Comscore Tracker

5 Negara Mundur, Piala Thomas dan Uber Batal Digelar?

Ada wacana memundurkan Piala Thomas-Uber setelah Olimpiade

Jakarta, IDN Times - Ajang beregu bulu tangkis dunia paling bergengsi, Piala Thomas dan Uber 2020 diagendakan akan berlangsung di Aarhus, Denmark pada 3-11 Oktober 2020 mendatang. Namun, sudah ada 5 negara yang resmi menyatakan diri mundur dari ajang bergengsi tersebut.

Pelaksanaan kejuaraan yang dilakukan di tengah pandemik COVID-19 yang masih mewabah di dunia menjadi salah satu alasan pemberat sejumlah negara untuk menurunkan skuatnya ke ajang Piala Thomas dan Uber 2020.

Negara-negara yang berpeluang kuat menjadi juara tahun ini juga mengundurkan diri. Lantas, akankah Piala Thomas dan Uber 2020 tetap berlangsung?

1. Daftar 5 negara yang mundur dari Piala Thomas dan Uber 2020

5 Negara Mundur, Piala Thomas dan Uber Batal Digelar?Tim beregu putri bulu tangkis Indoesia mempersembahka medali perak SEA Games 2019 (IDN Times/PBSI)

Ada sedikitnya 5 negara yang memutuskan secara resmi untuk mundur dari ajang Piala Thomas dan Uber 2020. Mereka adalah Australia, Taiwan, Thailand, Korea Selatan, dan Indonesia.

"Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) dapat mengonfirmasi keputusan Asosiasi Bulu Tangkis Korea dan Asosiasi Bulu Tangkis Indonesia untuk menarik mundur tim mereka dari Piala Thomas dan Uber 2020 di Aarhus, Denmark," tulis BWF dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (12/9/2020) lalu.

PBSI sendiri menyebutkan kesehatan dan keselamatan atlet dan ofisial menjadi fokus utama mereka sehingga memutuskan untuk mundur dari perhelatan beregu bergengsi ini.

Baca Juga: Duh! 7 Bintang Top Ini Absen di Piala Thomas dan Uber 2020

2. Ada kemungkinan Piala Thomas dan Uber akan batal digelar tahun ini

5 Negara Mundur, Piala Thomas dan Uber Batal Digelar?Kim Gi-jung/Lee Yong-dae melaju ke babak kedua Indonesia Masters 2020 (IDN Times/Reynaldy Wiranata)

Melansir dari thestar.com pada Senin (14/9/2020), BWF disebutkan berkemungkinan akan mengumumkan perihal keberlanjutan Piala Thomas dan Uber 2020 segera setelah melakukan pertemuan untuk membahas hal ini.

Disebutkan keputusan Indonesia untuk menarik diri dari kejuaraan tersebut dianggap memiliki pengaruh. Indonesia sendiri sudah 13 kali memenangkan Piala Thomas dan tiga kali memenangkan piala Uber dan termasuk dalam negara kuat di kejuaraan ini.

Selain Indonesia, negara yang juga jadi kandidat kuat untuk menjadi juara, Korea Selatan dan Thailand juga memutuskan mundur dan hal ini jadi pertimbangan BWF.

Thestars.com menyebutkan, ada kemungkinan turnamen ini akan digelar setelah ajang Olimpiade Tokyo 2020 di musim panas tahun depan.

3. Indonesia punya tiga alasan tarik mundur skuat Thomas dan Uber 2020

5 Negara Mundur, Piala Thomas dan Uber Batal Digelar?Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon di Indonesia Masters 2020 (IDN Times/Kevin Handoko)

Indonesia pekan lalu secara resmi menarik mundur skuat Piala Thomas dan Uber nya dari kejuaraant tersebut.

"Tim Indonesia dipastikan mundur dari Piala Thomas & Uber 2020, kami sudah mengirim surat ke Menpora dan akan segera mengirim pernyataan tertulis ke BWF mengenai hal ini. Keputusan ini diambil setelah kami berdiskusi dengan para atlet dan tim ofisial,” kata Budiharto seperti dilansir dari badmintonindonesia.org, Jumat (11/9/2020).

Ada tiga alasan yang memantapkan PBSI mengambil keputusan tersebut. Pertama, keraguan dan kekhawatiran para atlet terpapar virus corona lantaran mengikuti pertandingan di masa pandemik COVID-19. Kedua, tidak adanya jaminan dar BWF soal nasib jika ada atlet atau ofisial yang terpapar COVID-19 saat ajang berlangsung. dan Ketiga, keputusan dari jajaran pimpinan PBSI yang mengacu kepada dua alasan sebelumnya.

Padahal di jajaran skuat tim Thomas, Indonesia punya peluang besar untuk membawa pulang Piala Thomas berdasarkan sebaran kekuatan yang ada. Di sektor ganda putra, Indonesia punya tiga pasangan yang menduduki peringkat delapan besar dunia.

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (peringkat satu), Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (peringkat dua), dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (peringkat enam). Posisi ini diperkuat tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie yang masuk dalam jajaran peringkat delapan besar dunia, juga Shesar Hiren Rhustavito yang semakin ciamik prestasinya.

Baca Juga: [BREAKING] Tim Indonesia Mundur dari Piala Thomas dan Uber 2020

Topic:

  • Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Berita Terkini Lainnya