim. Ia telah mengabdikan dirinya untuk Silver Arrows selama lebih dari 11 tahun. Dirinya telah berkontribusi kepada tim dengan meraih 8 gelar juara dunia konstruktor dan 6 gelar juara dunia Lewis Hamilton dan 1 gelar juara dunia Nico Rosberg pada 2016.
Pengumuman resmi pengunduran diri Elliott disampaikan melalui situs resmi Mercedes F1 Team pada Selasa (31/10/2023) lalu. Ia memutuskan untuk beristirahat sejenak dari kesibukannya di dunia balap sebelum mengambil kesempatan baru ke depan. Mercedes mesti bergerak cepat untuk menunjuk CTO baru dalam menghadapi sisa akhir musim 2023 dan menghadapi musim balap 2024.
1. Kontribusi Mike Elliott kepada Mercedes hingga raih delapan gelar juara dunia konstruktor

Mike Elliott memulai karier sebagai insinyur balap pada 2000 bersama McLaren sebagai ahli aerodinamika. Dia bergabung dengan Mercedes dari Renault sebagai kepala aerodinamika. Kemudian, menggantikan Geoff Willis sebagai direktur teknologi pada 2017. Empat tahun berselang, ia dipindahtugaskan sebagai direktur teknis.
Elliott memainkan peran kunci dalam kesuksesan Mercedes selama era turbo-hybrid. Dirinya membantu timnya memenangi delapan gelar juara konstruktor berturut-turut pada 2014—2021. Dia juga berperan penting dalam pengembangan W13, yang tetap kompetitif meskipun Mercedes mengalami penurunan performa sejak musim 2022.
Kepergian Elliott merupakan kehilangan besar bagi Mercedes. Namun, mereka berharap yang terbaik bagi kariernya ka depan. Team Principal Mercedes, Toto Wolff, menggambarkan Elliott sebagai seorang genius dan team-player. Ia menambahkan Elliott juga berkontribusi tidak hanya dalam pengembangan mobil balap, tetapi juga untuk membangun budaya tim.
2. Alasan kepergian Mike Elliott dari Mercedes

Ada beberapa kemungkinan alasan Mike Elliott pergi meninggalkan Mercedes. Salah satunya hanya ingin mencari tantangan baru setelah kariernya yang sukses di sana. "Saya telah memutuskan bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengambil langkah selanjutnya di luar Mercedes. Pertama-tama untuk berhenti sejenak dan melakukan evaluasi, setelah 23 tahun bekerja keras di olahraga ini, dan kemudian mencari tantangan berikutnya," ingkapnya dilansir situs resmi Mercedes.
Ada juga kemungkinan lain keluarnya Elliott terkait dengan pencapaian tim pada 2023. Mercedes tidak mampu menyamai kecepatan Red Bull dan Ferrari. Mereka belum memenangi satu pun balapan pada 2023. Elliott mungkin merasa bahwa dia bukan orang yang tepat untuk memimpin tim kembali ke puncak. Dia memutuskan untuk pergi untuk memberikan kesempatan kepada orang yang lebih mumpuni.
3. Pengganti Mike Elliott di Mercedes belum diketahui

Mike Elliott sendiri belum memberikan kejelasan dan apa yang akan dilakukannya selanjutnya. Dirinya mungkin akan beristirahat dari Formula 1 atau mungkin bergabung dengan tim lain dengan peran yang berbeda. Dengan segudang pengalamannya selama 23 tahun di Formula 1, dia akan menjadi target menarik bagi para tim balap
Mercedes belum memastikan pengganti Elliott. Namun, mereka memiliki sejumlah insinyur berbakat di dalam tim. James Allison yang kini menjabat sebagai direktur teknis pernah menjabat sebagai CTO sebelum bertukar posisi dengan Elliott. Dengan rekam jejak tersebut, Allison menjadi kandidat terkuat untuk menggantikannya.
Kepergian Mike Elliott bagi Mercedes tentu akan menjadi kehilangan besar, mengingat mereka masih memiliki tiga sisa balapan lagi di Formula 1 2023. Terlebih Silver Arrows harus mempersiapkan diri untuk menghadapi musim 2024 nanti.


















