Oceanman Bali 2026 Bergulir, Ratusan Perenang Tantang Ombak Kedonganan

- Oceanman Bali 2026 menghadirkan rekor partisipasi internasional terbesar di Indonesia dengan lebih dari 900 perenang dari 27 negara berlaga di Pantai Kedonganan, Bali.
- Peserta diuji ketangguhannya menghadapi ombak besar dan arus laut yang menantang, menciptakan pengalaman ekstrem yang memacu adrenalin sekaligus menguji fisik dan mental.
- Panitia menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dengan sistem mitigasi lengkap melibatkan tim medis, lifeguard, dan pemantauan cuaca sebelum tiga kategori utama digelar pada hari puncak.
Jakarta, IDN Times - Ajang renang perairan terbuka bergengsi dunia, Oceanman Bali 2026, bergulir sepanjang akhir pekan ini. Ratusan perenang dari berbagai belahan dunia terjun untuk menaklukkan ganasnya lintasan laut terbuka di kawasan Pantai Kedonganan, Bali.
Rangkaian kompetisi dari Oceanman World Series ini sukses memecahkan rekor partisipasi internasional terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraannya di Indonesia. Seri Bali memang digadang-gadang menjadi primadona dalam kalender internasional.
1. Diikuti 900 peserta dari 27 negara berbeda

Tahun ini, daya tarik laut Pulau Dewata menyedot lebih 900 peserta. Sebanyak 27 negara yang tersebar di lima benua ambil bagian, mulai dari Asia Tenggara, Amerika Serikat, Inggris, Rusia, hingga Islandia.
Pada hari kedua, Sabtu (20/6/2026), kompetisi dimulai dengan kategori Oceanfins (2K), Oceankids (500M), dan Oceanteams (3x500M). Kategori ini diikuti peserta dari berbagai kelompok usia dan latar belakang.
2. Ombak dan arus laut manjakan adrenalin peserta

Kompetisi renang perairan terbuka menuntut ketangguhan ganda dari pesertanya. Para perenang dipaksa harus cepat beradaptasi dengan kondisi alam, mulai dari besarnya arus ombak, cuaca, hingga jarak pandang di laut lepas.
Salah satu peserta asal Surabaya, Aqila, mengaku menikmati sensasi ekstrem yang dihadirkan oleh perairan Pantai Kedonganan. Ombak besarnya berhasil memuaskan adrenalin para peserta.
"Ombaknya cukup besar, tetapi justru itu yang membuat pengalaman ini sangat seru dan menantang. Saya menikmati setiap momennya karena tidak hanya menguji kemampuan fisik, tetapi juga mental," kata Aqila dalam keterangan resmi.
3. Keamanan prioritas utama, tiga kategori bergengsi jadi penutup

Mengelola keselamatan hampir seribu manusia di tengah laut terbuka tentu bukan perkara remeh bagi panitia. Namun, Co-Founders Oceanman Indonesia, Felix Sutanto, menjamin para peserta bisa berlomba dengan tenang, karena mitigasi keselamatan sudah disempurnakan dengan kolaborasi dari berbagai pihak.
"Mengelola lebih dari 900 peserta dilaut terbuka sangat memerlukan kesiapan dan koordinasi yang maksimal. Kami menerapkan sistem keselamatan dengan melibatkan tim medis, lifeguard, rescue team, serta pemantauan kondisi cuaca dan perairan secara berkelanjutan. Kompetisi berjalan dengan kondisi laut yang cukup kondusif, karena keselamatan dan kenyamanan peserta tetap menjadi prioritas utama kami," ujar Felix.
Puncak ajang ini akan berlangsung pada Minggu (21/6/2026). Ada tiga kategori bergengsi yang dipertandingkan, yakni Ocean Sprint 2K, Half Oceanman 5K, dan Oceanman 10K. Jelang memecah arus laut di acara akhir, para peserta mengikuti sesi sunset party. Kegiatan ini menjadi momen bagi para perenang untuk memenuhi kebutuhan energi sekaligus berinteraksi dengan peserta lain dari berbagai negara sebelum kembali turun ke perairan Pantai Kedonganan.

















