Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Pebulu Tangkis Indonesia Terakhir yang Kalah di Final Asian Games

3 min read
3 Pebulu Tangkis Indonesia Terakhir yang Kalah di Final Asian Games
ilustrasi bulu tangkis (pexels.com/Саша Алалыкин)
Share Article

Langkah Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah terhenti di partai final ganda campuran Asian Games 2026. Mereka harus mengakui keunggulan ganda campuran China dalam laga yang berlangsung di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jepang, Selasa (29/9/2026). Hasil itu membuat mereka harus puas dengan perak.

Kekalahan Amri/Nita juga menjadi bagian dari catatan pebulu tangkis Indonesia yang gagal menutup perjalanan di Asian Games dengan medali emas. Sebelum mereka, ada segelintir pebulu tangkis Indonesia lainnya yang pernah menderita kekalahan pada final ajang empat tahunan ini. Berikut daftar tiga pebulu tangkis Indonesia terakhir yang kalah pada final Asian Games per 2026.

  1. 1. Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir tumbang pada final Asian Games 2014

    Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir termasuk salah satu pebulu tangkis Indonesia yang pernah merasakan kekalahan pada final Asian Games. Duet yang pernah menjadi andalan Indonesia itu kalah pada final Asian Games 2014 yang berlangsung di Gyeyang Gymnasium, Incheon, Korea Selatan. Mereka yang diunggulkan di urutan ketiga kalah dari duet kenamaan China yang saat itu diunggulkan di urutan pertama, Zhang Nan/Zhao Yun Lei.

    Tontowi/Liliyana awalnya menunjukkan penampilang gemilang pada game pertama. Mereka sempat memimpin perolehan poin sebelum melakukan rentetan error yang membuat fokus mereka hilang hingga kalah dengan skor 16-21. Pada game kedua, lawan mengendalikan jalannya laga. Tontowi/Liliyana semakin keteteran hingga kalah dengan skor 14-21 dalam total waktu 46 menit. Dengan kekalahan itu, mereka harus puas dengan perak.

  2. 2. Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto keok pada final Asian Games 2018

    Pebulu tangkis Indonesia lainnya yang pernah merasakan pahitnya kalah pada final Asian Games adalah Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Ganda putra itu kalah pada final Asian Games 2018 yang bergulir di Istora Senayan, Jakarta. Mereka kalah dari sesama ganda putra Indonesia yang diunggulkan di urutan pertama, yakni Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.

    Fajar/Rian kalah dalam pertarungan sengit 3 game yang berlangsung selama 55 menit. Awalnya, mereka tampil sangat baik pada game pertama dan berhasil membukukan kemenangan dengan skor 21-13. Pada game kedua, kondisi berubah total. Lawan mengendalikan jalannya laga yang membuat Fajar/Rian harus takluk dengan skor 18-21. Memasuki game penentuan, kedua pasangan tampil ngotot dan menunjukkan performa terbaikanya. Sayangnya, Fajar/Rian gagal meraup poin di akhir game yang berujung pada kekalahan dengan skor sangat tipis 22-24.

  3. 3. Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah kalah pada final Asian Games 2026

    Pebulu tangkis Indonesia terbaru yang kalah pada final Asian Games adalah Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah. Ganda campuran itu kalah pada final Asian Games 2026 yang digelar di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jepang. Mereka harus puas dengan perak setelah kalah 2 game langsung dari ganda campuran unggulan kedua asal China, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin, dalam waktu 43 menit.

    Amri/Nita sejatinya tampil cukup impresif pada game pertama. Mereka bahkan sempat memimpin perolehan skor dengan 18-13 dan 19-16. Sayangnya, mereka kalah agresif saat poin kritis yang akhirnya membalikkan keadaan menjadi kekalahan dengan skor tipis 19-21. Pada game kedua, permainan Amri/Nita menurun total. Mereka dibuat tak berdaya oleh peringkat dua dunia itu hingga akhirnya kalah dengan skor telak 8-21.

    Ada pola menarik dari tiga final tersebut. Tontowi/Liliyana, Fajar/Rian, dan Amri/Nita sama-sama sempat memiliki momentum pada game pertama, bahkan mereka berhasil unggul lebih dulu sebelum akhirnya kehilangan kendali di fase penentuan. Perbedaannya terlihat pada cara momentum itu berakhir. Tontowi/Liliyana dan Amri/Nita sama-sama kehilangan game pertama setelah sempat memimpin, sedangkan Fajar/Rian berhasil mengamankan game pembuka, tetapi gagal mempertahankan keunggulan pada game berikutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More